thumbnail Halo,

Final Piala Dunia Wanita 1999 jadi tonggak bersejarah bagi sepakbola wanita di Amerika.


GOALOLEH    YUDHA DANUJATMIKA     Ikuti di twitter

Kalau bicara soal sepakbola, terlebih di tengah hiruk pikuk Piala Dunia, nama-nama yang jadi obrolan pastilah tak jauh-jauh dari Neymar, Hulk, Mario Balotelli, Cristiano Ronaldo. Ya, melulu laki-laki, itulah pola yang ‘mungkin’ menaungi definisi sepakbola di pikiran kita. Wajar, olahraga dengan kontak fisik dan adu taktik memang jadi simbol ‘kejantanan’ di masyarakat seluruh dunia.

Namun sebagai tonggak pembanding, alangkah baiknya kalau sedikit bernostalgia ke final Piala Dunia 1999. Tunggu…1999? Bukan, ini bukan salah ketik. Kita memang akan bicara tentang PD 1999 di Amerika Serikat. Bukan Piala Dunia para lelaki –yang digelar setahun sebelumnya di Prancis-, tapi Piala Dunia Wanita 1999 di mana AS jadi tuan rumah sekaligus juaranya.

Road to Final

Digelar di Rose Bowl, California, final PD Wanita 1999 ini mempertemukan AS dan Cina, dua kutub kekuatan utama di dunia sepakbola wanita. Sebelum abad 21, kedua tim itu memang jadi raksasa di sepakbola wanita. Dan untuk pertama kalinya, final PD Wanita tidak melibatkan negara Eropa.

Persaingan prestasi keduanya begitu ketat. AS telah memenangkan gelar PD Wanita perdana dan mendulang emas Olimpiade 1996, sementara Cina meraih perak di Olimpiade 1996. CIna juga telah mengalahkan AS di final Piala Algarve 1999, namun final PD merupakan yang pertama bagi mereka. Kedua negara pun memiliki bintang sepakbola wanita, yakni Mia Hamm di AS dan Sun Wen di Cina.


Mia Hamm (kiri) salah satu bintang AS di final Piala Dunia 1999.

Dalam perjalanan menuju final, AS menjuarai Grup A dengan mudah. Mereka sempat tertinggal 2-1 di babak pertama perempat-final kontra Jerman, tapi akhirnya keluar sebagai pemenang setelah membalik keadaan menjadi 3-2. Brasil jadi korban mereka selanjutnya, setelah skor 2-0 berpihak pada AS.

Cina juga menjalani perjalanan yang tak jauh beda. Mereka keluar sebagai juara Grup D dan menekuk Rusia di perempat final. Kisah mereka berlanjut dengan kemenangan besar 5-0 atas juara bertahan, Norwegia, dan melaju ke final.

Laga yang digelar pada 10 Juli 1999 itu berakhir imbang tanpa gol hingga menit ke-90 dan babak tambahan dimainkan. Kedua tim saling menebar ancaman, tapi peluang terbaik justru lahir di waktu ekstra, ketika Fan Yunjie menanduk bola dengan keras ke gawang AS, tapi mampu dihalau oleh Kristine Lilly.

Tak kunjung mencetak gol, akhirnya drama adu penalti terjadi. Mia Hamm mencetak gol di sini, tapi Brandi Chastain yang menentukan kemenangan dengan sepakan penalti terakhirnya, lalu melakukan selebrasi ikoniknya. Amerika Serikat menang adu penalti dengan skor 5-4. Ini merupakan gelar Piala Dunia bagi skuat wanita Amerika Serikat.

Tonggak Sejarah Sepakbola Wanita

Final Piala Dunia 1999 ini tak hanya bermakna karena AS menjadi juara. Laga final tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah olahraga Amerika. Di Rose Bowl, ada 90.000 fans yang menyaksikan laga dan ini merupakan jumlah terbesar dalam momen olahraga wanita.

Tak berhenti sampai di situ, final PD 1999 juga mengukir rekor di layar maya dengan menjadi laga yang paling banyak ditonton dalam sejarah pertelevisian Amerika. Rekor ini baru dipecahkan oleh pertandingan Portugal vs. Amerika Serikat beberapa pekan lalu. Menurut data, ada sekitar 17.975.000 pasang mata yang menyaksikan laga tersebut di ABC. Final 1999 benar-benar jadi momen paling besar dalam sejarah olahraga wanita di AS.

Jadi, kalau ada pikiran yang mengatakan sepakbola melulu pria, mungkin sebaiknya pikiran itu ditanggalkan.




 
Piala Dunia >> Halaman Khusus Piala Dunia 2014
>> Semua Berita Piala Dunia 2014
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Piala Dunia 2014
>> Live Update Piala Dunia 2014

 

Terkait