thumbnail Halo,

Dari kejutan masif ala Kosta Rika dan runtuhnya sang juara bertahan, sampai insiden gigitan Luis Suarez, semua terangkum dalam cerita di babak grup Piala Dunia 2014.


GOALOLEH   ANUGERAH PAMUJI     Ikuti Anugerah Pamuji di twitter


Rampung sudah putaran pertama atau babak grup Piala Dunia 2014. Sekarang, mata dunia menanti pertandingan yang lebih pentng lagi, yakni tahapan knock-out.

Selama di fase grup, banyak kejuatan tercipta yang membuat bursa taruhan menganga. Misalnya, Kosta Rika yang sukses membuat kepala fans sepakbola geleng-geleng ketika mereka merajai grup yang dihuni Uruguay, Inggris dan Italia, lalu episode kelabu melanda sang jawara bertahan Spanyol yang dipaksa pulang lebih dini, serta tersingkirnya Portugal secara mengenaskan karena kalah selisih gol.

Menjelang kick-off partai pertama di perdelapan-final, Goal Indonesia coba mengulas balik perjalanan para kontestan selama mengarungi ronde pertama.
 
        
GRUP A

 



Brasil membuka perhelatan akbar empat tahunan ini dengan apik. Jelas Neymar menjadi sorotan utama ketika mengantar timnya membekuk Kroasia 3-1.

Meski di laga kedua Selecao dibuat frustrasi oleh resistensi kiper Meksiko Guillermo Ochoa, di mana pertandingan itu berakhir kacamata, tapi di partai ketiga Brasil membuktikan klaim bahwa mereka adalah tim favorit juara di tanah sendiri.

Kamerun dibantai 4-1 dengan sekali lagi, Neymar menjadi bintang lapangan. Laga ini juga ditandai gol pertama Fred sejak Agustus tahun lalu.

Wakil Afrika babak belur di Grup A, nirpoin membuat mereka tersingkir sebagai juru kunci. Brasil dan Meksiko melaju mulus dengan poin tujuh, meninggalkan Kroasia yang hanya mampu meraup sekali kemenangan.
 

           
GRUP B



Kejutan besar terjadi di Grup B. Pasalnya, status favorit yang didengung-dengungkan pada Spanyol selama ini rupanya hanya jadi isapan jempol. La Roja tersingkir dengan cukup mengenaskan.

Gelandang Belanda Wesley Sneijder menandai kemenangan 5-1 atas Spanyol dengan rekor 100 laga bersama tim Oranje. Wajah Spanyol semakin tercoreng ketika di partai kedua mereka diempaskan Cili dua gol tanpa balas.

Praktis laga ketiga pun dilalui anak-anak Vicente Del Bosque dengan tanpa kepentingan karena sudah dipastikan tersingkir. Setidaknya, laga pamungkas grup ditutup mereka dengan kemenangan telak atas Australia, 3-0.

Belanda menjadi juara grup, Cili menguntit di bawahnya. Spanyol tiga poin lebih baik di atas Australia yang tanpa satu pun angka. Tapi setidaknya wakil Asia ini punya satu kisah yang patut dikenang di fase grup, apalagi kalau bukan gol voli spektakuler Tim Cahill.
 
           
GRUP C



Kolombia rupanya tetap perkasa meski tanpa megabintang mereka, Radamel Falcao, yang dibebat cedera panjang.

Tanpa aral menghadang, total tiga laga disapu bersih Kolombia. Yunani dilumat tiga gol tanpa balas, disusul Pantai Gading yang dipaksa bertekuk lutut 2-1 dan ditutup dengan raihan telak 4-1 atas Jepang.
 
Pentolan AS Monaco James Rodriguez menjadi aktor penting dari kelolosan Kolombia ini berkat gol-gol pentingnya, yang kini menempatkannya sebagai kedua terbaik dalam urusan menjebol gawang lawan setelah Lionel Messi, Neymar dan Thomas Muller.

Kolombia mengepak sembilan poin sebagai juara grup, ditemani Yunani, yang secara dramatis bisa saja tak lolos andai kemenangan 2-1 tak mampu dipetik atas Pantai Gading di partai pamungkas nan krusial.
 
           
GRUP D

 



Italia? Inggris? Atau Uruguay? Salah semua! Yah, yang berjaya adalah Kosta Rika! Tim yang di awal turnamen disebut-sebut bakal diterkam habis-habisan oleh tiga tim yang disebut pertama, nyatanya malah menjadi raja di Grup D.

Jorge Pinto seolah punya mantra khusus kala timnya mampu menekuk Uruguay dengan meyakinkan, 3-1, di laga pertama. Inggris sempat menggantungkan asa pada Italia untuk mengalahkan Kosta Rika agar peluang mereka untuk lolos ke 16 besar tetap terjaga. Namun rupanya Italia tak cukup tangguh untuk menolong usai mereka dipaksa bertekuk lutut oleh La Sele 1-0.

Dua kemenangan ini memastikan Kosta Rika lolos dan meninggalkan pertaruhan tempat di runner-up antara Italia dan Uruguay.

Pada akhirnya, utusan Amerika Selatan ini menang berkat gol tunggal Diego Godin. Namun sayang, kelolosan ini dinodai episode gigitan Luis Suarez terhadap Giorgio Chiellini, yang berbuntut sanksi larangan tampil empat bulan bagi penyerang Liverpool tersebut.
 

           
GRUP E



Dua laga pertama dilalui Prancis dengan mulus ketika menghajar Honduras tiga gol tanpa ampun disusul pembantaian terhadap Swiss 5-2. Kemenangan ini terasa spesial karena Prancis membukukan gol ke-100 dalam keikutsertaan mereka di Piala Dunia pada laga tersebut.

Honduras yang selalu kalah di dua laga pertama praktis membuat peta perebutan tempat di 16 besar menjadi milik Prancis, Swiss dan Ekuador.

Di partai terakhir, Ekuador tak punya pilihan selain mengalahkan Prancis dengn skor besar. Sementara Swiss berharap menang atas Honduras untuk mengkudeta runner-up.

Skenario berbeda terjadi. Prancis menjadi juara grup usai menahan Ekuador tanpa gol, sementara asa Swiss terwujud ketika hat-trick Xherdan Shaqiri mengantar tim ke pintu knock-out dengan menduduki posisi kedua.
 
           
GRUP F

 



Argentina melalui fase grup dengan catatan 100 persen. Prediksi di awal tidak meleset, tak ada hambatan berarti bagi pasukan Alejandro Sabella.

Jika sebelumnya Lionel Messi kerap dikritik penampilannya bersama timnas, kali ini dia disanjung habis ketika dia tak pernah absen mencetak gol selama tiga partai. Di partai pamungkas kontra Nigeria, dia membuat dwi gol dan salah satunya dari situasi tendangan bebas indah.

Kekalahan dari Nigeria di laga kedua bagi Bosnia-Herzegovina mengakhiri kiprah mereka di Brasil. Tapi, setidaknya sang Naga bisa mencicipi kemenangan ketika mereka membantai Iran 3-1 di laga puncak grup.

Argentina bersama Nigeria berhak ke perdelapan-final sebagai juara dan runner-up grup. 
 

           
GRUP G



Portugal harus tersingkir dengan emosional karena mereka hanya kalah produktivitas gol. Usai dilumat habis Jerman empat gol tanpa balas di laga pembuka, Portugal harus berjuang susah payah ketika mereka ditahan Amerika Serikat 2-2.

Dengan Jerman yang di dua laga sebelumnya sudah mendulang empat poin, sama dengan perolehan skuat Jurgen Klinsmann, kedua tim memainkan laga pamungkas dengan berharap meraih kemenangan untuk jadi juara grup. Ada pun Crsitiano Ronaldo cs memegang nilai satu, yang artinya kemenangan dengan jumlah selisih gol lebih baik dapat menempatkan Portugal di peringkat kedua.

Beruntung AS, mereka "hanya" dikalahkan Jerman 1-0, sedangkan Portugal hanya mampu mengalahkan Ghana dengan skor 2-1, itu pun perlu waktu hingga sepuluh menit terakhir bagi Ronaldo untuk menjadi pahlawan kemenangan, yang boleh dibilang ini adalah heroisme yang sia-sia.

Sehingga, Portugal dan AS punya poin yang sama, yakni empat, tapi karena catatan gol Selecao tak lebih baik, The Yanks pun berhak melaju bersama Jerman ke perdelapan-final. Portugal menangis.
 
           
GRUP H



Catatan sempurna juga mewarnai perjalanan Belgia di babak grup. Tak satu pun laga grup dilewatkan Belgia dengan tidak meraih poin maksimal.

Namun Grup H menjadi seru dan panas ketika kick-off partai pamungkas. Aljazair [3 poin], Rusia [1 poin] dan Korea Selatan [1 poin] - tiga tim yang berada di bawah Belgia - sama-sama berusaha merebut posisi runner-up.

Rusia dan Korsel jelas membutuhkan kemenangan untuk merealisasikan mimpi mereka ke knock-out.

Namun nahas, skuat Marc Wilmots masih terlalu tangguh bagi pasukan Hong Myung-Bo yang dipaksa menyerah lewat gol semata wayang Jan Vertonghen. Sementara Rusia, yang sempat percaya diri karena sudah unggul lebih dulu, harus kecele menyaksikan Islam Slimani membikin gol penyama kedudukan yang sekaligus memastikan wakil Afrika itu lolos, mendampingi Belgia sebagai juara grup.
 
Piala Dunia >> Halaman Khusus Piala Dunia 2014
>> Semua Berita Piala Dunia 2014
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Piala Dunia 2014
>> Live Update Piala Dunia 2014
 

Terkait