thumbnail Halo,

Radamel Falcao dipastikan absen membela AS Monaco hingga akhir musim dan terancam absen di Piala Dunia 2014.


GOALOLEH   TEGAR PARAMARTHA     Ikuti di twitter

Pertandingan Coupe de France antara AS Monaco dengan Monts d'Or Azergues tengah pekan kemarin, tentu tidak diperkirakan akan menyedot banyak perhatian seperti sekarang. Sayangnya, perhatian pada laga tersebut bukan pada hal positif tetapi kabar menyedihkan tentang salah satu striker terbaik dunia, Radamel Falcao.

Seperti yang diketahui, Falcao menyumbangkan satu gol dalam kemenangan 3-0 Monaco di laga tersebut. Namun, ia harus mengakhiri pertandingan lebih cepat sebelum turun minum karena mengalami cedera usai bertabrakan dengan Soner Ertek, hal itu memaksa  Falcao keluar lapangan dengan ditandu.

Dan kemungkinan paling buruk akhirnya menjadi kenyataan, Falcao divonis harus menjalani operasi setelah hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kerusakan di anterior cruciate lutut kirinya.

Hal itu membuat striker asal Kolombia tersebut dipastikan absen di sisa musim Ligue 1 Prancis ini, dan dengan demikian ia juga terancam akan absen di pesta akbar sepakbola di Brasil musim panas nanti.

Sebuah kabar yang sangat mengejutkan dan tentu menyedihkan, mengingat Falcao adalah salah satu striker terbaik di dunia saat ini. Apa saja dampak cedera yang menimpa Falcao untuk Monaco, Ligue 1 Prancis, dan juga Piala Dunia?

AS MONACO - LIGUE 1 PRANCIS

Sebagai klub sang pemain, kehilangan sosok sekaliber Falcao tentu saja menjadi pukulan yang sangat telak.

Seperti yang diketahui, Monaco tidak mendapatkan jasa Falcao dengan banderol dan gaji yang murah, mengingat mereka memboyongnya dari Atletico Madrid usai klub Spanyol itu meraih Copa del Rey, Liga Europa dan Piala Super Eropa. Monaco menggaet Falcao dengan banderol yang diyakini sekitar €60 juta dan ditambah lagi dengan gaji sang striker sebesar €14 juta.

Digaet dengan banderol mahal, tidak membuat karir Falcao langsung mulus di Prancis. Adaptasi dan masalah cedera membuatnya kurang maksimal, hingga ia hanya mencetak 11 gol dalam 19 pertandingan di semua ajang hingga ia divonis absen hingga akhir musim.

Meski kurang maksimal, atau belum tampil setajam seperti di Atletico Madrid, kehilangan Falcao di pertengahan musim tentu sangat merugikan Monaco. Karena hal itu akan membuat Monaco semakin sulit mengejar PSG dan juga proses adaptasi Falcao di tim lagi-lagi terhambat dan bahkan berhenti secara total, lalu kapan ia bisa menampilkan performa terbaiknya?

                                                    Semakin sulit menghentikan PSG

Sementara itu, bagi Ligue 1 sendiri, absennya sosok Falcao juga menjadi pukulan telak. Usaha petinggi liga untuk menarik minat menonton dari pemirsa di luar negeri diyakini akan tersendat dengan hilangnya salah satu bintang.

Seperti yang diketahui, saat ini Ligue 1 Prancis, meski menjadi salah satu liga terbaik Eropa, masih kalah jauh apabila dibandingkan dengan Liga Primer Inggris. Oleh karena itu, datangnya banyak pemain bintang-bintang lapangan hijau diharapkan mampu mendongkrak daya tarik Ligue 1.

Tetapi hilangnya sosok Falcao tentu menghambat hal tersebut, karena hal itu juga sedikit banyak berpengaruh pada persaingan gelar juara.

Monaco saat ini duduk di posisi kedua Ligue 1, terpaut lima angka dari Paris Saint-Germain di posisi puncak. Absennya Falcao hingga akhir musim akan membuat Monaco harus berjuang lebih keras, dan tentu saja situasi itu semakin menguntungkan PSG yang diyakini akan semakin mudah mempertahankan gelar juara.

Hasil akhir yang terlalu mudah untuk diprediksi tentu membuat daya tarik liga menurun, dan itu adalah hal yang sangat tidak diharapkan oleh para petinggi Ligue 1 Prancis saat ini.

TIMNAS KOLOMBIA - PIALA DUNIA 2014

Tim nasional Kolombia layak ketar-ketir dengan kabar ini, bagaimana tidak, Falcao adalah sosok krusial yang membawa mereka lolos ke Piala Dunia 2014.

Falcao mencetak dua gol, melalui titik putih, di pertandingan terakhir kualifikasi Piala Dunia 2014 menghadapi Uruguay. Saat itu, Kolombia tertinggal 3-0 terlebih dahulu dan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 hingga laga berakhir.

Hasil imbang tersebut membuat Kolombia melangkah ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak tahun 1998. Tambahan dua golnya itu juga menjadikan dia sebagai top skor tim di kualifikasi dengan sembilan gol.

Dan di Piala Dunia 2014, Kolombia tidak masuk ke grup enteng. Mereka bersaing di grup C, dengan tim tangguh benua Afrika, Pantai Gading, tim raksasa Asia, Jepang dan juga mantan juara Eropa, Yunani. Bermain tanpa striker andalan menghadapi tim-tim seperti itu, tentu saja bukan hal yang menyenangkan.

Memang, peluang Falcao untuk terlibat di Brasil 2014 belum sepenuhnya tertutup. Tetapi tetap saja tidak ada win-win solution bagi Kolombia.

                                           Falcao terancam absen di Piala Dunia 2014

Skenario pertama, Falcao belum pulih dari cedera saat Piala Dunia dimulai sehingga ia dipastikan absen memperkuat Kolombia di Brasil, dan itu bukan skenario yang baik.

Bagaimana dengan skenario berikutnya? Skenario kedua, tentu saja, Falcao pulih tepat pada waktunya, namun hal itu kemungkinan besar tetap menjadi skenario yang buruk. Karena, bagaimanapun juga, apabila ia pulih dan dibawa ke Brasil, Falcao justru akan tampak menjadi beban bagi Kolombia.

Kolombia harus menjaga dan merawat Falcao agar ia kembali ke kondisi 100 persen, namun sang pemain juga dikhawatirkan akan memiliki kepercayaan diri yang rendah mengingat ia baru saja pulih dari cedera parah. Lalu, apakah Falcao layak untuk dibawa ke Brasil?

Sementara itu, Piala Dunia 2014 juga pasti terkena imbasnya, turnamen itu akan kehilangan salah satu striker terbaik untuk berpartisipasi.

Padahal, tahun ini bisa dikatakan sebagai tahunnya para pencetak gol, setelah Cristiano Ronaldo, yang mencetak banyak gol namun nihil gelar di 2013, mendapatkan Ballon d'Or mengalahkan Franck Ribery yang mengantarkan Bayern meraih lima gelar juara di tahun 2013.

Padahal, sebelumnya pecinta sepakbola juga telah dipaksa untuk merelakan salah satu striker terbaik untuk absen di Piala Dunia. Yaitu ketika Portugal dan Swedia bertemu di babak play-off, di mana Ronaldo dan Zlatan Ibrahimovic menjadi andalan masing-masing tim.

Dan kali ini, Piala Dunia 2014 hampir dipastikan kembali kehilangan bintang lini depan...


Gabunglah bersama Goal Indonesia di media sosial:
Facebook goal.indonesia
Facebook goal.indonesia
Google Plus +goalcomindonesia
Google Plus +goalcomindonesia
Twitter @GOAL_ID
Twitter @GOAL_ID

Terkait