thumbnail Halo,

Presiden terpilih bakal mempunyai tantangan besar untuk menjadikan sepakbola Asia sebagai rumah di benuanya sendiri.


EKSKLUSIF   ASH HASHIM     PENYUSUN   DONNY AFRONI    

Di tengah persiapan konfederasi sepakbola Asia (AFC) yang sedangmencari presiden baru dalam kongres luar biasa (KLB) di Kuala Lumpur, Kamis (2/5), perlu dicatat, karena ini memungkinkan untuk menjadi momen sepakbola Asia.

Menjelang pemilihan ini, berbagai rumor terkait skandal hak asasi manusia di Bahrain, tuduhan kecurangan suara, dan kurangnya kebebasan media, mewarnai agenda KLB yang telah digodok di tengah badai itu.

Ada empat calon yang maju dalam pemilihan presiden AFC ini, Worawi Makudi (Thailand), Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa (Bahrain), Yousuf Al Serkal (Uni Emirat Arab), dan Dr. Hafez Ibrahim Al Medlej (Arab Saudi). Nama terakhir diperkirakan bakal mundur, untuk memberikan dukungan kepada Sheikh Salman atau Al Serkal.

Para kandidat ini pun sudah menyampaikan visi mereka yang ingin memajukan sepakbola Asia. Intrik pun mewarnai perjalanan kampanye para kandidat, setelah Sheikh Salman menyatakan ada yang ingin mencorengkan citranya melalui kampanye hitam isu pelanggaran hak asasi manusia.

Sepakbola Asia membutuhkan seorang revolusioner, baik pria maupun wanita, yang bisa mengatasi tekanan, dan berbagai isu di benua ini. Presiden baru AFC harus bisa menjadi pengubah di olahraga ini, pemimpin dengan ide menyegarkan yang akan mengubah rasa sepakbola Asia, yang berbeda dengan sepakbola Eropa atau benua lainnya. Meskipun mengalami globalisasi, bangsa-bangsa di benua Asia kurang homogen, dan makin beragam.

Negara di Asia Barat dan Timur tidak punya kesamaan pola pikir dan kebudayaan dengan Singapura atau Australia. Banyak negara di kawasan teluk menikmati buah globalisasi, dan negara seperti Suriah makin termarjinalisasi sebagai buntut adanya perang.

Peraturan penggunaan jilbab mengindikasikan kebudayaan masih memegang peranan penting dalam pertumbuhan sepakbola di Asia. Sedangkan kaum garis keras di sepakbola menilai olahraga ini hanya ada 'satu bahasa', sesuatu yang tak bisa diterapkan di benua Asia. AFC menghadapi tantangan dalam menyatukan fans di seluruh Asia, mengingat kebiasaan mereka akan berkembang seiring berjalannya waktu.

Lebih menyedihkan, fans di Asia mengalami kesulitan untuk mengenali tim yang berada di dekat mereka. Hal ini bertolak belakang jika berbicara tentang Manchester United dan Barcelona. Begitu banyak investasi yang ditanamkan di benua ini, sehingga sangat sedikit yang mengetahui bila Ulsan Hyundai merupakan juara Liga Champions Asia.

Siapa pun yang terpilih di KLB nanti, entah Worawi, Sheikh Salman, Al-Serkal, atau Al-Medlej, pemilihan presiden baru ini tidak akan memberikan dampak signifikan bagi penggemar sepakbola di Asia.

Ash Hasyim adalah seorang editor, wartawan dan sosok yang dikenal sebagai Futbolita (The Female Football Voice). Dia telah mewawancarai banyak pemain top dunia, serta meliput sepakbola dari sudut pandang keunikan budaya, kegembiraan, dan kefemininan.


GOAL.com hadir via ponsel di alamat m.goal.com.
Unduh juga aplikasi GOAL.com secara langsung untuk OS ponsel Anda:


Terkait