thumbnail Halo,
Review S-League Maret 2013

Review S-League Maret 2013

Muhammad Farhan

Hingga akhir Maret, hanya The Stags yang mampu menjaga catatan sempurna, dan dibuntuti Albirex.


CATATAN   KHALIS RIFHAN     PENYUSUN   DONNY AFRONI    

Bertengger di puncak klasemen, juara bertahan Tampines Rovers belum melakukan kesalahan pada musim ini, dan mempertahankan rekor sempurna mereka di liga, serta tetap unggul tiga poin atas rival terdekatnya, Albirex Niigata (S).

Tapi hasil yang diperoleh menceritakan kisah berbeda dari performa mereka di atas lapangan. Pelatih Nenad Bacina dipaksa berdebar-debar menunggu tiga poin. Dari empat pertandingan sepanjang Maret, mereka tidak menang lebih dari selisih satu gol.

Striker andalan Sead hadzibulic belum menemui bentuk permainan terbaiknya musim ini, dan mereka harus mengandalkan lima pemain berbeda untuk mendapatkan enam gol dalam semua pertandingan bulan lalu, termasuk satu gol dari striker veteran berusia 42 tahun Aleksander Duric.

Salah satu kandidat juara Albirex tentu harus kembali ke jalur kemenangan, jika mereka ingin merebut gelar liga untuk kali pertama, sejak debut pada tahun 2004. Tahun lalu merupakan torehan terbaik mereka dengan menempati peringkat ketiga klasemen. Mereka sebetulnya bisa melakukan lebih baik, bila konsisten dalam memperlihatkan performa.

Kemenangan di lima pertandingan secara beruntun dirusak oleh Woodlands Wellington - yang mengakhiri musim lalu di peringkat ketiga dari bawah.

Awal musim yang mengesankan bagi The Rams bukan sebuah kebetulan, mengingat legiun asing anyar mereka telah menjadi katalis, dan tetap mendapat kepercayaan dari klub setelah penampilan buruk mereka dalam beberapa tahun terakhir.

Mantan playmaker Albirex Atsushi Shimono telah membuat tim lebih kompak, menjadi penghubung di lini tengah. Sementara inti serangan mereka berpusat kepada mantan pemain timnas Belanda U-21 Khalid Hamdaoui, yang sudah melesakkan empat gol, dan sejumlah assists.

Namun The Rams mengakhiri bulan dengan kekalahan 1-0 dari runner-up musim lalu, Brunei DPMM. Kemenangan itu membuat tim asal Brunei tersebut naik ke peringkat kelima.

Dua tim dari angkatan bersenjata, Home United dan Warriors FC, tetap stabil untuk mengangkat posisi mereka ke posisi lebih baik setelah mengawali musim dengan buruk. Kedua tim ini mendulang angka tujuh. Namun Home United berada di posisi lebih baik dengan keunggulan selisih gol.

Pelatih Warriors V Selvaraj berada dalam tekanan setelah mendapatkan hasil mengecewakan di awal musim. Namun semua itu sirna menyusul kemenangan 3-0 atas Court Young Lions di Stadion Choa Chu Kang di akhir bulan, yang bisa menjadi modal mengangkat moral mereka.

Bagi Home, kebangkitan mereka belakangan inui berkat kontribusi duo Korea Selatan, Song Ui Young dan Lee Kwan Woo, dari lini tengah. Song baru berusia 19 tahun, tapi telah membuktikan dirinya pantas di tim utama dengan performa mengkilapnya yang telah menghasilkan dua gol dalam empat pertandingan. Sedankan rekannya yang sudah veteran, lebih baik dengan torehan tiga gol di musim debutnya di semua laga The Protectors.

Di dasar klasemen, Young Lions, yang masih mencari kemenangan pertamanya di musim ini, ditemani oleh Young Tigers Malaysia. Tim negeri tetangga ini lebih baik dibandingkan Young Lions di klasemen sementara, dan berada di bawah Hougang United.

 



Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait