thumbnail Halo,

"Wasit Korea itu tampil buruk malam ini. Saya 100 persen yakin mereka mendapatkan sejumlah uang untuk [pertandingan] ini," ujar pelatih Chonburi, Withya Laohakul.


OLEH MUHAMMAD RUFFY
Pada laga terakhir Liga Primer Thailand (TPL) antara Chonburi FC dan SCG Muangthong United terjadi sejumlah keputusan kontroversial dari Kim Hee-Gon, seorang wasit asal Korea Selatan.

Salah satu keputusan kontroversial wasit berusia 27 tahun itu adalah saat memberi hadiah penalti di menit ke-6. "Wasit Korea itu tampil buruk malam ini. Saya 100 persen yakin mereka mendapatkan sejumlah uang untuk [pertandingan] ini," ujar pelatih Chonburi, Withya Laohakul.

"Saran saya tidak perlu lagi ada wasit-wasit asing. wasit-wasit Thailand oke. Saat mereka melakukan hal yang salah mereka akan dihukum. Namun bagaimana dengan wasit-wasit asing?" katanya.

Manajer umum SCG Muangthong Karn Chantarat membalas pernyataan Withya. "Apakah mereka mendapatkan sejumlah uang? Jelas karena mereka tidak bekerja bukan untuk tidak dibayar," sindirnya.

"Memang benar terdapat sejumlah keputusan buruk di sana-sini. Chonburi bahkan pantas mendapatkan kartu merah dalam beberapa momen di pertandingan tersebut. Beberapa pemain kami juga cedera tanpa perlindungan wasit juga," tuturnya.

Namun Chantarat sepakat dengan pernyataan Withya soal wasit-wasit asing. "Memang jelas bahwa wasit-wasit asing ternyata tidak lebih baik dari wasit-wasit lokal. Menurut saya ini saatnya serius tentang mengembangkan wasit kita agar sesuai dengan standar," katanya.

Saat ini TPL tengah mempertimbangkan hukuman untuk pernyataan Withya di konferensi pers. Kemungkinan otoritas akan mendenda sang pelatih Chonburi itu sebesar 100 ribu baht.

Terkait