thumbnail Halo,

K-League 2013 telah bergulir pekan ini, kenalilah lebih dalam liga sepakbola profesional Korea Selatan ini.


OLEH CHUNG MI-HYUN      PENYUSUN TEGAR PARAMARTHA                          Ikuti di twitter

K-LEAGUE 2013

K-League dibagi menjadi dua divisi (kasta tertinggi yaitu K-League Classic dan divisi kedua K-League), K-League adalah liga sepakbola profesional di Korea Selatan. Pada 2012, sistem Liga Primer Skotlandia diadopsi di negeri Ginseng ini.

Setelah 26 pertandingan, liga akan dibagi menjadi dua; tujuh tim teratas akan bermain kandang dan tandang untuk memperebutkan gelar juara dan tiga spot zona Liga Champions Asia, sementara tujuh tim terbawah akan berjuang untuk menghindari degradasi (dua tim).

Pada 2014, K-League akan memperkenalkan promosi/degradasi langsung dan juga play-off antara dua divisi yang ada.

TIM YANG PATUT DIAMATI

Juara bertahan K-League Seoul tidak banyak melakukan aktivitas di bursa transfer, tetapi kerjasama tim akan mendapatkan banyak keuntungan dengan hal tersebut. Mereka akan menjalani musim yang berat karena mereka akan bersaing di K-League Classic, Liga Champions Asia dan juga Piala FA.

Runners-up muim lalu Jeonbuk, di sisi lain, menghabiskan banyak dana dan melakukan perombakan skuat. Saat pra-musim, Jeonbuk memboyong delapan pemain, yang bisa dibilang dapat membentuk tim baru. Tidak diragukan lagi pemain baru mereka penuh talenta, tetapi performa tim adalah hal lain. Apakah Jeonbuk akan menjadi Manchester City Korea atau QPR Korea?

Tim lain yang patut diamati adalah juara Piala FA Pohang Steelers, yang mengatakan akan bermain tanpa pemain asing musim ini usai menjual Ianis Zicu, Derek Asamoah, dan Zoran Rendulic. Mereka juga gagal memboyong pemain baru, sebagian besar karena masalah finansial, di mana mereka kurang mendapatkan dukungan dari sponsor utama mereka. Seperti Seoul, kerjasama tim mungkin akan meningkat, tetapi tidak seperti Jeonbuk, kedalaman skuat Pohang Steelers akan menjadi salah satu titik lemah mereka musim ini.

Juara LCA 2012 Ulsan Hyundai menjadi salah satu kandidat terkuat untuk meraih juara musim ini. Sejak Kim Ho-Gon menjadi pelatih, dia fokus untuk memperkuat lini pertahanan. Setelah mendapatkan stabilitas di lini belakang, ia mengubah posisi bek dengan tinggi 196 cm, Kim Shin-Wook, menjadi seorang target striker. Dengan formasi yang fokus pada serangan balik, mereka mampu menjadi raja di Asia.

TEtapi di 2013, mereka harus bermain tanpa banyak pemain kunci. Pemain terbaik Asia Lee Keun-Ho adalah salah satu dari tiga pemain yang harus absen karena menjalani wajib militer, sementara Kwak Tae-Hwi, Go Seul-Ki, dan Juan Estiven hengkang ke klub lain. Tetapi banyak juga pemain berkualitas yang bergabung ke Ulsan. Meski skuat tampak lebih lemah dari tahun lalu, Ulsan tetap diyakini menjadi pesaing serius di K-League Classic, dan menarik untuk melihat apakah strategi mereka akan berhasil kali ini.

PEMAIN YANG PATUT DIAMATI

Pemain berusia 33 tahun Lee Dong-Gook, telah menjadi salah satu pilar di lini serang Jeonbuk, yang dikenal memiliki slogan yang agresif 'Diam dan terus menyerang'. Dengan 141 gol dalam 318 pertandingan, dia adalah legenda hidup sebagai pencetak gol terbanyak di K-League. Sebagai kapten baru Jeonbuk, dia diperkirakan akan memainkan peran yang paling krusial untuk mengintegrasikan pemain baru dan pemain lama. Sementara lini belakang masih kurang mapan, lini depan luar biasa yang diisi pemain seperti Kevin dan Song Je-Heon akan membantu Dong-Gook mengejar gelar juara dan rekor baru dalam mencetak gol.

Sementara itu, salah satu transfer terbaik di pra-musim adalah Jong Tae-Se ke Suwon Bluewings. Lahir dan dibesarkan di Jepang, pemain timnas Korea Utara tersebut dikenal luas sebagai ‘The People’s Rooney’ dan ia datang untuk bermain di K-League untuk pertama kalinya setelah meraih sukses di J-League tetapi kesulitan di Eropa. Agresivitasnya dan sosoknya yang kompetitif diyakini cocok untuk berkarir di K-League Classic, dan pengalamannya di LCA bersama Kawasaki Frontale akan sangat membantu Suwon di turnamen tersebut.

PERTANDINGAN YANG LAYAK DINANTIKAN

Dikenal sebagai pertandingan super Korea, rivalitas antara Seoul dan Suwon tidak diragukan lagi sebagai yang terbesar dan terpanas di antara rivalitas lainnya di K-League Classic. Penduduk ibukota Korsel terbagi dukungannya di antara kedua klub di pertengahan 1990-an, ketika FC Seoul (yang disebut LG Cheetahs saat itu) pindah ke daerah Anyang. Rivalitas kemudian semakin meninggi dengan kehadiran sponsor LG dan Samsung, yang bersaing di industri elektronik dan sekarang di atas lapangan.

Tetapi Seoul tidak pernah memenangkan pertandingan derby paling populer di Korsel tersebut selama tujuh tahun, meski performa mereka secara keseluruhan sangat baik dan Suwon dapat dikatakan cukup buruk. Juara bertahan K-League tersebut memiliki peluang untuk mematahkan rekor itu pada 14 April di Suwn World Cup Stadium, dan juga pada 3 Agustus di tempat yang sama.


HASIL AKHIR PERTANDINGAN K-LEAGUE WEEK 1

Juara bertahan K-League Seoul mengawali musim ini dengan angka satu, namun hal tersebut tidaklah terlalu mengejutkan mengingat mereka harus menjamu salah satu kandidat kuat juara, yang juga juara bertahan Piala FA, Pohang Steelers.

Juara bertahan LCA Ulsan Hyundai mengawali musim ini dengan baik setelah mengalahkan Daegu dengan skor tipis 2-1. Sementara itu, pemain asal Korut, Jong Tae-Se menjalani debutnya cukup baik dengan mengantarkan Suwon meraih kemenangan 2-1 di kandang Seongnam.

Berikut hasil lengkap K-League pekan pertama:

Ulsan     2 - 1     Daegu  
 
Seoul     2 - 2     Pohang Steelers    
 
Chunnam Dragons     0 - 1     Jeju United    
 
Seongnam     1 - 2     Suwon Bluewings  
 
Incheon United     0 - 0     Gyeongnam         
 
Busan I'Park     2 - 2     Gangwon
 
Daejeon Citizen     1 - 3     Jeonbuk Motors


GOAL.com hadir via ponsel di alamat m.goal.com.
Unduh juga aplikasi GOAL.com secara langsung untuk OS ponsel Anda: