thumbnail Halo,

Seiring bergulirnya Piala Afrika 2013, Peter Davis melihat perkembangan hubungan sepakbola antara Middle Kingdom dan the Birthplace of Humanity.


ANALISIS   PETER DAVIS     PENYUSUN   DONNY AFRONI    
Para pembaca kolom ini mungkin bisa menebak jawaban dari pertanyaan: tim Asia mana yang menyumbang pemain terbanyak ke Piala Afrika 2013? Jelas Cina, karena ada lima pemain yang memperkuat klub di China Super League (CSL). Striker Pantai Gading Didier Drogba (yang hingga awal pekan ini masih milik Shanghai Shenhua), Seydou Keita (Mali), serta Christopher Katongo, Isaac Chansa, dan James Chamanga (Zambia) sedang memburu gelar di Afrika Selatan.

Hubungan erat antara Afrika dan Cina menghasilkan arus keuangan yang besar bagi kedua belah pihak. Tapi, bukan hanya uang yang mengikat mereka, hubungan cerah sepakbola bakal lebih menjanjikan di masa mendatang.

CSL diramaikan sepuluh pemain Afrika, seperti Yakubu di Guangzhou R&F, dan Freddie Kanoute di Beijing Guoan.

Kaitan erat Afrika di CSL lebih mendalam dibandingkan di Piala Afrika; sepulu pemain Afrika kini ada di liga, termasuk Yakubu Ayegbeni di Guangzhou R&F, dan Freddie Kanoute di Beijing Guoan. Tim terdegradasi Henan Construction mempunyai pemain terbaik Afrika versi BBC Christopher Katongo. Pemain asal Ghana, Pantai Gading, Mali, Mozambik, Nigeria, Senegal, dan Zambia ada di kasta tertinggi Cina.

Jika kita memundurkan waktu ke 15 Agustus 2012, sebuah pertandingan persahabatan yang benar-benar bersahabat dimainkan antara Cina dan Ghana. Laga itu berakhir imbang 1-1, dan itu tidak klasik. BBC melaporkan, beberapa hari kemudian, terjadi 'kesepakatan saling mengembangkan' di antara kedua negara. Federasi Ghana sepakat untuk membantu pengembangan pemain muda di Cina, dan sebaliknya mereka mendapatkan bantuan mengenai sepakbola wanita dari Cina. Di level klub, tim Ghana Accra Hearts of Oak dan Beijing Goan juga menjalin bekerja sama.

Sejumlah pemain Afrika memberikan dampak besar bagi CSL; Yakubu mencetak sembilan gol dalam 14 penampilannya pada musim lalu untuk R&F. Tidak sedikit pemain tak terkenal seperti James Chamanga yang telah memberikan kontribusi bagi persepakbolaan Cina. Chamanga tampil lebih dari 100 kali di CSL, dan belum lama ini diboyong Liaoning Whowin setelah meninggalkan Dalian Shide.

"Apa yang saya dapatkan di rakyat Cina adalah cinta, kebahagian, ketulusan, dan kehangatan"
-Yakubu

“Uang tidak bisa membelikan Anda kebahagian,” ujar Yakubu kepada BBC setelah pindah ke Guangzhou. “Apa yang yang saya dapatkan dari rakyat Cina adalah cinta, kebahagiaan, ketulusan, dan kehangatan.”

Jumlah pemain Afrika di kasta tertinggi Cina berubah juga; di mana striker asal Pantai Gading Davy Angan direkrut dari Molde FK ke Hangzhou Greentown, dan mantan pemain Hull City Kamil Zayatte dari Guinea menjalani seleksi di Liaoning Whowin. John Utaka, saudara pemain Dalian Aerbin Peter Utaka, dikaitkan dengan Beijing Guoan. Pemain Mozambik Simao kemungkinan meninggalkan Shandong Luneng, dan veteran CS asal Nigeria Gabriel Melkam sedang mencari klub baru setelah dilepas Qingdao Jonoon.

Masih di 2013, pemain Afrika yang meninggalkan Cina adalah Didier Drogba yang hengkang ke Galatasaray, secepat dia datang ke tim itu dengan sambutan antusias dari fans setempat. Masa depan Isaac Chansa di Henang tidak menentu setelah itu terdegradasi: “Kami telah berbicara dengan klub, dan mereka menginginkan semua pemain bertahan,” katanya kepada kickoff.com. “Tapi itu kemungkinan terjadi usai Piala Afrika."

[Karikari] mendapatkan kartu identitas Hong Kong pada 2011, dan berubah kewarganegaraan satu tahun kemudian setelah sepuluh tahun tinggal di Hong Kong.

Hal menarik yang diambil dari hubungan Afrika-Cina secara keseluruhan adalah pemain Hong Kong kelahiran Ghana Godfred Karikari, yang bermain bersama Katongo dan Chansa di Henan. Sang striker mendapatkan kartu identitas Hong Kong pada 2011, dan secara resmi berganti kewarganegaraan setahun kemudian setelah selama sepuluh tahun menetap di Hong Kong. Paling penting, Karikari tidak lagi dianggap sebagai pemain asing.

“Saya menulis surat kepada pemerintah Ghana, mendesak mereka memberikan dokumen-dokumen secepat mungkin,” ujar pemain berusia 27 tahun kepada South China Morning Post. “Impian saya bermain untuk Hong Kong di laga internasional.”

Kita jangan berharap Yakubu atau Keita mengajukan permohonan paspor Cina dalam waktu dekat, mengingat kisah keterikatan antara Cina dan Afrika bisa mengedepankan hubungan sepakbola yang sangat erat, dan sejumlah pemain impor dari Afrika tak perlu dipertanyakan lagi kapasitasnya dalam menempatkan sepakbola Cina di peta dunia. Piala Afrika merupakan pertunjukan terbesar di benua itu, dan menatap ke depan mengenai kemungkinan para pemain yang bersinar di ajang tersebut mengenakan jersey klub-klub Cina di masa mendatang.



Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait