thumbnail Halo,

Kalender internasional FIFA dikeluhkan Carlos Queiroz karena tidak memadai untuk tim-tim Asia yang harus menempuh perjalanan jauh.


OLEH   AGUNG HARSYA     Ikuti @agungharsya di twitter
Pelatih timnas Iran asal Portugal, Carlos Queiroz, menuduh FIFA tidak adil karena penyusunan kalender internasional.

Di tengah kampanye Iran lolos ke Piala Dunia keempat mereka, Team Melli harus melakukan sejumlah pertandingan di tempat yang berjauhan dengan selisih waktu yang ketat. Pada jadwal kualifikasi Piala Dunia 2014, Iran diagendakan menghadapi tuan rumah Qatar, kemudian menjamu Libanon, dan akhirnya bertandang ke Korea Selatan. Setiap pertandingan hanya berselisih satu pekan.

"Salah satu hal paling sulit yang dihadapi di Asia adalah jarak yang jauh," keluh Queiroz kepada BBC World Football.

"Ketika melatih tim seperti Inggris atau Portugal atau Spanyol, kita bisa berangkat dengan singkat. Dengan peraturan FIFA yang ada sekarang, ada lima hari persiapan tim. Kalau kita menghabiskan waktu empat hari perjalanan, hanya ada satu hari untuk mempersiapkan tim."

"Ini bukan tugas seorang pelatih. Ini tugas pesulap."

Empat tahun lalu, tepatnya 6 Juni 2009, Iran harus menyambangi Pyongyang bertemu tuan rumah Korea Utara dan empat hari kemudian ganti menjamu Uni Emirat Arab. Perjalanan mereka melintasi jarak hampir 13 ribu kilometer. Sepekan berselang, Iran melawat ke Seoul, 6.500 kilometer jaraknya, dan gagal lolos ke Piala Dunia Afrika Selatan.

"Peraturan FIFA dibuat untuk menyokong Jerman, Inggris, dan Portugal. Jadi kalau mengikuti jadwal internasional, tidak akan ada dampak apapun," sergah Queiroz.

"Kami memiliki materi pemain, punya tim, dan saya akan mendampingi para pemain hingga detik terakhir untuk memperjuangkan tempat di Piala Dunia di Brasil. Ini merupakan mimpi yang ingin saya jadikan kenyataan dalam hidup."

GOAL.com hadir via ponsel di alamat m.goal.com.
Unduh juga aplikasi GOAL.com secara langsung untuk OS ponsel Anda:


Terkait