thumbnail Halo,

Al Habsi menilai cuaca di Oman saat ini cocok dengan pemain Jepang, karena seperti musim panas di Negeri Matahari Terbit.


OLEH   DONNY AFRONI        
Penjaga gawang Oman Ali Al Habsi merasa kesal dengan keluhan pelatih Jepang Alberto Zaccheroni mengenai cuaca panas di Muscat yang bisa membuat performa anak asuhnya tidak maksimal dalam pertandingan penyisihan Grup B kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia, Rabu (14/11).

Zaccheroni menyatakan, cuaca panas akan menjadi tantangan terbesar bagi tim Samurai Biru. Jepang berusaha mencari kemenangan untuk memuluskan jalan mereka ke putaran final di Brasil.

“Satu-satunya perhatian saya adalah panas. Anda tidak akan pernah tahu efek seperti apa yang didapat dari cuaca panas di sebuah pertandingan,” ujar Zaccheroni kepada wartawan.

“Saya yakin pertandingan akan dimainkan dengan pendekatan berbeda jika dilangsungkan pada pukul delapan malam.”

Al Habsi membalas keluhan Zaccheroni dengan menyebutkan pelatih asal Italia ini melakukan perang urat syaraf.

“Ini tidak seperti Juni, di mana temperatur bisa mencapai 50 derajat celcius. Ini hanya 30, yang mana bagus bagi kami dan pemain Jepang,” cetus Al Habsi.

“Pada musim panas di Jepang, cuaca seperti ini, dan mereka sudah terbiasa. Tidak ada perbedaan sama sekali.”

Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait