thumbnail Halo,

Asosiasi Sepakbola Korea Selatan (KFA) menyatakan tindakan Park Jong-Woo pada Olimpiade lalu bersifat spontan.

KFA mencoba berdamai dengan pihak Asosiasi Sepakbola Jepang (JFA) sehubungan dengan pesan politik Park Jong-Woo sesaat setelah mengalahkan Jepang untuk meraih medali perunggu Olimpiade London 2012.

Namun, KFA membantah telah mengirimkan permintaan maaf, setelah JFA menyatakan penerimaan surat resmi dari KFA, dengan menyatakan dokumen kepada ketua JFA Kuniya Daini itu hanya mengungkapkan, "harapan kedua pihak bisa bekerjasama untuk mencegah insiden serupa di masa depan."

Tentang insiden itu sendiri, KFA menganggap aksi itu sebagai, "Insiden impulsif, tanpa maksud politik apapun dan tak direncanakan sebelumnya."

Park menunjukkan kertas bertuliskan 'Dokdo adalah daerah kami' yang kian memanaskan perselisihan kedua negara seputar hak milik pulau yang diyakini memiliki cadangan gas alam bernilai milyaran dolar AS itu dan disebut sebagai Takeshima oleh pihak Jepang.

Akibat aksi itu, Park dilarang FIFA untuk hadir dalam pengalungan medali perunggu seusai partai final di Wembley sehari sesudah laga medali perunggu itu, dan namanya pun tak dibacakan kepada publik.

Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait