thumbnail Halo,

Tim Samurai Biru menghabisi Australia lima gol tanpa balas.

Dominasi Jepang di Kualifiasi Grup E Piala Asia tak tergoyahkan. Tim berjulukan Samurai Biru ini menasbihkan diri sebagai juara grup setelah membungkam Australia dengan lima gol tanpa balas pada laga terakhir di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Minggu (15/7).

Notsuda Gakuto menjadi pahlawan bagi kemenangan Jepang pada pertandingan kemarin. Tidak saja menjadi motor serangan, namun Pemain bernomor kostum 11 ini  juga menyumbang dua gol. Sementara tiga gol lainnya disumbangkan, Hirota, Iwanami Takuya dan Watari.

Sukses ini tidak saja memastikan tiket lolos ke babak selanjutnya, tapi menghantarkan pasukkan Yoshida ini menjadi juara grup. Jepang tampil sempurna dengan menyapu semua pertandingan dengan kemenangan dan mengumpulkan nilai 15. Sebaliknya, meski kalah Australia masih tetap mengantongi tiket ke putaran final lantaran unggul dari Singapura..

Sejak peluit tanda kick off babak pertama dibunyikan, Jepang langsung menguasai jalannya pertandingan. Serangan dengan satu dua sentuhan dengan memanfaatkan lebar lapangan, Jepang sukses mengurung pertahanan dan membuat permainan Australia tidak bisa berkembang.

Australia yang unggul dalam postur tubuh hanya bisa membalas tekanan Jepang melalui serangan balik dan umpan lambung ke arah kotak 16 Jepang. Akibatnya, di babak pertama Jepang sudah unggul 3-0 melalui gol yang diciptakan Natsuda Gakhuto, Iwanami Takuyo dan Watarai.

Di babak kedua, Australia mencoba untuk mengejar ketinggalan. Akurasi serangan dan kerjasama antar lini mampu merepotkan barisan pertahanan Jepang. Tapi, keasyikan menyerang membuat barisan pertahanan Australia sedikit longgar. Kondisi ini dimanfaatkan Jepang untuk melakukan serangan balik. Hasilnya, Aaron Lennok kembali harus memunggut bola untuk keempat kalinya setelah gagal menganisifasi tendangan keras Natsuda Gakuto pada menit ke-54.

Defisit empat gol yang diderita, masih coba dikejar oleh anak-anak Australia. Nick Fitzgerald nyaris mencetak gol saat kiper Jepang, Nakamura Kosuke membuat bulder saat menyapu umpan back pass pemain belakangnya.

Tapi, kembali usaha mereka untuk memperkecil kekalahan kandas. Begitu juga di menit ke 65, berturut-turut Mitch Cooper dan  Corey Edward Brown berturut-turut kembali membombardir gawang Jepang. Namun kegemilangan, Nakamura membuat asa Australia untuk mencetak gol belum berhasil.

Menit ke 70, Jake Barker-Daish melepaskan tendangan keras dari luar kotak pinalti, lagi-lagi peluang ini gagal setelah dipatahakan oleh penjaga gawang Jepang. Kelemahan Australia terhadap serangan balik tampak jelas di menit ke 77. Melalu sebuah serangan cepat dari sisi kiri pertahanan Australia, Hirota menambah sengsara Australia dengan sontekannya, Jepang unggul 5-0.

Usai gol ini, berbagai usaha terus dilancarkan Australia untuk paling tidak memperkecil kekalahan, namun disiplinnya barisan pertahanan Jepang yang digalang sang Kapten Kushibiki membuat Australia tak berdaya dan harus puas membawa pulang kekalahan lima gol tanpa balas.

Pelatih Jepang Yoshida mengaku sangat puas dengan hasil yang diraih anak asuhannya. Apalagi sepanjang penyisihan grup ini Watari dan kawan-kawan tampil dengan baik. "Saya sangat puas dengan penampilan anak-anak. Mereka tampil konsisten sepanjang babak penyisihan. Ini menjadi modal penting kami di putaran final nanti," ujarnya.'

Sementara pelatih Australia Paol Okon mengatakan sangat kecewa dengan kekalahan yang dideritanya. Namun, ia mengakui bahwa kualitias Jepang sangat baik dibandingkan timnya, terutama dalam kerjasama. "Jelas kami kecewa. Tapi, kami saluti dengan semangan yang diperlihatkan pemain Jepang. Mereka tampil pantang menyerah," ujarnya.

Sementara pada pertandingan lainnya di Stadion Utama Riau, timnas Timor Leste berhasil meraih kemenangan telak  4-1 atas Makau. Ini merupakan kemenangan terakhir Timor Leste sepanjang penyisihan grup.

Hasil ini memancang The Rising Sun, julukan Timor Leste di urutan kelima Grup E Piala Asia U-22 dengan raihan tiga poin. Sementara Macau harus puas berada di juru kunci grup tanpa membawa pulang poin satupun.

Tiga gol Timor Leste berhasil digawangkan Marcos kemudian satu golnya berhasil diciptakan Hendrique Cruz. Sementara gol semata wayang Macau diciptakan Chaw Wai Fong.

Bagi Norio Tsukitate, Pelatih Kepala Timor Leste merasakan hasil ini adalah pencapaian yang sangat bagus. Dari lima laga yang dilakoni selama penyisihan, laga penutup merupakan hadiah untuk dibawa ke kampung halaman.

Namun petaka bagi Macau yang tanpa sekalipun merasakan kemenangan di Bumi Lancang Kuning. Tetapi bagi Leung Sui Wing tetap menganggap timnya sudah berusaha sebaik mungkin. Faktor kelelahanlah yang menjadi pengganjal timnya untuk mengeluarkan performa terbaik.

Sejak menit awal pertandingan, Timor Leste langsung tampil menyerang. Seperti tidak ada beban dan rasa kehilangan di laga sebelumnya. Tampil ngotot dengan pemain dalam motivasi tinggi memberikan kemudahan bagi tim untuk berkomunikasi.

Duet Marcos dan Kefi memantapkan lini serang Timor Leste. Marcos mampu menyarungkan dua gol Timot Leste di babak pertama. Sementara Macau mencoba mengurangi ketertinggalan dengan mengubah skor menjadi 2-1 dan bertahan hingga babak turun minum.

Kemudian Timor Leste menambah dua golnya di babak kedua. Lewat Marcos dan Hendrique. Hasil ini memastikan posisi Timor Leste di penyelesaian babak peringkat lima Grup E sekaligus menjadi ole-ole mereka dari ajang ini.

Sementara tim Macau tetap terpaku di posisi enam alias juru kunci, tanpa poin, dari enam laga. Pelatih Timor Leste Norio mengaku, hasil yang diraih anak asuhnya di laga terakhir merupakan hasil terbaik di semua laga yang dilakoni selama piala AFC. (gk-22)

Terkait