thumbnail Halo,

Diego Maradona tidak bisa melupakan perlakuan pengurus AFA ketika dirinya masih bertugas sebagai pelatih timnas Argentina.


OLEH   AGUNG HARSYA     Ikuti @agungharsya di twitter
Diego Maradona menumpahkan kekesalan dilupakan publik sendiri mulai saat tersingkir secara memalukan di Piala Dunia 2010 hingga kini.

Maradona bertugas sebagai pelatih timnas Argentina pada 2008 dengan harapan tinggi ketika Piala Dunia digelar di Afrika Selatan. Meski mengawali turnamen dengan sukses, Argentina terhenti di babak delapan besar setelah ditumpas Jerman empat gol tanpa balas.

Mei 2011, legenda Napoli itu kemudian melanjutkan kiprah kepelatihan di Uni Emirat Arab bersama Al Wasl hingga akhirnya dipecat Juli 2012. Kini masih menetap di Dubai, Maradona tak melupakan perlakuan pengurus federasi Argentina (AFA) terhadap dirinya.

"Saya merasa disingkirkan karena keluarga Grondona bos di Argentina," ungkapnya dalam wawancara kepada sebuah stasiun televisi Argentina.

"Bahkan sekarang saya tak lagi menyaksikan pertandingan timnas Argentina. Kalau harus mengatakan sesuatu tentang timnas, kelihatannya staf kepelatihan saat ini membeli media sehingga tak ada yang mengkritik mereka."

"Orang-orang ingin membunuh saya ketika saya memainkan Nicolas Otamendi sebagai bek kanan menghadapi Jerman, sekarang Hugo Campagnaro bermain di luar posisinya dan tak ada yang mengatakan sesuatu."

Seakan belum cukup puas, Maradona mengarahkan telunjuk ke hidung Carlos Bilardo dan Humberto Grondona. Bilardo merupakan penasihat timnas semasa Maradona bertugas, sedangkan Humberto merupakan putra presiden AFA.

"Bilardo masih bertugas sebagai koordinator timnas. Dia bertahan karena uang. Humberto mengawasi timnas yunior padahal dia tidak tahu bagaimana cara menendang bola!" pungkasnya.

Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait