thumbnail Halo,

Doni sempat 'meninggal' selama 25 detik karena serangan jantung ketika dia menjalani tes medis di Liverpool, setahun silam.


OLEH   ANUGERAH PAMUJI     Ikuti Anugerah Pamuji di twitter
Mantan kiper Liverpool Doni membeberkan kenangan mengerikan dirinya sesaat sebelum bergabung dengan The Reds. Kiper yang baru saja dikontrak klub Brasil, Botafogo, itu mengakui, ketika menjalani tes medis di Anfield, dia sempat 'meninggal' selama 25 detik akibat serangan jantung.

"Saya menjalani tes medis [di Liverpool, selama pramusim 2012], dan saya mengalami serangan kardiorespirasi. Saya tak sadarkan diri selama 25 detik dan hampir pergi ke 'sisi yang lain'," cerita Doni kepada Globoesporte.

"Setelah itu, saya pergi ke London dan menjalani beberapa pemeriksaan yang mengonfirmasi saya belum bisa melanjutkan. Lalu mereka  memulangkan saya ke Roma, di mana salah satu dokter terbaik di Eropa yang merawat saya selama enam tahun. Setelah melalui lagi pemeriksaan, sang dokter meminta saya untuk bertahan beberapa bulan dan absen [dari sepakbola]," sambungnya panjang lebar.

"Dokter mengatakan: 'Saya tidak bisa melarang Anda bermain sepakbola, namun saya tidak ingin menandatangani dokumen yang mengizinkan Anda untuk beraktivitas. Nasihat saya pada Anda adalah jangan pernah bermain bola lagi. Dan setelah dia mengatkaan itu, saya akhirnya bisa berlatih kembali secara profesional."

Doni merasa periode mengerikan itu yang lantas membuat penampilannya turun drastis. Terbukti memang, selama dia berseragam The Reds, Doni jarang mendapatkan kesempatan tampil.

"Saya benar-benar merana selama tiga bulan. Saya tidak bisa tidur, siapapun yang melalui itu pasti punya perasaan yang mengerikan. Ketika Anda kembali, itu terasa seperti Anda tidak tidur selama bertahun-tahun. Sungguh sangat berpengaruh secara psikologis. Namun setelah beberapa bulan akhirnya situasi ini berakhir. Saya pun kembali dengan normal," lanjut Doni berkisah.

Doni lalu mengungkapkan keputusannya memilih Brasil sebagai pelabuhan berikutnya.

"Anda akhirnya memberikan penilaian hidup secara lebih, kepada keluarga Anda, anak Anda, Anda hanya ingin tetap dekat dengan keluarga Anda. Ketika Anda memutuskan berhenti [sebagai pemain], berpikirlah dan sadari apa hal terpenting dalam hidup Anda," tutup Doni.

Terkait