thumbnail Halo,

Para pemain pilihan yang akan terlibat di partai puncak Liga Champions digabungkan menjadi satu tim.


GOALOLEH   DEWI AGRENIAWATI    Ikuti di twitter

Dua tim yang dihuni pemain-pemain kualitas tinggi bakal bertarung di partai puncak Liga Champions, Sabtu (24/5) malam waktu setempat. Real Madrid, dengan sederet bintang berbanderol tinggi berambisi mewujudkan La Decima. Obsesi mencium Si Kuping Kembar untuk kali pertama setelah satu dekade lebih membuat Los Merengues tampil habis-habisan untuk menuju partai penentu juara, termasuk membantai kampiun bertahan Bayern Munich dengan agregat 5-0.

Sementara itu, Atletico Madrid, tengah merangkai mimpi menjadi tim paling sukses musim ini dengan mengawinkan titel La Liga dan trofi paling elite di Eropa. Etos kerja serta semangat juang tinggi membawa Los Cholconeros sebagai paket paling mengejutkan. Barcelona dan Chelsea sudah merasakan sengatan tim Diego Simeone.

Melihat para penggawa duo Madrid yang akan berlaga di final, tak ada salahnya kita berandai-andai memasukkan mereka dalam satu tim. Untuk itu, Goal Indonesia menggabungkan pemain-pemain andalan dari kedua tim menjadi starting XI berikut ini. 


  Kiper - Thibaut Courtois
Atletico Madrid

Nama Thibaut Courtois pantas dikedepankan di posisi kiper, meski kalah senior dibandingkan Iker Casillas. Pemuda 22 tahun inilah yang membuat tim-tim top seperti Barcelona dan Chelsea frustrasi dengan sejumlah penyelamatan gemilang. Selain dari duel tersebut, performa Courtois di Liga Champions sepanjang musim ini memang menawan. Sejak penyisihan grup, kiper yang dipinjam dari Chelsea cuma sekali tidak tampil ketika berhadapan dengan Porto dan dengan total 11 penampilan, gawang Los Cholconeros enam kali kebobolan dan sebanyak lima kali clean-sheet.


  Bek - Sergio Ramos
Real Madrid

Bek serba bisa yang memiliki naluri menyerang tinggi. Sergio Ramos termasuk salah satu kunci yang membawa Los Blancos melangkah jauh ke final untuk mengapungkan mimpi La Decima. Kemampuannya dalam bertahan tak perlu diragukan, yang membuatnya makin berbahaya, mantan bek Sevilla ini punya insting tajam di depan gawang. Dua gol Ramos berhasil meluluhlantakkan Bayern di Allian Arena, plus tiga assist selama perjalanan menuju partai puncak.


  Bek - Diego Godin
Atletico Madrid

Diego Godin pantas menyegel satu tempat dalam gabungan starting XI final Liga Champions berkat konsistensi performanya sejak babak penyisihan grup. Bek internasional Uruguay ini memberikan kenyamanan kepada rekan setim saat melakukan serangan ke area lawan. Godin selalu tampil percaya diri setiap dipercaya mengisi jantung pertahanan dan tidak ragu melakukan tekel setiap lawan mulai mengancam dengan pemain 28 tahun total melakukan 59 clearence.


  Bek - Miranda
Atletico Madrid

Berani, lugas, dan selalu main dengan konsentrasi tinggi menjadikan Miranda tandem sempurna buat Diego Godin. Siapa pun lawannya, Miranda tak pernah gentar menjaga daerah pertahanan. Di antara penggawa Atletico lainnya, cuma Miranda yang tampil penuh di 12 pertandingan tepat sejak laga pertama penyisihan grup kontra Zenit Saint-Petersburg.


  Bek - Fabio Coentrao
Real Madrid


Fabio Coentrao harus menyaksikan timnya bertanding dari pinggir lapangan hingga leg pertama babak 16 besar. Dia tak kebagian tempat karena Marcelo menjadi pilihan utama sampai cedera hamstring bek Brasil menjadi berkah buatnya, yang tampil di lima pertandingan terakhir secara beruntun. Gol tunggal yang dicetak Karim Benzema kontra Bayern Munich di leg pertama empat besar, buah dari umpan matang pemain Portugal.


  Gelandang - Angel Di Maria
Real Madrid

Dapat membaca permainan, punya visi luar biasa, dan kemampuan passing di atas rata-rata menempatkan Angel Di Maria sebagai salah satu gelandang terbaik saat ini. Dia juga rajin membongkar rapatnya pertahanan lawan dan seperti telah disebutkan, skill memberikan umpan kepada rekan setim menjadi andalan. Torehan lima assist serta tiga gol dalam 700 menit menjadi bukti kapasitas pentolan timnas Argentina.





  Gelandang - Gabi
Atletico Madrid

Usianya sudah kepala tiga, tapi penampilan Gabi musim ini sangat vital buat Atletico. Dia-lah yang mengatur keseimbangan skuat Simeone, rajin merebut bola saat dikuasai lawan yang membuahkan serangan balik. Akurasi umpan-nya terbilang tinggi, 88,2 persen dari 11 penampilan dan dalam prosesnya empat assist disumbangkan Gabi.


  Gelandang - Arda Turan
Atletico Madrid

Tidak kenal lelah dan tak pernah menunjukkan rasa gentar menghadapi siapa pun membuat Arda Turan sering dicap gladiator-nya Atletico. Pemain asal Turki unggul dalam memberikan umpan, mempertahankan penguasaan, drible, bahkan tidak jarang dia ikut kontribusi dalam bertahan. Selebrasi emosional dilakukan Arda Turan ketika sepakan kaki kanannya menghujam gawang Mark Schwarzer di leg kedua semi-final versus Chelsea. Itu menggenapkan catatan empat golnya di kompetisi primer Eropa.



  Gelandang - Koke
Atletico Madrid


Kemampuannya melakukan penetrasi ke area lawan, baik dari sisi kiri dan kanan, menjadi andalan gelandang muda Koke. Performanya kian matang, tidak sebanding dengan usia yang baru 22 tahun pada Januari lalu. Tidak heran jika Simeone memberinya kepercayaan tampil di 12 (satu sebagai pengganti) pertandingan musim ini, dibayar dengan sumbangan dua assist dan sebiji gol yang dicetak ke gawang Barca di leg kedua babak delapan besar.



  Penyerang - Diego Costa
Atletico Madrid

Mengukir rata-rata satu gol di satu pertandingan Liga Champions menjadikan Diego Costa sebagai salah satu penyerang berbahaya, sehingga dia pantas menemani Ronaldo di lini depan gabung starting XI ini. Cerdik dalam mencari posisi yang dikombinasikan dengan finishing sempurna membuat Costa kerap menebar teror ke pertahanan lawan.

  Penyerang - Cristiano Ronaldo
Real Madrid


Tak perlu banyak kata-kata untuk menggambarkan performa Cristiano Ronaldo musim ini. Kapten tim nasional Portugal menyumbang 16 gol selama sepuluh kali tampil, angka tertinggi dibandingkan pemain lainnya. Dengan gol tersebut, Ronaldo berarti resmi menjadi pemain tersubur dalam satu musim Liga Champions, mengalahkan rekor Lionel Messi di angka 14 yang dicatat pada musim 2011/12. Fantastis!


  Pelatih – Diego Simeone
Atletico Madrid


Apresiasi tertinggi pantas diberikan kepada Simeone setelah membawa timnya melangkah hingga ke final kompetisi primer Eropa, prestasi tertinggi sejak berkarier sebagai pelatih. Sejak kedatangan Simeone di Vicente Calderon tiga tahun silam, Los Cholconeros kembali menjadi tim yang disegani sampai ke Eropa. Sepanjang perjalanannya ke partai puncak, Simeone tak pernah kalah dan sembilan kali menang dalam 12 pertandingan. Luar biasa.


Liga Champions >> Halaman Khusus Liga Champions

>> Semua Berita Liga Champions

>> Jadwal - Hasil - Klasemen Liga Champions


Terkait