thumbnail Halo,

Sempat dibuat ketar-ketir oleh gencarnya serangan Borussia Dortmund di awal laga, Bayern Munich akhirnya menjuarai Liga Champions berkat skor kemenangan 2-1


OLEH    DEFANIE ARIANTI
Bayern Munich membayar lunas kegagalan mereka pada dua final Liga Champions dalam tiga tahun terakhir setelah angkat trofi sebagai Raja Eropa di Wembley berkat kemenangan 2-1 atas Borussia Dortmund, Minggu (26/5) dinihari WIB.

Arjen Robben menjadi pahlawan kemenangan Bayern Munich menggondol gelar Liga Champions kali kelima sepanjang sejarah. Mario Mandzukic membawa Die Roten unggul lebih dulu lewat golnya di menit 60. Namun, Ilkay Gundongan menyamakan kedudukan bagi Dortmund melalui titik putih menyusul pelanggaran Dante terhadap Marco Reus di kotak terlarang.

MAN OF THE MATCH

ARJEN ROBBEN
BORUSSIA DORTMUND 1-2 BAYERN MUNICH
HIGHLIGHT PEMAIN

43' - Peluang emas menyusul kelengahan Hummels
60' - Lolos dari jebakan offside sebelum mengirimkan assist yang membuahkan gol Mario Mandzukic
89' - Meneruskan serangan Franck Ribery untuk melakukan penetrasi ke dalam kotak dan mencetak gol kemenangan
 
Live Commentary
Rapor Pemain
Ketika laga tampaknya akan berlanjut ke babak tambahan, Robben membuat fans Bayern bersorak berkat golnya di menit 89 setelah menyambut operan Franck Ribery dan melakukan penetrasi ke dalam kotak.

Dortmund sebenarnya memberikan perlawanan cukup sengit kepada anak-anak asuh Jupp Heynckes. Secara statistik, mereka memang 'hanya' menguasai laga 42 persen sementara Bayern tampil dominan dengan possession 58 persen. Namun, Die Borussen cukup rajin melepaskan tembakan on target (8) dan hanya kalah tipis dari Bayern (9).

GOAL.com Indonesia menunjuk Arjen Robben sebagai pemain terbaik pada pertandingan kali ini, bukan saja berkat gol kemenangannya di akhir laga. Tapi, winger Belanda itu juga menyumbangkan assist yang memungkinkan Mandzukic mencetak gol pembuka. Ini menjadi 'pembalasan' manis bagi Robben setelah musim lalu dia gagal mengeksekusi penalti ke gawang Chelsea sebelum klub London memenangkan Liga Champions 2011-12 lewat adu penalti.

Pemain lain yang wajib mendapat apresiasi adalah kiper kedua tim, Manuel Neuer dan Roman Weidenfeller, yang memperlihatkan aksi-aksi ciamik dalam menyelamatkan gawang mereka.

Di babak pertama Neuer membuat para punggawa Dortmund frustrasi berkat kesigapannya di bawah mistar. Neuer beberapa kali menggagalkan serangan Robert Lewandowski dan Marco Reus yang terlihat garang di depan gawang.

Sebaliknya, Weidenfeller pun tampil ciamik menjaga gawang Dortmund, dan tidak bisa sepenuhnya disalahkan atas kedua gol Bayern. Weidenfeller sempat memblok dua peluang awal Robben dan tercatat melakukan setidaknya enam penyelamatan sepanjang laga.

Lantas, siapa kiranya yang tidak tampil maksimal pada salah satu final Liga Champions terbaik sepanjang beberapa tahun terakhir ini? Bek Marcel Schmelzer tampaknya menjadi titik lemah Dortmund. Schmelzer tidak cukup sigap dalam mengamankan bola-bola atas dan hanya melakukan empat clearance yang efektif.

Mats Hummels juga tidak dalam performa terbaiknya di laga ini. Sepanjang 45 menit kedua, Hummels sama sekali gagal mempertahankan konsistensi performa di paruh pertama. Bek 24 tahun tidak memberikan banyak kontribusi di lini pertahanan, namun dia cukup membantu dalam distribusi bola.

Bayern Munich memang layak angkat trofi di Wembley setelah menjadi yang terbaik sepanjang babak penyisihan dan fase gugur. Inilah buah kesabaran dan kerja keras raksasa Jerman selama beberapa tahun terakhir. Selamat, Bayern!

Ikuti perkembangan terkini Liga Champions di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Champions, lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen Liga Champions.

Terkait