thumbnail Halo,
Rizzoli pegang kendali final Liga Champions 2013.

FOKUS: Ketika Final Liga Champions Ada Di Kendali Nicola Rizzoli

Rizzoli pegang kendali final Liga Champions 2013.

Getty

Lupakan sudah kasus Calciopoli, Totonero, pengaturan skor dan perjudian ilegal di Italia, karena masih ada wakil negeri Pizza yang masih dipercaya memimpin laga terbaik Eropa.


OLEH   M YANUAR F     Ikuti @mohammadyanuar di twitter

Menyebut sepakbola Italia dalam satu atau dua dekade terakhir, identiknya adalah hal-hal negatif yang begitu menyesakkan.

Pada tahun 1980 misalnya, ada skandal Totonero alias pengaturan skor yang melibatkan Lazio dan Milan. Di 2006, muncul Calciopoli, dengan Juventus yang jadi tumbalnya. Dua tahun lalu, muncul lagi skandal pengaturan skor dan perjudian ilegal yang pengusutannya hingga kini masih berlangsung.

Sepakbola Italia benar-benar tercoreng karenanya. Citra Serie A Italia dan kompetisi di bawahnya pun tak lagi mentereng.

Namun begitu, upaya Serie A untuk terus memperbaiki diri mulai membuahkan hasil. Tim-tim sudah kembali kompettif di level Eropa, dan kepercayaan dari UEFA pun mulai diraih.

Adalah Nicola Rizzoli yang kini menjadi wakil Italia yang mendapat kepercayaan besar dari UEFA, untuk memimpin laga final Liga Champions 2013, antara Borussia Dortmund dan Bayern Munich di Inggris, tepatnya di stadion Wembley.

Tak banyak yang mengenal wasit 41 tahun itu. Memang, sepak terjangnya tak seperti Pierluigi Collina saat masih di masa jayanya. Tapi, UEFA bukan fans sepakbola yang luput memantau potensi-potensi wasit terbaik di bawah naungan mereka.

Rizzoli sendiri merupakan seorang arsitek ketika berada jauh dari lapangan hijau. Tapi, reputasinya sebagai wasit lebih dikenal.

Mulai aktif menjadi wasit pada 2002 di Serie A dan mendapat lisensi internasional lima tahun kemudian. Setelahnya, Rizzoli pun masuk sebagai jajaran wasit elit Eropa dan dipercaya menangani laga-laga penting seperti final Liga Europa 2010 antara Atletico Madrid dan Fulham di Hamburg, juga tiga laga pentng di Piala Eropa 2012.

NICOLA RIZZOLI | Italia

STATISTIK MUSIM INI
Laga 25
Kartu kuning 129
Kartu kuning-merah 4
Kartu merah 6
Penalti 7
FAKTA WASIT
Tanggal lahir 05/10/1971
Gaya mewasiti Sangat ketat
Laga terbesar Final liga Europa 2009-10

Meski begitu, juga ada kesan negatif yang melekat dalam diri Rizzoli. Dia terkenal royal mengeluarkan kartu dari kantung saku baju maupun celananya (baca: kartu merah).

Di setiap laga di musim 2012/13, Rizzoli tercatat mengeluarkan setidaknya lima kartu di Serie A Italia, salah satu dari yang tertinggi. Sementara untuk kartu merah, rata-rata per laga kemungkinannya 24 persen.

Rizzoli, seperti halnya wasit lainnya, juga sempat dinilai membuat keputusan blunder saat memimpin laga. Pada 2008, Francesco Totti terlihat memakinya habis-habisan setelah zona tendangan kapten AS Roma itu terhalang dirinya. Rizzoli tak memberikan peringatan atau kartu untuk Totti.
  TIM RIZZOLI
Asisten Wasit 1  Renato Faverani
Asisten wasit 2 Andrea Stefani
Asisten wasit 3 Gianluca Cariolato (standby)
Asisten tambahan Gianluca Rocchi
Asisten tembahan
Paolo Tagliavento
Ofisial keempat Damir Skomina (Slovenia)

Di 2010, giliran Sir Alex Ferguson yang mengkritiknya. Rizzoli dinilai terlalu mudah memberikan kartu terkait kartu merah yang didapat Rafael pada 2010 saat Manchester United menjalani laga melawan Bayern Munich di perempat-final Liga Champions. Ferguson menilai Rizzoli mengeluarkan dua kartu kuning untuk Rafael tanpa alasan yang tepat.

Pada 2012, pelatih Lazio Edy Reja menilai Rizzoli menerapkan standar ganda saat bertugas. Rizzoli dinilai telah memperlakukan klub kecil dan besar secara berbeda.

Kontroversi Rizzoli juga terjadi pada Mei 2012, saat memberikan tiga tendangan penalti untuk Milan saat menang 4-2 atas FC Internazionale, di mana dua keputusan di antaranya tidak diambil dengan alasan yang tepat.

Juga di laga musim ini pada Coppa Italia antara Roma dan Fiorentina, Rizzoli mendapat sorotan tajam karena sudah mengeluarkan sembilan kartu kuning dan tiga kartu merah.

Meski begitu, Rizzoli tetap dinobatkan sebagai salah satu wasit terbaik Serie A pada Januari 2012 oleh Asosiasi Pesepakbola Italia (AIC).

Lalu, apakah Rizzoli punya sejarah dengan Bayern dan Dortmund? Jawabannya adalah tidak untuk Dortmund, tapi ya untuk Bayern. Sayangnya bagi Bayern, sejarah dengan Rizzoli tidak bisa dikatakan sejarah yang indah.

Pertemuan pertama Bayern dan Rizzoli terjadi pada April 2010, di mana klub Jerman itu takluk 3-2 dari Manchester United. Meski begitu, Bayern tetap lolos ke final dan akhirnya takluk dari Inter.

Pertemuan kedua terjadi dua tahun kemudian, Saat Bayern menghadapi Basel. Bayern juga takluk di laga tersebut, dengan skor 1-0. Dengan kemenangan 7-0 di duel berikutnya, Bayern melenggang sampai ke final sebelum kemudian dikandaskan Chelsea.

Terlepas dari itu semua, Rizzoli memiliki ketenangan dan kemampuan mengatasi tekanan, yang membuatnya layak memimpin partai bergengsi sekelas final Liga Champions 2013.

Ikuti perkembangan terkini Liga Champions di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Champions, lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen Liga Champions.

Tendangan Bebas

Menurut prediksi Anda, siapa Juara Liga Champions 2012/13?

Terkait