thumbnail Halo,

Wembley bakal menjadi saksi apakah Bayern Munich sukses menjadi jawara lima kali Liga Champions atau justru menjadi pecundang karena kalah tiga kali di tiga final terakhir.


OLEH  SANDY MARIATNA      Ikuti @fasandym di twitter

Nyanyian "Football Coming Home" didendangkan fans Bayern Munich sebagai ejekan ketika Die Roten berhasil menang 3-1 atas Arsenal di Emirates Stadium dalam leg pertama 16 besar Liga Champions. Tampaknya, fans Borussia Dortmund akan bergabung untuk menyanyikan chant tersebut di Wembley, tempat di mana timnas Jerman meraih gelar Piala Eropa 1996 dan juga tempat di mana all-German final pertama kali tercipta di Liga Champions pada Minggu (26/5) dini hari WIB.

Ya, Bayern Munich dan Borussia Dortmund akan bersua untuk kali kelima di musim ini. Sebagai catatan, dalam empat pertemuan terakhir, The Bavarians belum pernah kalah dari rivalnya itu. Mereka sukses mengalahkan Dortmund dua kali, yakni sekali di Piala Super Jerman dan di perempat-final DFB-Pokal. Sementara dua pertandingan lain di Bundesliga Jerman berakhir sama kuat. Rekor pertemuan di musim ini tentu membaik bagi Bayern, sebab di dua musim sebelumnya, mereka harus kalah lima kali berturut-turut dari Dortmund.

Kali ini, mereka akan mempertaruhkan gelar paling bergengsi di benua Biru: trofi Liga Champions. Bagi Bayern, ini adalah final ketiga dalam empat tahun terakhir. Jika dihitung-hitung, peluang Bayern untuk mengangkat trofi Si Kuping Besar itu hanya 44 persen, sebab mereka 'hanya' memenangi empat dari sembilan kali kesempatan di final. Terakhir kali, Bayern menjuarainya lebih dari satu dekade yang lalu ketika mengalahkan Valencia via adu penalti pada 2001. Final ini sekaligus final ke-10 Bayern di kompetisi elit tersebut.

Bagi Dortmund, final ini merupakan kali kedua mereka lolos ke partai puncak Liga Champions. Terakhir kali, Die Borussen menggapai final Liga Champions pada 1997 di mana mereka sukses mengalahkan Juventus. Gelar tersebut dicapai setelah di dua musim sebelumya (1994/95 dan 1995/96) mereka menjadi juara Bundesliga. Di musim 1996/97, ketika Dortmund meraih tahta di Eropa, giliran Bayern Munich yang menjadi jawara Bundesliga. Lucunya, kombinasi sama terjadi dalam tiga musim terakhir. Dortmund juara Bundesliga di musim 2010/11 dan 2011/12. Musim 2012/13 ini, mereka lolos ke final Liga Champions di saat Bayern juara Bundesliga. Sebuah pertanda?



BORUSSIA DORTMUND
 

BAYERN MUNICH

12-7-4-1 M-M-S-K
12-9-1-2
23-12 SELISIH GOL (GM-GK)
29-10
1,8 GOL PER LAGA
2,3
49,1 MENIT PER GOL
38,6
12,6% KOVERSI GOL 13,9%
424 UMPAN PER LAGA
515
79% AKURASI UMPAN
85,5%
8,7 DRIBEL PER LAGA 7,6
44,9% BALL POSSESSION 54,2%
Robert Lewandowski (10) TOPSKOR Thomas Muller (8)

Sepanjang musim ini, Bayern baru kalah tiga kali dari 52 pertandingan yang mereka jalani. Jupp Heynckes tentu paham, nirgelar di musim lalu menjadi cambuk keras bagi Philipp Lahm dkk. untuk tampil lebih baik di musim 2012/13. Hasilnya bahkan melebihi ekspektasi. FC Hollywood benar-benar berkuasa di level domestik dan menjadi juara tercepat dalam sejarah Bundesliga. Mereka pun opimistis bisa menjadi tim Jerman pertama yang meraih treble dalam semusim.

Catatan bagus itu berlanjut di Liga Champions. Bahkan di empat laga terakhir (melawan Juventus dan Barcelona), mereka punya selisih gol 11-0! Gol per laga Bayern di tiap laga Liga Champions pun mengesankan, mencapai 2,3 gol. Dalam hal bertahan, Bayern juga mencatatkan rekor baik. Javi Martinez menjadi pemain yang terbanyak melakukan intersep (39). Sayang, Manuel Neuer kerap kecolongan gol di 15 menit terakhir, sebab enam dari sepuluh gol kemasukkan yang diderita Bayern datang dalam rentang waktu tersebut.

Hal tersebut patut diwaspadai Die Roten, sebab Die Schwarzgelben punya Robert Lewandowski yang punya rataan konversi gol 21,7 persen di Liga Champions musim ini. Dalam hal bertahan, Dortmund adalah ahlinya. Kombinasi Neven Subotic (133) dan Matts Hummels (106) mampu membukukan clearance paling baik dari duo bek lain di Liga Champions musim ini. Roman Weidenfeller menjadi kiper yang paling banyak membukukan penyelamatan, yakni sebanyak 32 kali di musim ini. Meski tak diperkuat Mario Gotze, pasukan Jurgen Klopp tentu punya amunisi lain untuk dapat menjungkalkan ambisi Bayern.

Menjadi kampiun di Wembley berarti salah satu tim akan mengakhiri dahaga gelar di Eropa setelah kedua tim terakhir kali meraihnya lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Akankah Si Merah Bavaria dapat mengatasi kutukan mereka di dua final terakhir? Atau justru tim kuning-hitam dari Ruhr yang mampu meraih kejayaan?

    


Ikuti perkembangan terkini Liga Champions di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Champions, lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen Liga Champions.

Tendangan Bebas

Menurut prediksi Anda, siapa Juara Liga Champions 2012/13?

Terkait