thumbnail Halo,

Absennya Götze berimbas kepada permainan tim. Dalam lima kali simulasi yang dilakukan GOAL.com Indonesia, Dortmund hanya menang di satu laga.


OLEH  ABI YAZID     Ikuti di twitter

Tim GOAL.com Indonesia mencoba melakukan prediksi pertandingan final Liga Champions antara Borussia Dortmund dan Bayern Munich, Sabtu (26/5). Menggunakan game FIFA 2013, redaksi mencoba melakukan simulai terkait pertandingan.

Permulaan
Seri yang kami gunakan adalah FIFA 2013. Dalam simulasi, pertandingan menggunakan waktu enam menit dengan tingkat kesulitan legendary. Stadion yang dipakai adalah Wembley dan laga dimulai pada pukul 19:00 dengan sistem friendly.



Untuk susunan pemain, kami mencoba menggunakan kondisi terkini. Ketika Götze absen, maka inilah kemungkinan dari starting XI Dortmund dengan formasi 4-2-3-1. Roman Weidenfeller sebagai kiper; kuartet bek dipegang Lukasz Piszczek, Matt Hummels, Neven Subotic, dan Marcel Schmelzer; dua gelandang bertahan diserahkan kepada Sven Bender dan Ilkay Gundogan; tiga gelandang serang diisi Jakub Blaszczykowski, Nuri Sahin, dan Marco Reus; sedangkan Robert Lewandowski menjadi striker tunggal.

Sementara dari Munich, starting XI menggunakan formasi yang sama, yaitu 4-2-3-1, dengan Manuel Neuer sebagai kiper. Disusul empat bek, yaitu Philip Lahm, Jerome Boateng, Dante, dan David Alaba. Dua jangkar yang stabil tetap menjadi milik Bastian Schweinsteiger dan Javi Martinez. Sisi gelandang serang oleh Arjen Robben, Thomas Muller, dan Franck Ribery. Terakhir, Mario Mandzukic lebih dipilih daripada Mario Gomez.



Jalannya Pertandingan
Tanpa kehadiran Gotze di lini tengah, memang berefek kepada cara main dari Borussia Dortmund. Lini tengah mereka tidak bisa mengimbangi kekuatan Munich yang diisi Martinez dan Schweinsteiger.

Di babak pertama, Dortmund terkepung dan mereka sama sekali sulit mengembangkan permainan. Namun dari sekian tembakan yang dilakukan oleh penyerang Munich, gol baru tercipta di menit ke-45 saat Robben dengan baik menguasai bola dan menembak dengan kaki kiri.

Gol itu adalah satu-satunya yang terjadi di babak pertama.



Secara statistik, di babak pertama, 53% penguasaan bola dipegang Munich. Keunggulan menjadi mutlak manakala tim berkostum merah itu unggul jumlah tembakan ke gawang lawan. Lima kali tembakan milik Munich hanya bisa diimbangi satu saja.

Untuk passing, meski jumlahnya berbeda, tetapi secara hasil, kedua tim sama-sama punya akurasi 92 persen.



Di babak kedua, Dortmund berupaya bangkit, mereka coba bermain lebih rapat. Keadaan yang membuat Munich tertekan hebat. Lewandowski cs di babak kedua unggul penguasaan bola, meski secara akumulasi sama-sama 50 persen.

Meski dalam keadaan tertekan, berkat pengalaman dan skill tinggi, Munich mampu mencetak dua gol tambahan di babak kedua melalui Muller (menit ke-64) dan Mandzukic (menit ke-77), dan hanya bisa dibalas satu oleh Dortmund melalui Reus di menit ke-75.



Bila mencari pemain yang berperan besar atas simulasi laga FIFA 13 yang dimenangkan Munich, Schweinsteiger adalah orangnya. Umpan-umpannya selalu tepat. Dari 30 umpan yang dilepaskan, semuanya tepat sasaran. Sosoknya mungkin juga bakal berperan sentral di dunia nyata mengingat absennya Gotze.



Hasil Lain
Tidak hanya sekali kami mencoba melakukan simulasi, tapi kami melakukannya sebanyak lima kali dengan hasil berturut-turut: 1-3, 0-1, 1-2, 2-0, 0-1. Empat kemenangan diraih Bayern dan Dortmund hanya mampu sekali mengalahkan sang lawan.

Nah, itu di dunia video game. Bagaimana kalau di dalam dunia nyata? Kita tunggu saja Minggu (26/5) dini hari WIB nanti. (Gk-48)


Ikuti perkembangan terkini Liga Champions di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Champions, lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen Liga Champions.

Tendangan Bebas

Menurut prediksi Anda, siapa Juara Liga Champions 2012/13?

Terkait