thumbnail Halo,

Final Liga Champions kali ini yang bertajuk all-German final juga dibumbui perseteruan antara dua apparel terkemuka dunia, Puma dan Adidas.


OLEH    ADHE MAKAYASA     Ikuti Adhe Makayasa di twitter

Dua tim Jerman, Borussia Dortmund dan Bayern Munich, sukses menyisihkan duo raksasa asal Spanyol, Real Madrid serta Barcelona guna mencapai babak puncak Liga Champions musim ini.

Bayern sendiri sudah memenangi kompetisi terakbar klub Eropa ini sebanyak empat kali, dengan kejayaan terakhir terjadi pada 2001 ketika mereka mengalahkan Valencia lewat adu tendangan penalti. Di sisi lain, Dortmund baru memenanginya sekali, tepatnya pada 1997 ketika mereka mengalahkan Juventus 3-1.

Kini, beberapa hari menjelang final, tak lengkap rasanya bila kita tidak membicarakan sisi menarik yang bisa dijelaskan. Berangkat dari sana, GOAL.com Indonesia ingin memberikan sajian tambahan berupa persaingan antara Bayern Munich dan Borussia Dortmund, ditilik dari segi produsen jersey mereka: Adidas dan Puma. Simak ceritanya!

Sejarah Persaingan Puma dan Adidas

Final ini nantinya akan mempertemukan dua apparel besar Jerman, Puma dan Adidas, yang merupakan dua produsen produk olahraga paling populer dan saling bersaing. Persaingan ini sendiri sejatinya dimulai oleh dua kakak-beradik, lebih dikenal dengan Dassler Brothers.

Bermula pada 1920 ketika kakak-beradik yang bernama Adi dan Rudolph saling bekerjasama di sebuah perusahaan sepatu bernama Dassler Brothers, yang di mana mereka operasikan di ruang laundry milik ibunya di Herzogenaurach, kota kelahiran mereka. Dalam hal ini, Adi bertanggungjawab untuk desain dan jalannya pabrik sepatu itu sendiri, sementara Rudolph berperan sebagai salesman.


Olimpiade 1936 - Momen awal Dassler Brothers mendapat perhatian dunia

Dassler Brothers mendapat perhatian dunia ketika mereka mensponsori pelari Afrika-Amerika bernama Jesse Owens. Owens sendiri memenangi empat medali emas di Olimpiade 1936, yang sekaligus membuka jalan bagi sepatu buatan Dassler. Kesuksesan Owens juga melambungkan nama Dassler Brothers di kancah dunia untuk produknya, dan hal itu lantas diikuti oleh jumlah permintaan yang melonjak.

Akan tetapi, kesuksesan dua kakak-beradik itu lantas menimbulkan benih-benih keretakan dalam hubungan persaudaraan, yang di mana pada akhirnya masing-masing dari mereka mendirikan perusahaan pribadi, dengan Adi melahirkan Adidas dan Rudolph dengan Puma-nya.

ADIDAS vs. PUMA


Rivalitas Puma – Adidas

Setelah lama berkecimpung untuk mensponsori berbagai olahragawan dan tim ternama, kini kedua perusahaan ini -- yang awalnya fokus untuk membuat sepatu -- sudah mengepakkan sayapnya di segala bidang, dan mereka pun tidak lagi dijalankan oleh Dassler Brothers. Pada 2009, bos Adidas Herbert Hainer dan pimpinan Puma Jochen Zeitz bermain di satu tim yang sama sebagai simbol perdamaian dua merek ini, yang sekaligus mengakhiri permusuhan yang dimulai oleh dua kakak-beradik.


Adidas sendiri kini boleh dibilang sebagai pemenang dalam rivalitas antara dua bersaudara. Produsen yang mengusung tiga garis ini pada 2012 dilaporkan meraih pendapatan sebanyak €14,48 miliar, meninggalkan Puma dengan €3,3 miliar.

Head to Head Jersey Bayern Munich (Adidas) Vs. Borussia Dortmund (Puma)

BAYERN MUNICH


Mengusung warna merah menyala, Bayern disediakan jersey yang nyaman untuk dikenakan oleh Adidas. Untuk diketahui, setelah memperpanjang kerjasama sponsorship hingga 2020, dengan nilai kontrak $36 juta per musimnya, Adidas memberikan beberapa kelebihan, terutama dengan menghadirkan teknologi TechFit dan Climacool.

Dijelaskan, TechFit di desain untuk membantu pemain meningkatkan kecepatan, daya tahan dan kesadaran, lantaran memiliki teknologi untuk menstabilkan otot dan memfokuskan energi. Ini membantu pemain untuk menghasilkan akselerasi yang tinggi dan memberikan output daya maksimum.

Selain itu, ada pula Climacool, sebuah teknologi yang memberikan campuran panas dan kelembaban bahan, serta terdapat saluran ventilasi dan kain 3D guna mengendalikan aliran udara pada kulit dalam kondisi panas.

BORUSSIA DORTMUND


Juara Bundesliga musim lalu, Borussia Dortmund, pada 2011 lalu telah mengumumkan kerjasama dengan Puma hingga 2020, yang sayangnya tidak diketahui seberapa besar nilai dari kesepakatan itu.

Ada pun, mengenai urusan jersey mereka yang berwarna kuning-hitam, Puma berani memberi jaminan bahwa seragam yang dikenakan Mats Hummels dkk berbahan ringan karena menggunakan polyester.

Lebih jauh, Puma juga mengusung teknologi Dry Cell di jersey ini. Dry Cell sendiri adalah bahan yang sangat fungsional untuk menyerap keringat dari kulit dan membantu para pemain tetap kering dan nyaman selama memakainya.

Masih terbuka kesempatan untuk membeli t-shirt edisi khusus GOAL.com. Klik salah satu desain kaus di bawah ini untuk cara pemesanan. Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi goal.kreavi.com di nomor (021) 345 2975.

GET 'EM ALL GARUDA

IDR 99.000
Lihat T-Shirt

GARUDA DI DADAKU

IDR 99.000
Lihat T-Shirt

GARUDA DALAM TUBUHKU

IDR 99.000
Lihat T-Shirt

FLY HIGHER GARUDA

IDR 99.000
Lihat T-Shirt

THE WAR SPIRIT

IDR 99.000
Lihat T-Shirt

INDONESIAN LEGENDS

IDR 99.000
Lihat T-Shirt
Hasil penjualan akan disumbangkan kepada SOS Children's Villages, sebuah organisasi nonprofit yang menampung anak-anak tanpa orang tua atau yang berpotensi kehilangan pengasuhan orang tua.

Ikuti perkembangan terkini Liga Champions di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Champions, lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen Liga Champions.

Tendangan Bebas

Menurut prediksi Anda, siapa Juara Liga Champions 2012/13?

Terkait