thumbnail Halo,
Hummels dan Mandzukic bakal beradu fisik di Wembley.

INTIP LAWAN: Mats Hummels Versus Mario Mandzukic, Adu Fisik Di Lini Belakang Borussia Dortmund

Hummels dan Mandzukic bakal beradu fisik di Wembley.

Bongarts

Menjadi andalan di lini depan dan belakang membuat duel fisik antara Hummels dan Mandzukic bakal kerap terjadi di Wembley. Siapa yang lebih unggul?


OLEH  SANDY MARIATNA      Ikuti @fasandym di twitter

Pada Minggu (26/4) dini hari WIB mendatang di Wembley, lini belakang Borussia Dortmund dipastikan akan sangat sibuk mengingat Bayern Munich hadir dengan kekuatan serangan penuh. Final Liga Champions musim 2012/13 akan melangsungkan duel menarik antara para penyerang haus gol Die Roten dengan bek-bek tangguh Die Borussen.

Mario Mandzukic hampir dipastikan akan diplot Jupp Heynckes sebagai ujung tombak Bayern. Sementara Jurgen Klopp akan menyerahkan lini belakang kepada Mats Hummels sebagai penanggung jawab utamanya. Duel fisik di antara kedua pemain ini bakal tak terhindarkan.

Sebelum partai puncak di London, Inggris itu, kedua pemain sebenarnya sudah sangat sering bertemu di level domestik, kebanyakan di Bundesliga Jerman. Mandzukic mulai meneror Hummels dkk sejak 2010 saat bergabung dengan Wolfsburg.

Ketika bergabung dengan FC Hollywood musim panas lalu, striker Kroasia itu langsung mencetak satu gol ke gawang Dortmund dan Bayern menang 2-1 di Piala Super Jerman pada Agustus lalu. Duel mereka berlanjut di Bundesliga dan DFB-Pokal, di mana Bayern belum pernah kalah dari rivalnya itu musim ini.

MATS HUMMELS

STATISTIK
UMUR
TINGGI
BERAT
PENAMPILAN
GOL
ASSIST
KARTU KUNING
AKURASI UMPAN
TEKEL SUKSES
DUEL UDARA
24 tahun
191 cm
90 kg
10
1
1
1
68%
79%
61%
MARIO MANDZUKIC

STATISTIK
UMUR
TINGGI
BERAT
PENAMPILAN
GOL
ASSIST
KARTU KUNING
AKURASI UMPAN

AKURASI TEMBAKAN
DUEL UDARA
26 tahun
186 cm
76 kg
11
2
1
3
63%
60%
58%






























Cerita itu tentu akan berbeda di Liga Champions, di level Eropa, di level yang lebih tinggi. Statistik di atas secara jelas menunjukkan perbedaan tersebut. Bahwa Hummels punya angka yang relatif lebih baik ketimbang Mandzukic.

Ini terlihat dari postur tubuh yang dimiliki bek timnas Jerman itu, akurasi duel di udara, hingga akurasi umpan. Hummels pun tampak lebih 'bersih' meski berposisi sebagai bek, yakni hanya mengoleksi satu kartu kuning saja sepanjang sepuluh kali penampilannya di Liga Champions musim ini.

Namun, ada kabar mengkhawatirkan dari Hummels. Bek berusia 24 tahun itu masih dalam proses pemulihan cedera engkel ringan yang didapatkan akhir pekan lalu saat melawan Hoffenheim. Meski demikian, tim medis Dortmund menyatakan, Hummels sudah bugar untuk menghadapi pertandingan final Liga Champions.

Di Liga Champions musim ini, Hummels terus menunjukkan diri sebagai bek tengah terbaik yang dipunyai Jerman saat ini. Bersama Neven Subotic, pria berusia 24 tahun ini telah mensejajarkan dirinya sebagai salah satu duet bek terbaik turnamen.

Ironisnya, Hummels adalah bek jebolan akademi Bayern Munich yang saat ini sudah mapan di Dortmund dan terkenal memiliki tekel-tekel bersih. Sayang penampilan Hummels sedikit ternodai saat tampil di semi-final leg pertama. Ia membuat blunder yang memungkinkan Real Madrid mencetak satu gol. Untungnya, empat gol dari Robert Lewandowski menutup kesalahannya itu.



"Kami mengerti Borussia Dortmund luar dalam. Akan krusial jika kami tidak terus-terusan merasa tertekan. BVB adalah lawan yang sulit karena mereka sangat kuat secara fisik dan mampu bertahan dengan baik."


- Franck Ribery

Lalu, bagaimana dengan Mandzukic? Koleksi gol Mario Mandzukic di Liga Champions musim ini memang tak terbilang bagus. Tapi jangan ditanya soal kontribusi keseluruhannya. Baru bergabung musim ini, kehadiran Mandzukic sudah mampu menggeser kestabilan Mario Gomez. Meski demikian, kontribusi Mandzukic masih dirasa kurang di kompetisi sekelas Liga Champions.

Untungnya, Bayern sama sekali bukan tim yang bergantung pada striker utamanya. Mereka punya amunisi lain yang jauh lebih berbahaya. Di belakang Mandzukic, terdapat inti dari penyerangan Bayern yang sanggup membuat Juventus dan Barcelona tak berkutik di babak sebelumnya. Ada Franck Ribery, Arjen Robben, dan tentu topskor Die Roten di Liga Champions musim ini, Thomas Muller.

Tugas Mandzukic hanyalah memantulkan kembali ke tiga gelandang serang di belakangnya itu. Mandzukic adalah tipe striker pekerja keras dan mengandalkan kekuatan fisiknya yang dapat berperan sebagai tembok pertahanan pertama ketika tim tak menguasai bola. Gol-gol Bayern bahkan kerap berawal dari tekanan Mandzukic yang membuat bek lawan kehilangan bola atau salah mengoper.

Faktor-faktor kecil inilah yang harus diwaspadai Hummels dkk agar tidak kecolongan aksi Mandzukic yang seperti kurang tampak, tetapi tetap saja krusial.


Dari paparan di atas, menurut Anda, siapa yang bakal menaklukkan siapa? Sanggupkah Mario Mandzukic menembus ketatnya pertahanan Mats Hummels? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar di bawah ini. GOAL.com Indonesia ingin tahu..




Masih terbuka kesempatan untuk membeli t-shirt edisi khusus GOAL.com. Klik salah satu desain kaus di bawah ini untuk cara pemesanan. Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi goal.kreavi.com di nomor (021) 345 2975.

GET 'EM ALL GARUDA

IDR 99.000
Lihat T-Shirt

GARUDA DI DADAKU

IDR 99.000
Lihat T-Shirt

GARUDA DALAM TUBUHKU

IDR 99.000
Lihat T-Shirt

FLY HIGHER GARUDA

IDR 99.000
Lihat T-Shirt

THE WAR SPIRIT

IDR 99.000
Lihat T-Shirt

INDONESIAN LEGENDS

IDR 99.000
Lihat T-Shirt
Hasil penjualan akan disumbangkan kepada SOS Children's Villages, sebuah organisasi nonprofit yang menampung anak-anak tanpa orang tua atau yang berpotensi kehilangan pengasuhan orang tua.

Tendangan Bebas

Menurut prediksi Anda, siapa Juara Liga Champions 2012/13?

Terkait