thumbnail Halo,

Mesut Ozil akan menjadi andalan di lini tengah Real Madrid, sementara Mario Gotze akan mengisi lini tengah Borussia Dortmund, siapa yang lebih unggul?


OLEH TEGAR PARAMARTHA                                                                        Ikuti di twitter

Dua gelandang tim nasional Jerman, yaitu Mesut Ozil dan Mario Gotze, akan menjadi pemain kunci untuk masing-masing klub mereka dalam laga leg kedua Liga Champions antara Real Madrid dan Borussia Dortmund di Santiago Bernabeu.

Kedua pemain tersebut memiliki kualitas untuk dapat merepotkan lini pertahanan lawan mereka. Mereka akan menciptakan peluang untuk rekan-rekan mereka, dan juga berusaha untuk mencetak gol sendiri.

Oleh karena itu, sangat menarik untuk melihat duel dua pemain timnas Jerman tersebut di laga nanti. Berikut adalah statistik menarik yang melibatkan keduanya:

MARIO GOTZE

STATISTIK
UMUR
NILAI TRANSFER
GELAR DOMESTIK
GOL LIGA CHAMPIONS 2012/13
ASSIST LIGA CHAMPIONS 2012/13
GOL INTERNASIONAL
20
€37m
3
2
5
5
MESUT OZIL

STATISTIK
UMUR
NILAI TRANSFER
GELAR DOMESTIK
GOL LIGA CHAMPIONS 2012/13
ASSIST LIGA CHAMPIONS 2012/13
GOL INTERNASIONAL
24
€23m
4
1
4
14




























Dalam segi umur, kedua pemain tidak jauh berbeda, yaitu selisih empat tahun. Gotze yang lahir pada 3 Juni 1992 melakoni debutnya bersama timnas Jerman di tahun 2010, dan menjadi pemain termuda sepanjang sejarah yang pernah memperkuat timnas. Ia juga menjadi pencetak gol termuda untuk timnas dengan usia 19 tahun dan 68 hari ketika ia mencetak gol ke gawang Brasil pada Agustus 2011. Seperti Gotze, Ozil yang lahir pada 15 Oktober 1988, menembus skuat utama Jerman pada 2009 setelah sebelumnya menjadi pemain andalan di timnas berbagai usia.

Sejak Gotze debut pada 2010, timnas Jerman telah melakoni pertandingan sebanyak 30 kali. Ozil dan Gotze bermain di pertandingan yang sama dalam 16 pertandingan diantaranya. Sejak Euro 2012, pelatih Joachim Low mulai sering memainkan Ozil dan Gotze bersama-sama di atas lapangan.

Dilihat dari nilai transfer, Ozil masih kalah dari juniornya tersebut. Gotze menjadi pemain paling mahal di Jerman sepanjang masa setelah kepastian Bayern Munich memboyongnya musim depan dengan menebus klausul pembelian sebesar €37 juta kepada Borussia Dortmund.

Hal itu membuat Ozil menjadi pemain termahal kedua di Jerman, ketika ia diboyong oleh Madrid di tahun 2010 dengan nilai transfer sebesar €18 juta, setelah sebelumnya hengkang dari Schalke ke Bremen dengan banderol €5 juta di awal karirnya.

Dalam hal perburuan gelar juara domestik, Ozil unggul satu trofi atas Gotze, ia memenangkan gelar juara La Liga di tahun keduanya bersama Los Blancos pada 2012 dan juga meraih juara Copa del Rey dan Supercopa, di Santiago Bernabeu. Sementara satu gelar lainnya ia raih di Jerman pada 2009 ketika mengantar Werder Bremen meraih juara DFB Pokal. Faktanya, Ozil tidak cukup beruntung di kompetisi, ia merasakan lima kali kekalahan di final sepanjang karirnya, dan ia juga merasakan posisi runner-up di liga domestik sebanyak dua kali (satu kali bersama Madrid dan satu kali bersama Schalke).

Sementara itu Gotze telah memenangi dua gelar juara liga bersama Dortmund dan ia juga menikmati gelar juara DFB Pokal ketika menjadi double winners tahun lalu. Di level internasional, pada musim panas 2009, mereka masing-masing meraih sukses bersama timnya. Gotze juara UEFA U-17 Championship sementara Ozil meraih juara di level U-21.

Di Liga Champions musim ini, Gotze tercatat memberi kontribusi yang lebih baik daripada seniornya itu dengan menciptakan asisst dan gol yang lebih banyak. Pemain Dortmund itu mencetak dua gol dan menyumbang lima assist, sementara Ozil mencetak satu gol dan empat assist.

Tetapi apabila dilihat dari rata-rata maka keduanya hampir seimbang, karena Gotze bermain lebih lama (873 menit di Liga Champions sejauh ini) dari Ozil (632 menit). Dilihat dari sana, maka Ozil mencetak gol atau menyumbangkan assist setiap 126 menit, sementara Gotze rata-rata memberi kontribusi gol atau assist setiap 124 menit.

Di level internasional sebaliknya, Ozil lebih unggul daripada Gotze. Dalam 46 penampilan, gelandang El Real tersebut mampu mencetak 14 gol, sementara juniornya masih mencetak lima gol dalam 24 penampilannya sejauh ini. Artinya, Ozil mencetak satu gol setiap 3.28 pertandingan bersama timnas, sementara Gotze baru bisa menjebol gawang lawan setiap 4.8 pertandingan.

Bagaimanapun juga, Ozil menjadi starter sebanyak 43 kali dalam 46 pertandingan (93 persen) sejak melakoni debutnya di 2009, sementara Gotze tampil sebagai starter hanya sebanyak sepuluh kali dari 24 penampilannya (53 persen), itu menandakan bintang muda Dortmund tersebut menghabiskan waktu lebih sedikit di atas lapangan daripada Ozil. Dan lima gol Gotze dicetak dengan rata-rata satu kali per 222 menit, sementara rasio Ozil adalah satu gol setiap 259 menit.

Dilihat dari statistik yang ada, kedua pemain tersebut tidak jauh berbeda. Lalu siapakah yang akan unggul dalam laga leg kedua Liga Champions nanti di Santiago Bernabeu? Mesut Ozil atau Mario Gotze? Sampaikan pendapat Anda melalui kolom komentar yang telah disediakan di bawah ini...


Ikuti perkembangan terkini Liga Champions di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Champions, lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen Liga Champions.

Tendangan Bebas

Siapa raih dua tiket final Liga Champions di Wembley?

Terkait