thumbnail Halo,

Atmosfer luar biasa, pemain lokal melimpah, gaya bermain atraktif dan hasil-hasil yang istimewa. Mungkin sudah waktunya sepakbola Jerman mendapat posisi yang lebih baik.


ANALISIS   M YANUAR F     Ikuti @mohammadyanuar di twitter

Jika Anda ditanya mengenai kompetisi atau klub mana yang masuk kategori terbaik, mungkin mayoritas jawaban yang muncul adalah kompetisi Liga Primer atau La Liga, dan tim-tim dari Inggris dan Spanyol.

Untuk di musim ini, jawaban tersebut bisa jadi tidak realistis. Pasalnya tim-tim dari Jerman, bahkan kompetisi Bundesliga itu sendiri, sudah memposisikan diri sebagai sesuatu yang layak untuk diposisikan sebagai yang terdepan.

Salah satu ukuran yang bisa diambil adalah kesuksesan wakil-wakil Jerman di Liga Champions. Bayern Munich dan Borussia Dortmund menyudahi laga leg pertama semi-final Liga Champions, menghadapi raksasa-raksasa Spanyol bermodal besar seperti Real Madrid dan Barcelona dengan kemenangan mencengangkan.

Tak salah jika kemudian di Jerman, banyak yang menjagokan Dortmund dan Bayern akan bisa mewujudkan All-German final di Liga Champions musim ini. Kebanyakan fans Jerman pasti mendukung ide tersebut.

Khusus untuk Dortmund, juara Bundesliga musim lalu itu menunjukkan keperkasaan sejak dimulainya kompetisi di fase grup. Juara Inggris, Spanyol dan Belanda dipaksa tak berkutik. Kesuksesan mereka terus berlanjut di babak gugur. Yang terakhir, Real Madrid dipaksa menyerah 4-1 minggu lalu di Signal Iduna Park.

Hal yang kurang lebih sama dicapai Bayern. Menghadapi Barcelona di Allianz Arena, Bayern menyuguhkan gaya permainan luar biasa, yang pada akhirnya memunculkan perdebatan akan terjadinya All-German final di Wembley pada 25 Mei.

Harus diakui, dua wakil Jerman ini sudah membawa sepakbola Jerman menuju ke kasta yang lebih baik. Bukti nyata sudah bisa ditunjukkan, dengan Jerman melewati Italia dalam daftar koefisien UEFA, yang membuat mereka bisa memiliki kontestan lebih banyak di kompetisi antarklub Eropa.

Namun, bila Anda melihat jauh ke belakang, kesuksesan Jerman dan wakil-wakli klub di kancah sepakbola Eropa, terjadi bukan karena kebetulan. Ada skema sukses, yang dengan baik didokumentasikan, dijalankan pengelola kompetisi, yang pada akhirnya menguntungkan semua pihak di dalamnya.

Berawal dari kegagalan Jerman di Piala Eropa 2000, pengelola liga menilai butuh sebuah terobosan berani mengembangkan sepakbola Jerman. Salah satu jalan yang diambil adalah dengan menuntut semua klub fokus pada pembinaan pemain muda. Lebih dari satu dekade kemudian, sepakbola Jerman bisa memetik buahnya.

Lihat saja 11 pemain Bayern yang diturunkan saat menghadapi Barcelona. Tujuh di antaranya adalah pemain jebolan sistem akademi klub di Jerman. Starting XI Dortmund saat melawan Real Madrid juga terdiri dari tujuh pemain lokal Jerman. Bahkan 14 pemain yang masuk timnas Jerman besutan Joachim Low, termasuk Mesut Ozil dan Sami Khedira, ambil bagian di laga itu. Jika saja tidak karena cedera, jumlah tersebut bisa semakin bertambah.

Pemain lokal ini, yang juga merupakan pemain kunci dari masing-masing tim, yang pada akhirnya bisa meningkatkan level semangat tim. Karena pemain lokal itu juga fans dan suporter dari masing-masing tim bisa begitu bangga dan total mendukung tim mereka.

Sejumlah media yang meliput langsung laga di Allianz Arena dan Signal Iduna Park juga mengakui dukungan suporter sangat luar biasa. Tak salah jika kemudian Bundesliga termasuk kompetisi yang sukses mengajak fans untuk langsung datang ke stadion dan mendukung langsung fans mereka. Jumlah fans yang langsung datang ke stadion termasuk yang terbaik.

Percaya atau tidak, dukungan luar biasa dari fans tersebut juga membantu Dortmund dan Bayern untuk bisa memainkan gaya sepakbola modern, mengandalkan teknik bermain dan sepakbola yang menarik di Eropa saat ini.

Dan sepertinya, apabila kedua tim bisa melangkah ke Wembley Mei mendatang, sepertinya sulit bagi fans sepakbola Jerman memberikan dukungan mereka di antara kedua tim.

Bayern mungkin ingin membayar kegagalan mereka di musim lalu, tapi Dortmund juga ingin membuktikan diri, bahwa dengan dana operasional dan transfer yang seadanya, mereka juga bisa sukses. Misi Dortmund untuk membuktikan bahwa uang tak bisa membeli segalanya mungkin membuat mereka berada yang terdepan sebagai tim yang paling banyak mendapat dukungan dari fans netral.

Tapi, kedua tim tahu masih ada tugas berat selama 90 menit penuh untuk menegaskan bahwa sepakbola Jerman berada di masa kejayaan mereka. Yang pasti, saat ini, sepakbola Jerman berada di ambang masa kejayaan mereka.

Ikuti perkembangan terkini Liga Champions di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Champions, lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen Liga Champions.

Tendangan Bebas

Siapa raih dua tiket final Liga Champions di Wembley?

Terkait