thumbnail Halo,

Belum genap berusia 20 tahun, Raphael Varane sukses mempesona pecinta sepakbola berkat ketangguhannya di lini belakang Real Madrid dan digadang-gadang sebagai bintang masa depan


OLEH   DEFANIE ARIANTI     Ikuti di twitter

Memasuki fase penentuan Liga Champions musim ini, redaksi GOAL.com Indonesia menerbitkan serial pemain muda terbaik dari empat tim peserta semi-final. Pemilihan dilakukan berdasarkan usia di bawah atau sama dengan 21 tahun, jumlah pertandingan, serta kontribusi sang pemain di dalam timnya. Selamat menyimak!

Saat Borussia Dortmund menghadapi Real Madrid di babak semi-final Liga Champions, bukan hanya nama-nama besar seperti Cristiano Ronaldo, Sergio Ramos dan Mesut Ozil yang harus mereka waspadai. Di lini belakang, Los Blancos kini memiliki bintang baru yang tampil sebagai benteng kokoh bagi pertahanan skuat besutan Jose Mourinho: Raphael Varane.

Di Spanyol, bek Prancis 19 tahun ini dijuluki Don Limpio, atau Mr. Clean, merujuk pada pertahanannya yang kokoh dan konsisten. Varane sangat jarang melakukan kesalahan dalam tekel maupun mengawal pemain lawan. Postur tubuhnya yang mencapai  191cm sangat ideal bagi Varane menjalankan perannya sebagai defender. Meski memiliki tubuh tinggi, Varane termasuk gesit di lapangan, pintar membaca gerakan lawan bahkan beberapa kali ikut berkontribusi di lini depan dan menceploskan gol penting bagi El Real.

YOUNG GUNS LIGA CHAMPIONS

RAPHAEL VARANE
Real Madrid
Laga/Gol 9/0
Assist 0
Kesalahan defensif
0
Tekel
11
Tekel sukses
69%
Duel sundulan
20
Duel sundulan sukses
61%
Clearance 57
Rapor pemain: 3,13
Salah satunya adalah ketika dirinya menjadi penyelamat Los Blancos saat menghadapi Barcelona di leg pertama semi-final Copa del Rey, akhir Januari lalu. Varane diturunkan menyusul cedera yang membekap Pepe serta sanksi yang memaksa Sergio Ramos absen. Namun, siapa sangka, itu menjadi debut Clasico paling mengesankan bagi Varane yang tampil fantastis sepanjang pertandingan. Dia berhasil mematikan sejumlah serangan berbahaya klub Catalan, termasuk menggagalkan peluang emas Xavi Hernandez dengan membuang bola di mulut gawang.  Bukan hanya itu, dia juga memaksa Barca bermain imbang setelah menceploskan gol cantik lewat tandukan kencang di penghujung laga. Performa impresifnya membuatnya terpilih sebagai Man of the Match pada laga tersebut.

Sementara, di ajang Liga Champions, Varane menuai pujian berkat penampilannya saat melakoni babak 16 besar kontra Manchester United. Varane sama sekali tidak gentar menghadapi striker kelas dunia seperti Robin van Persie dan Wayne Rooney dan berhasil membantu Madrid melaju ke perempat-final dengan agregat 3-2. Performanya bahkan berhasil mencuri perhatian Sir Alex Ferguson yang tertarik memboyongnya ke Old Trafford.

Rentetan performa apiknya membuat Varane sukses menggeser posisi Pepe di skuat utama Los Blancos. Rekan setim Varane, Alvaro Arbeloa, mengaku terkejut dengan pesatnya perkembangan Varane.

“Sejak awal anda bisa melihat di sesi latihan bahwa dia memiliki kualitas alami: kecepatan, positioning, kekuatan dan sesuatu yang belum pernah dilihat orang-orang sebelumnya, tendangan kencang lewat kedua kakinya. Tapi, fakta bahwa dia bisa mencapai level ini dengan sangat cepat mengejutkan semua orang,” cetus bek Spanyol.

Performa Varane juga menuai pujian setinggi langit dari mantan bek internasional Prancis Bixente Lizarazu. “Kita membicarakan seorang bocah di Real Madrid yang berhasil ‘menggusur’ Pepe, yang masih merupakan bek tengah hebat. Penampilannya menghadapi Manchester United dan Barcelona sangat luar biasa.”

Lahir di Lille, Prancis, 25 April 1993, Varane menapaki karir sepakbolanya dengan bergabung di klub lokal Hellemmes saat masih berusia tujuh tahun. Hanya dua tahun berselang, RC Lens memboyongnya dan memberinya kontrak profesional pada 2010, saat Varane baru akan menginjak 17 tahun.

Bakatnya segera tercium oleh legenda Prancis Zinedine Zidane, yang juga berperan sebagai kepala scout El Real, yang berhasil mendaratkannya ke Santiago Bernabeu dengan banderol €10 juta. Nilai itu terbilang murah bagi Madrid jika melihat potensi besar yang dimiliki Varane.

Jose Mourinho menyadari bahwa Varane bisa menjadi salah satu bintang besar Real Madrid di masa mendatang dan berusaha menjaga ‘telur emasnya’ dari sorotan media berlebihan. Kabarnya, The Special One melarang Varane melakukan sesi wawancara empat mata agar dia tidak terjebak dalam egonya sendiri. Keputusan yang bijak, mengingat banyak media kini sudah menyebut Varane sebagai calon bintang besar bagi Madrid maupun timnas Prancis.


Fakta bahwa Varane bisa mencapai level ini dengan sangat cepat mengejutkan semua orang.

- Alvaro Arbeloa


Ikuti perkembangan terkini Liga Champions di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Champions, lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen Liga Champions.

Tendangan Bebas

Terkait