thumbnail Halo,

Presiden kontroversial menyerukan dilakukannya investigasi setelah timnya dikalahkan Borussia Dortmund, mengklaim Los Boquerones diperlakukan tidak adil.


OLEH DEWI AGRENIAWATI


Pemilik Malaga Sheikh Abdullah Bin Nasser Al-Thani menyebut tersingkirnya skuat Manuel Pellegrini dari Liga Champions merupakan tindakan rasisme.

Malaga harus merelakan tiket semi-final kepada Borussia Dortmund setelah takluk secara dramatis dengan skor 3-2, di mana gol penentu kemenangan Felipe Santana dianggap kontroversial karena berada dalam posisi off-side. Pria asal Qatar pun meminta investigasi atas perlakukan buruk yang diterima timnya.

"Ini bukan sepakbola, tapi rasisme," demikian komentar sang presiden dalam Twitter pribadi, sesaat setelah pertandingan.

"Saya mengharapkan investigasi menyeluruh dari Uefa mengenai klub Spanyol yang tersingkir dengan cara ini, yang tidak memengaruhi semangat olahraga."

"Terima kasih banyak kepada tim, kalian telah menjadi juara di lapangan. Saya kecewa tersingkir dengan cara ini, dengan ketidakadilan dan rasisme."

Al-Thani sebelumnya menjadi pusat atensi menyusul komentar kontroversial mengenai peran media Spanyol dalam distribusi keuntungan dari hak siar televisi. Malaga, yang mendapat sanksi di Liga Champions musim depan akibat melanggar regulasi Financial Fair Play, nyaris melaju ke semi-final untuk pertama kali dalam sejarah mereka, sebelum akhirnya dua gol Dortmund dicetak di masa injury time.

Ikuti perkembangan terkini Liga Champions di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Champions, lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen Liga Champions.

Terkait