thumbnail Halo,

Ancelotti menegaskan, Beckham punya hak untuk dimainkan sekalipun sudah berusia 37 tahun.


OLEH    DONNY AFRONI


Pelatih Paris Saint-Germain Carlo Ancelotti membantah adanya intervensi presiden klub Nasser Al-Khelaifi yang meminta agar menurunkan David Beckham dalam pertandingan leg pertama perempat-final Liga Champions melawan Barcelona.

Beckham yang bergabung dengan PSG pada Januari hingga akhir musim, tampil sebagai starter untuk kali kedua di klub tajir Prancis itu setelah diturunkan sejak menit awal di laga tersebut. Media Prancis memberikan kritikan terhadap performa Beckham yang tak sesuai harapan.

“Sangat salah jika mengatakan [pemilik klub] Qatar menyatakan 'Beckham harus dimainkan',” tegas Ancelotti dilansir Sky Sports.

“Setiap orang harus paham, presiden klub sangat cerdas, dan tidak bisa memaksa pelatih memilih pemain. Dalam hal ini, pelatih bisa bilang ke presiden: 'Oke, Anda menjadi pelatih, dan saya pulang'.”

“Tak pernah dalam karir saya, seorang presiden memaksa untuk memainkan seorang pemain, baik itu [presiden AC Milan Silvio] Berlusconi, [chairman Chelsea Roman] Abramovich, atau Nasser.”

“Penilaian seperti itu sungguh mengganggu saya. Saya bukan fan atau teman Beckham. Saya hanya mencoba obyektif. Beckham masih berhak dimainkan, sekalipun usia dia sudah 37 tahun,” tambah Ancelotti.

“Kritikan terhadap dia sungguh abnormal. Dia bermain bagus, dia menjalani strategi yang saya berikan, memberikan bola dengan cepat.”

“Jika Paris bermain bagus di 30 menit pertama melawan Barca, itu disebabkan Beckham bermain bagus, karena dia berusaha bermain cepat.”

Ikuti perkembangan terkini Liga Champions di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Champions, lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen Liga Champions.

Terkait