thumbnail Halo,

GOAL.com Indonesia mengulas cara-cara yang bisa ditempuh Die Roten untuk menghempaskan Si Nyonya Tua.


OLEH  SANDY MARIATNA     Ikuti @fasandym di twitter

Bayern Munich mempersiapkan laga perempat-final leg pertama versus Juventus dengan sempurna. Mereka membantai Hamburg dengan skor yang tak tanggung-tanggung, 9-2, dalam laga lanjutan Bundesliga akhir pekan lalu. Mereka tinggal butuh satu kemenangan lagi di laga berikut untuk memastikan Deutscher Meister.

Meski demikian, lawan yang akan dihadapi oleh The Bavarians pada Rabu (3/4) dini hari WIB juga tak tanggung-tanggung. Mereka ditantang jawara Serie A Italia yang kini memuncaki klasemen sementara kompetisi domestik itu dengan keunggulan sembilan poin dari peringkat kedua.

Mengingat betapa pentingnya laga itu, sampai-sampai pelatih Jupp Heynckes mengaku 'tidur dengan Nyonya Tua'. Menandakan pelatih veteran berusia 67 tahun itu telah melakukan riset sepanjang hari untuk memastikan Gianluigi Buffon dkk tak merusak rencana mereka di Allianz Arena. GOAL.com Indonesia mengulas lima cara yang bisa ditempuh Heynckes untuk menghempaskan Nyonya Tua.

MATIKAN ANDREA PIRLO

Tak ada yang membantah kelahiran kembali seorang Andrea Pirlo di Juventus sejak bergabung musim lalu.

Gelandang berusia 33 tahun ini memiliki peran vital membawa skuat Antonio Conte merebut Scudetto dan kini dia berpeluang besar mempertahankan gelar tertinggi di Italia.

Penting bagi Bayern untuk menghentikan visi permainan Pirlo. Caranya? Jaga ketat Pirlo dan jangan membuat celah-celah ruang yang membuatnya mampu memberikan umpan-umpan kreatif. Jika tidak, hasilnya akan sama ketika Jerman dikalahkan Italia di semi-final Euro 2012.



AGRESIF DARI SISI SAYAP

Bayern terkenal memiliki gelandang sayap yang agresif semacam Franck Ribery atau Arjen Robben.

Jangan lupakan pula permainan efektif yang diperagakan Thomas Muller dan Xherdan Shaqiri yang kualitasnya juga tidak diragukan lagi.

Terkhusus Ribery, gelandang timnas Prancis ini disebut-sebut sebagai pemain terbaik Bayern di musim ini.

Selain tusukannya lewat dribble-dribble dari sisi kiri, ia juga gemar memberi assist dan tak ragu untuk menembak langsung ke gawang.

 


HINDARI KEBOBOLAN 'GOL BODOH'

Manuel Neuer memang kiper hebat. Di bawah naungannya, mistar Bayern baru bergetar 13 kali di Bundesliga. Namun di Liga Champions, Neuer telah kebobolan 10 gol dari delapan laga yang dijalani di musim ini. Artinya, tiap laga setidaknya Bayern kebobolan satu gol.

Kecerobohan di lini belakang juga kerap menimbulkan gol-gol yang seharusnya tak perlu terjadi, seperti saat melawan Arsenal di perdelapan-final. Atau kebobolan dua gol yang semuanya berawal dari corner saat melawan Hamburg akhir pekan lalu.

Hindari kesalah semacam ini, apalagi Bayern terlebih dahulu bertanding di kandang. Satu gol dari pasukan Antonio Conte bisa menimbulkan alarm bahaya.

MANFAATKAN FULL-BACK

Bek kanan sekaligus kapten Bayern Munich ini tahu kapan harus bertahan dan kapan harus menyerang.

Catatan statistik Lahm di Liga Champions musim ini menjadikannya sebagai salah satu full-back teraktif dalam menyerang. Dari 529 umpan yang dilakukannya, 404 di antaranya tepat sasaran.

Tercatat ia sudah menyumbang empat assist, terbaik kedua setelah Zlatan Ibrahimovic (PSG) dan Angel Di Maria (Real Madrid) yang mencatat lima assist.

Terlebih lagi Bayern juga punya David Alaba di sisi kiri yang tak kalah ciamiknya dengan Lahm. Bek kiri Austria ini menjadi salah satu pemain muda yang memiliki perkembangan mengesankan.

MANJAKAN PARA STRIKER

Bayern punya tiga striker berkualitas yahud dalam skuatnya saat ini dalam diri Mario Mandzukic, Mario Gomez, dan Claudio Pizarro. Nama terakhir baru saja mencatatkan quat-trick di laga terakhir Bayern saat membantai Hamburg.

Mario Gomez juga kembali menemukan performa terbaiknya setelah absen beberapa bulan di awal musim karena cedera. Namun, Gomez punya pengganti sepadan yang bahkan mampu mengangkanginya sebagai striker utama Bayern, yakni Mario Mandzukic.

Asalkan para gelandang Bayern mampu memberikan umpan-umpan matang dan memanjakan sang ujung tombak di depan, niscaya para striker pembunuh ini siap melakukan aksinya, meski ia dijaga seketat apapun.


Ikuti perkembangan terkini Liga Champions di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Champions, lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen Liga Champions.

Tendangan Bebas

Leg Pertama Perempat-Final Liga Champions Antara Bayern Munich dan Juventus, Bagaimana Hasilnya?

Terkait