thumbnail Halo,

GOAL.com Indonesia mengulas lima cara yang dapat digunakan Paris Saint-Germain guna merebut kemenangan atas Barcelona.


OLEH   DEDE SUGITA


Sulit, tapi tidak mustahil. Ya, walau Barcelona masih menjadi salah satu tim yang paling disegani di Eropa, Paris Saint-Germain tak perlu khawatir karena raksasa Catalan itu toh tidak tak terkalahkan.

Blaugrana bahkan sudah dua kali takluk di Liga Champions musim ini, dari Celtic dan AC Milan. Secara kasat mata, PSG, berbekal amunisi lebih paten ketimbang kedua klub tersebut, tentu punya kans lebih besar untuk mengungguli El Barca kala berduel di Parc des Princes pada first leg perempat-final, Rabu (3/4) dinihari WIB.

Namun, skuat bertabur bintang saja tentu tak cukup. Dibutuhkan strategi jitu untuk memaksa Barcelona, yang biasanya begitu dominan secara permainan, bertekuk lutut, dan berikut ini GOAL.com Indonesia mencoba mengulas lima cara yang dapat digunakan Les Parisiens guna merebut kemenangan.

STERILKAN POSSESSION BARCA

Soal ball possession, hampir mustahil menandingi Barcelona, karenanya PSG tak perlu ngotot melampaui sang lawan dalam aspek ini.

Yang harus mereka lakukan adalah membuat penguasaan bola The Catalans menjadi steril sehingga mereka sulit menciptakan peluang bersih.

"Barcelona biasa memiliki 65 persen possession, kami harus memastikan itu adalah possession steril," ucap pelatih Milan, Massimiliano Allegri, jelang berjumpa Barca di San Siro.

Pernyataan Allegri terbukti akurat. Barca unggul penguasaan bola 65 berbanding 35 persen, tapi justru takluk 2-0.

PSG bisa mengambil contoh dari sana. Biarkan saja Barcelona berlama-lama memegang bola, tapi begitu sudah mendekati sepertiga akhir, pasukan ibu kota Prancis harus menerapkan pressing ketat, mencuri bola, dan cepat mengalirkannya ke depan untuk memulai serangan balik.

HENTIKAN MESSI

Terdengar klise, tapi ini memang salah satu hal yang tak boleh alpa dilakukan PSG.

Seakan tak pernah berhenti membuat gol, faktanya keunggulan Lionel Messi bukan hanya itu. Striker mungil Argentina ini juga bisa bertindak sebagai kreator permainan dan mengirim umpan-umpan jitu buat rekannya.

Menugaskan seorang pengawal khusus buat Si Kutu mungkin kurang cukup dan seringkali sia-sia. Akan lebih baik apalagi PSG fokus pada zonal marking dan segera menyergap dengan beberapa pemain sekaligus saat Messi menguasai bola.

Selain itu, saat ia menunggu di depan, matikan potensi ancamannya dengan menyetop distribusi bola dari Andres Iniesta cs. di lini tengah.

SERANG LEWAT UDARA

Barisan belakang Barca dikenal rentan dalam mengantisipasi bola lambung dan umpan-umpan silang. Penyakit ini belum sembuh hingga sekarang.

Barca masih kerap kecolongan melalui situasi ini, dan PSG tentunya harus dapat mengambil keuntungan.

Apalagi mereka punya Zlatan Ibrahimovic yang bisa leluasa menyambut bola-bola udara dengan postur jangkungnya.

MAKSIMALKAN BECKHAM

Usia David Beckham memang sudah veteran, 38 tahun bulan depan, tapi kemampuannya mengirimkan umpan-umpan terukur masih yahud.

Dengan nilai plus tersebut, Carlo Ancelotti pasti mempertimbangkan untuk menurunkan pria Inggris ini, meski mungkin tidak sebagai starter.

Selain umpan matang, Becks juga dapat menjadi pembeda melalui eksekusi tendangan bebasnya yang mematikan.


MANFAATKAN LUBANG YANG DITINGGALKAN FULL-BACK

Bukan rahasia lagi bahwa anggota lini pertahanan Barca kerap tak disiplin mengawal wilayahnya, khususnya para bek sayap.

Dani Alves dan Jordi Alba kerap merangsek maju tapi tak bergegas mundur saat tim diserang balik.

Celah ini dapat dan harus dimaksimalkan oleh PSG, terutama melalui para pemain bertipe cepat seperti Ezequiel Lavezzi.

Jeremy Menez juga bisa disuntikkan di babak kedua untuk menambah daya sengat dalam melancarkan serangan balik.







Ikuti perkembangan terkini Liga Champions di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Champions, lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen Liga Champions.

Tendangan Bebas

Leg Pertama Perempat-Final Liga Champions Antara Bayern Munich dan Juventus, Bagaimana Hasilnya?

Terkait