thumbnail Halo,

Hype-nya di babak perempat-final Liga Champions terus membuncah, dan ada potensi yang lebih menjanjikan kemeriahan di babak selanjutnya.


OPINI   M YANUAR F     Ikuti @mohammadyanuar di twitter

Drawing babak perempat-final Liga Champions akhirnya tuntas. Dipandu Steve McManaman dan Gianni Infantino, sekjen UEFA, empat laga delapan besar akhirnya diketahui siapa menghadapi siapa.

Ada fakta unik di sini, yaitu McManaman menjadi satu-satunya wakil Inggris di fase drawing perempat-final Liga Champions.

Malaga menjadi tim pertama yang muncul, disusul Borussia Dortmund di bola kedua. Berturut-turut kemudian adalah Real Madrid, Galatasaray, Paris St Germain, Barcelona, Bayern Munich dan Juventus.

Dan di bawah ini adalah hasil undiannya:

LIGA CHAMPIONS
HASIL DRAWING 8 BESAR
MALAGA VS BORUSSIA DORTMUND  
 
REAL MADRID  VS GALATASARAY
 
PARIS SAINT-GERMAIN VS BARCELONA  
 
 BAYERN MUNICH VS JUVENTUS
 

Dengan pemandangan di atas, dijanjikan akan ada empat duel menarik tersaji di babak perempat-final Liga Champions. Bagaimana tidak, selain Malaga kontra Dortmund, tiga pasang tim sudah saling bertemu satu sama lain.

Jadi pada intinya, ada unsur 'kedekatan' di antara mereka. Tiga pasang tim paling sudah tiga kali bertemu. Pemain dari masing-masing tim juga sempat membela tim lawan.

Di laga Real Madrid kontra Galatasaray misalnya. Jose Mourinho, pelatih Real Madrid, akan kembali bertemu dengan tiga anak asuhnya di tiga klub berbeda. Saat masih menangani Chelsea, Mourinho bekerja sama dengan Didier Drogba. Saat hijrah ke FC Internazionale, Mourinho menarik Wesley Sneijder dari Real Madrid. Saat mulai bertugas di Santiago Bernabeu, giliran Hamit Altintop yang dimasukkan ke timnya.

Paris St Germain dan Barcelona juga ada kedekatan dan kesamaan satu sama lain. Kedekatan tersebut ada pada sosok Zlatan Ibrahimovic.

Striker Swedia tersebut pernah membela Barcelona, dan kini menjadi andalan PSG. Kedua tim juga pernah saling bertemu di babak yang sama pada 1995. Kala itu, PSG bisa menang dengan skor agregate 3-2.

Bagaimana dengan Bayern Munich dan Juventus?


Laga ini sepertinya menjadi laga big match di perempat-final Liga Champions musim ini. Secara rekor, sudah enam kali kedua tim bertemu. Dibalik 'kedekatan' di antara mereka, juga ada sejarah panjang rivalitas.

Selain itu, Bayern dan Juventus adalah penguasa klasemen di liga mereka masing-masing. Mereka juga memiliki materi pemain terbaik di negara mereka. Jika dibandingkan lini per lini dari kedua tim, bisa dipastikan kekuatan kedua tim sangat berimbang.

Setidaknya seperti itulah catatan statistik, romantisme, rivalitas dan faktor lain duel tiga pasangan di perempat-final Liga Champions. Namun pada akhirnya, semua catatan itu harus dikalikan nol.

Seperti halnya laga Malaga kontra Dortmund, tiga laga lain tak akan ditentukan dengan catatan statistik, rivalitas dan romantisme kontestannya, melainkan siapa yang bisa menunjukkan performa terbaik mereka di lapangan. Dengan laga dilangsungkan pada 2-3 April untuk leg pertama, dan 9-10 April di leg kedua, kita semua bisa menjadi saksi mata siapa yang layak menembus semi-final.

Dan gegap gempita Liga Champions pun berlanjut!

Ikuti perkembangan terkini Liga Champions di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Champions, lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen Liga Champions.

Tendangan Bebas

Empat semi-finalis Liga Champions, pilih siapa?

Terkait