thumbnail Halo,

Barcelona dan Real Madrid membutuhkan inspirasi untuk bisa membalikkan ketertinggalan, dan lima laga di bawah ini bisa menjadi salah satunya.


OLEH   TAUFIK BAGUS


Barcelona dan Real Madrid tahu di leg kedua semi-final Liga Champions pertengahan minggu ini, harus ada usaha keras untuk membalikkan keunggulan besar yang dicatat Bayern Munich dan Borussia Dortmund.

Barcelona takluk 4-0 dari Bayern di Allianz Arena minggu lalu, sementara Real Madrid juga tersungkur di Signal Iduna Park dengan skor 4-1. Itu berarti, di leg kedua Barcelona membutuhkan kemenangan minimal 5-0, sementara Real Madrid bisa lolos ke final dengan hanya kemenangan 3-0 di Santiago Bernabeu.

Tapi tetaplah sulit bisa mencetak lebih dari dua gol ke gawang lawan di fase knock out, meski dalam sejarah Liga Champions hal semacam itu bisa juga terjadi. Di musim ini juga misalnya, di mana Barcelona bisa mengejar ketertinggalan 2-0 dari AC Milan di leg pertama sebelum akhirnya menang 4-0 di pertemuan kedua di Nou Camp.

Barcelona dan Real Madrid memiliki peluang, dan lima laga di bawah ini bisa menginspirasi kedua tim untuk membalikkan keunggulan dan lolos ke partai puncak final Liga Champions di Wembley.

FC Barcelona Perempat-Final 1999/2000
Chelsea 3-1 BARCELONA

BARCELONA 5-1 Chelsea (AET)
(Ag. 6-4)
Chelsea FC

Sebelum tadi malam, Barcelona telah mewujudkan comeback hebat di Liga Champions lebih dari sedekade silam, tepatnya pada musim 1999/2000 kontra Chelsea. The Blues mengantungi keunggulan nyaman pada first leg di Stamford Bridge setelah trigol dalam rentang delapan menit di babak pertama via kontribusi Gianfranco Zola (30') plus gol ganda Tore Andre Flo (34' dan 38') hanya dapat dibalas sekali oleh Luis Figo selepas turun minum.

Pada duel kedua di Camp Nou, posisi The Blues tampak cukup aman setelah Flo kembali menjebol gawang Barca guna menipiskan kedudukan 2-1 setelah tuan rumah mencetak dua gol lewat  Rivaldo dan Figo. Namun Blaugrana mampu memaksakan laga berlanjut hingga perpanjangan waktu berkat tandukan Dani Garcia tujuh menit sebelum waktu normal habis. Di extra time, gol kedua Rivaldo melalui konversi penalti plus sundulan Patrick Kluivert memastikan skuat Louis van Gaal menang 5-1.

"Kami menampilkan permainan sempurna hari itu," cetus Figo. "Itu malam terbaik dalam hidup saya," timpal Gabri Garcia. Bagaimana pendapat Vialli? "Kami melakukan hal yang tak ingin kami lakukan: bertahan dengan negatif."

Deportivo Perempat-Final 2003/04
AC Milan 4-1 DEPORTIVO

DEPORTIVO 4-0 AC Milan
(Ag. 5-4)
AC Milan

Di lain pihak, kegagalan menjaga keunggulan agregat signifikan tadi malam bukan yang pertama buat Milan. Sembilan tahun lampau, Si Merah-Hitam pernah merasakan kegetiran yang lebih besar saat berhadapan dengan Deportivo La Coruna.

Kemenangan telak 4-1 pada laga pertama di kandang sendiri membuat langkah Milan ke semi-final seakan mustahil terhadang, tetapi Super Depor masih menyimpan secuil harapan berkat sebuah gol tandang Walter Pandiani di San Siro, walau mengakui butuh keajaiban untuk mengejar selisih sebesar itu.

"Ini tentu saja tugas yang sangat kompleks, sulit, dan menantang. Tapi dalam sepakbola keajaiban seringkali terjadi, hal-hal yang secara rasional mungkin tak Anda duga," ucap pelatih Javier Irureta kala itu.

Tak dinyana. Keajaiban benar-benar terjadi saat leg kedua mentas di Riazor. Gol-gol Pandiani, Juan Carlos Valeron, serta Alberto Luque mengantar tuan rumah memimpin 3-0 di babak pertama, sebelum pemain pengganti Fran Gonzalez menambah lara Rossoneri seperempat jam jelang bubar.

Setelah musim berakhir, Irureta melakukan perjalanan ziarah ke Santiago de Compostela untuk memenuhi nazarnya saat berdoa demi kelolosan timnya kontra Milan. "Merupakan hal yang pantas untuk pergi ke Santiago setelah kemenangan ini. Saya akan berjalan ke Santiago karena janji adalah janji," tuturnya.

AS Monaco Perempat-Final 2003/04
Real Madrid 4-2 AS
MONACO
 AS MONACO 3-1 Real Madrid

(Ag. 5-5)
Real Madrid CF

2003/04 sendiri patut dikenang sebagai musim penuh kejutan di Liga Champions. Selain comeback fenomenal Deportivo dan keluarnya FC Porto sebagai jawara -- yang sekaligus melambungkan nama Jose Mourinho, AS Monaco juga menunjukkan perjuangan hebat untuk melewati hadangan Real Madrid.

Di Santiago Bernabeu, Les Rouge et Blanc yang sempat mencuri keunggulan di babak pertama harus menyerah setelah Los Blancos menggelontorkan empat gol lewat Ivan Helguera, Zinedine Zidane, Figo, dan Ronaldo usai istirahat. Gol Fernando Morientes, striker yang dipinjam Monaco dari Madrid, tampak tak lebih dari konsolasi belaka.

Situasi makin sulit buat tim besutan Didier Deschamps ketika harus kebobolan lebih dulu oleh gol Raul Gonzalez pada partai kedua di Stade Louis II. Namun gol penyeimbang Ludovic Giuly di injury time babak pertama merekahkan harapan Monaco, yang akhirnya berbalik menang 3-1 via tandukan Morientes dan gol kedua Giuly pascajeda. Si Merah-Putih lolos berkat keunggulan gol tandang.

"Saya tentunya sangat senang dengan kemenangan Monaco. Tapi saya mempunyai kawan-kawan di Madrid yang pastinya sedang mengalami waktu sulit," komentar Morientes usai laga.

Chelsea FC Babak 16 Besar 2011/12
Napoli 3-1 CHELSEA

CHELSEA 4-1 Napoli (AET)
(Ag. 5-4)
Napoli

Kekalahan 3-1 di kandang Napoli menandai kiprah pamungkas Andre Villas-Boas bersama Chelsea di pentas Eropa. Hanya sepuluh hari berselang, sang bos muda asal Portugal didepak usai tim takluk 1-0 dari tuan rumah West Bromwich Albion di Liga Primer Inggris.

Tanpa diduga, peralihan tongkat kepelatihan dari tangan AVB ke Roberto Di Matteo, yang diangkat sebagai manajer interim, merupakan berkah terselubung bagi The Pensioners.

Menjamu I Partenopei di Stamford Bridge pada leg II, Chelsea tampil dengan determinasi tinggi dan kontribusi trio pemain senior, Didier Drogba, John Terry, serta penalti Frank Lampard, yang dibalas sekali oleh Gokhan Inler membuat pertarungan kedua tim harus diteruskan ke extra time. Branislav Ivanovic lantas muncul sebagai penentu tiket perempat-final buat Chelsea berkat aksinya membobol gawang Morgan De Sanctis pada menit ke-105.

"Saya pernah mengalami malam-malam hebat tapi mungkin yang satu ini akan masuk ke sejarah klub," ujar Di Matteo setelah pertandingan.

Kemenangan atas Vesuviani pada akhirnya menjadi titik tolak RDM dan The Blues untuk menuju kejayaan yang jauh lebih besar pada akhir musim dan menggondol trofi Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub.

FC Barcelona Babak 16 Besar 2012/13
AC Milan 2-0 BARCELONA

BARCELONA 4-0 AC Milan
(Ag. 4-2)
AC Milan

Tumbang tiga kali dalam lima partai, termasuk 2-0 dari AC Milan di San Siro, membuat banyak orang pesimistis akan peluang Barcelona untuk membalikkan situasi kontra Rossoneri di Camp Nou. Apalagi performa mereka pun relatif di bawah standar belakangan ini dan terutama sangat rapuh di sisi pertahanan.

Anggapan bahwa era kejayaan El Barca, yang begitu disegani dalam beberapa tahun terakhir, mulai habis pun mencuat ke permukaan. Namun Lionel Messi cs. membuktikan asumsi tersebut terlalu prematur.

Seperti tak berdaya di rumah lawan, The Catalans menunjukkan superioritas permainan saat meladeni Si Merah-Hitam di depan publik sendiri. Messi, yang sebelumnya tak pernah membobol gawang tim Italia lewat permainan terbuka, sukses melesakkan dua gol di babak pertama untuk melenyapkan keunggulan agregat Milan. Sepuluh menit selepas turun minum, David Villa menambah keunggulan Barca 3-0 yang kemudian dilengkapi gol Jordi Alba pada injury time.

 

Ikuti perkembangan terkini Liga Champions di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Champions, lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen Liga Champions.


GOAL.com hadir via ponsel di alamat m.goal.com.
Unduh juga aplikasi GOAL.com secara langsung untuk OS ponsel Anda:


Terkait