thumbnail Halo,

Cuneyt Cakir, wasit muda potensial asal Turki yang gemar obral kartu di atas lapangan.


OLEH TEGAR PARAMARTHA                                                                        Ikuti di twitter

Cuneyt Cakir menjadi sorotan pecinta sepakbola dunia setelah mengeluarkan keputusan yang dianggap kontroversial, yaitu mengganjar Nani dengan kartu merah usai kaki pemain asal Portugal tersebut bersarang ke dada Alvaro Arbeloa.

Keputusan tersebut mendapatkan perhatian serius karena mengubah jalannya pertandingan. United yang unggul 1-0 terpaksa harus gigit jari karena Madrid berhasil memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk membalikkan kedudukan menjadi 2-1 melalui gol yang dicetak oleh Luka Modric dan Cristiano Ronaldo.

Cakir sendiri dikenal sebagai salah satu wasit muda Eropa yang memiliki masa depan cerah, setelah kerap dipercaya untuk memimpin pertandingan-pertandingan panas di Turki, yang melibatkan tim-tim besar seperti Galatasaray, Fenerbahce dan Besiktas. Meski demikian, ia tidak cukup disukai oleh suporter sepakbola Turki karena kerap mengeluarkan keputusan kontroversial.

Dan Cakir ternyata memiliki catatan yang 'unik' apabila memimpin tim dari Inggris. Dapat dikatakan bahwa Nani bukanlah 'korban' pertama dari ketegasan wasit asal Turki ini.

Cakir memulai debutnya di pertandingan Eropa pada Piala UEFA 2008/09, memimpin pertandingan antara Twente dan Schalke, sebelum kemudian meningkat ke pertandingan Liga Champions 2010 antara Rubin Kazan dan Barcelona.

Pada 2011, Cakir membuat kontroversi ketika memimpin laga Liga Europa antara Manchester City dan Dynamo Kiev, di mana ia mengeluarkan delapan kartu kuning dan mencabut kartu merah pertamanya untuk pemain klub Inggris. Korbannya saat itu adalah striker bengal Mario Balotelli.

Dia terus mengukir namanya sebagai wasit dan kemudian dipercaya untuk memimpin laga semi-final Liga Champions antara Barcelona dan Chelsea pada 2012, di mana ia menghukum John Terry dengan kartu merah.



Selanjutnya, dia menjadi wasit termuda di usia ke-35 untuk memimpin partai Euro, dengan menangani beberapa pertandingan termasuk laga semi-final Euro 2012 antara Portugal dan Spanyol, di mana dia mencabut kartu kuning sebanyak sembilan kali.

Reputasinya sebagai wasit yang enteng kartu semakin berkembang, ketika ia mengkartu merah Steven Gerrard ketika Inggris menghadapi Ukraina dalam partai kualifikasi Piala Dunia September silam dan kemudian dilanjutkan dengan kartu merah kepada bek Chelsea Gary Cahill, ketika melakoni laga Piala Dunia Antarklub.

Dan terakhir, tentu saja Nani yang diganjar kartu merah di pertandingan babak 16 besar Liga Champions dini hari tadi di Old Trafford, yang berujung dengan kemenangan Real Madrid.

Di luar lapangan, Cakir juga memiliki sisi unik. Ia diketahui memiliki akun jejaring sosial Twitter. Di sana, ia menjadi follower banyak klub asal Turki, hal yang tidak mengejutkan mengingat ia berasal dari sana.

Tetapi, yang menarik adalah ia juga follower dua klub raksasa Liga Spanyol, Real Madrid dan Barcelona, dan juga dua pemain terbaik dunia saat ini, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Hal itu tentu menimbulkan pertanyaan, mengingat kontroversi yang terjadi saat ia memimpin laga Chelsea-Barcelona tahun 2012, dan Manchester United-Real Madrid dini hari tadi.

Namun, dalam tulisan terakhirnya di Twitter pada 28 Februari kemarin, diketahui Cuneyt sudah tidak aktif lagi di Twitter karena akunnya terus 'diserang' oleh suporter Turki yang tidak senang dengan keputusannya di atas lapangan.

"Sekarang saya mundur dari Twitter. Saya tidak layak atas hinaan ini," tulisnya.

Serangan tersebut diperkirakan hasil dari keputusan Cakir yang mengkartu merah pemain Bursaspor Maurice Edu saat menghadapi Gaziantepspor pada 22 Februari kemarin.



Ikuti perkembangan terkini Liga Champions di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Champions, lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen Liga Champions.

Terkait