thumbnail Halo,

Bagaimana Los Blancos bisa menggapai hasil sempurna kontra United di Bernabeu dini hari nanti? Skuat Mourinho minimal harus mewaspadai tiga pemain paling berbahaya berikut ini.


OLEH  DEWI AGRENIAWATI

"Ini [pertandingan Manchester United versus Real Madrid] merupakan yang paling dinantikan di dunia," demikian pernyataan Jose Mourinho, jelang big match 16 Besar Liga Champions di Santiago Bernabeu, dini hari nanti.

Apa yang dikatakan The Special One tampaknya tidak berlebihan, mengingat duel raksasa dari dua kompetisi berbeda ini tidak hanya memperebutkan kemenangan, tapi lebih dari itu juga mempertaruhkan harga diri.

Bagi Los Blancos, ajang Liga Champions bisa menjadi pembuktian bagi mereka setelah terseok-seok di La Liga, tertinggal jauh dari Barcelona yang berpeluang besar menyabet gelar. Apalagi, Madrid juga sesumbar soal La Decima [trofi ke-10 di UCL] yang akan menjadikan mereka klub tersukses di ajang antarklub paling elite Eropa.

Bagi Mourinho secara pribadi, laga ini juga menjadi penentu masa depannya bersama Los Galacticos. Andai gagal, besar kemungkinan The Special One harus angkat kaki.

Tidak mudah memang bagi Madrid untuk menaklukkan klub yang tengah mengincar replikasi prestasi yang mereka gapai 1999, meraih treble winners. Tapi, tentu ada peluang bagi mereka meredam ambisi The Red Devils, terutama jika mampu "mematikan" tiga pemain kunci yang pantas mendapat perhatian khusus dari klub ibu kota Spanyol.

ROBIN VAN PERSIE
STATISTIK RVP MUSIM INI
MAIN (SELURUH KOMPETISI):
 JUMLAH GOL:
ASSIST:
GOL KAKI KANAN:
GOL KAKI KIRI:
GOL SUNDULAN:
GOL PENALTI:
35
25
10
6
12
4
1

Meski perhatian utama duel dua raksasa Eropa akan tertuju pada Cristiano Ronaldo, sosok Robin van Persie diyakini bisa menjadi pembeda di pertandingan ini.

Tidak salah keputusan Sir Alex Ferguson memboyong Van Persie yang ditebut dari Arsenal seharga £24 juta di musim panas kemarin, walau di awal kehadirannya sempat mengkhawatirkan karena kiprah si pemain yang kerap dihantui cedera.

Toh, Van Persie membuktikan kemampuannya dengan menjadi mesin gol utama Setan Merah di musim ini. Di kompetisi Liga Champions saja, Van Persie telah membukukan tiga gol dari empat kali penampilan, tiga diantaranya sebagai starter atau rata-rata satu gol di setiap 96 menit.

Secara keseluruhan, RvP sudah mengemas 23 gol, 105 kali melepaskan tembakan yang 47 diantaranya mengarah ke gawang.

Kontribusi Van Persie juga bukan cuma urusan menjebol gawang lawan, karena selama musim ini dia telah mengemas tujuh assist.

Ditunjang keativitas di lini tengah, Madrid bisa menjadi bulan-bulanan jika membiarkan Van Persie mendapat ruang gerak di area terlarang.

WAYNE ROONEY
STATISTIK ROONEY MUSIM INI
MAIN (SELURUH KOMPETISI):
 JUMLAH GOL:
ASSIST:
GOL KAKI KANAN:
GOL KAKI KIRI
:
GOL SUNDULAN:
GOL PENALTI:
28
17
12
8
2
2
3

Kehadiran Van Persie ke Old Trafford membuat Wayne Rooney kini lebih sering berperan sebagai second striker.

Tak heran jika catatan golnya di Liga Champions masih kalah dibandingkan rekan setimnya, karena Rooney baru sekali menjebol gawang lawan di UCL musim ini.

Tapi, jangan langsung memandang Wazza tidak perlu diwaspadai di partai ini.

Selama empat kali tampil di Liga Champions, Rooney tak pernah tampil sebagai penyerang, Sir Alex dua kali menurunkannya di sayap kiri, sekali sayap kanan dan sisanya sebagai gelandang serang. Hasilnya, empat assist berhasil digelontorkan mantan pemain Everton ini.

Catatan tak kalah impresif juga diukir pemain 27 tahun di Liga Primer Inggris, di mana Rooney telah sepuluh kali menceploskan bola --enam kali lewat kaki kanan, dua dari kaki kiri dan sisanya melalui sundulan serta titik putih.

Lagi-lagi, transformasi posisinya menjadi lebih ke belakang membuat Rooney makin leluasa membongkar pertahanan lawan untuk dapat memberikan umpan. Total ada tujuh assist disodorkan Wazza, sama dengan yang diukir musim lalu dalam 34 pertandingan.

PATRICE EVRA
STATISTIK EVRA MUSIM INI
MAIN (SELURUH KOMPETISI):
 JUMLAH GOL:
ASSIST
:
GOL KAKI KANAN:
GOL KAKI KIRI:
GOL SUNDULAN:
GOL PENALTI:
35
4
6
-
1
3
-

Sir Alex Ferguson bisa mengandalkan bek senior Patrice Evra guna menutup celah di barisan belakang, yang menjadi pusat perhatian United musim ini. Meski terbilang subur di dari segi menyerang --mencetak 62 gol di Liga Primer-- lini belakang Setan Merah rapuh, sudah 31 kebobolan.

Menghadapi Madrid yang memiliki gelandang kreatif serta tingkat kesuburan yang tinggi, peran Evra akan sangat vital. Mesut Ozil atau Angel Di Maria yang biasa beroperasi di sisi kanan harus berhadapan dengan Evra yang akan dengan kokoh menjaga area pertahanan sebelah kiri.

Tidak hanya itu, Evra juga bisa menjadi "senjata rahasia" United. Menilik statistiknya musim ini, pemain berkebangsaan Prancis mencetak empat gol dan tiga di antaranya lewat sundulan kepala. Artinya, para bek Los Blancos harus bisa menempel Evra agar tidak leluasa melakukan lompatan untuk menjebol gawang Diego Lopez.

Pergerakan pemain kelahiran Dakar 15 Mei 1981 ini juga patut diperhatikan, karena sekalinya dia mendapat ruang gerak Evra bisa ikut mengacaukan lini belakang lewat tusukan cepat hingga akhirnya memberikan assist. Di Liga Primer, enam assist dikirim Evra dan semuanya membawa United meraih kemenangan, termasuk ketika performa heroiknya yang memberikan dua assist di pertandingan versus Liverpool, 13 Januari lalu.

Evra juga tak bisa menyembunyikan antusiasmenya jelang duel yang diprediksi bakal berlangsung ketat di Santiago Bernabeu.

"Saya selalu berpikir ini tahun sempurna untuk menunjukkan siapa kami sebenarnya. Kami tak bisa melewatkan kesempatan untuk menunjukkan diri kami, ini akan menjadi kekecewaan besar," kata Evra, dikutip ESPN.



Ikuti perkembangan terkini Liga Champions di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Champions, lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen Liga Champions.

Terkait