thumbnail Halo,

The Special One tidak akan mundur sebelum membawa Madrid menyabet gelar ke-10 di Liga Champions.


OLEH DEWI AGRENIAWATI

Jose Mourinho mendapat tekanan hebat di Real Madrid menyusul hasil negatif yang dicapai hingga paruh musim. Los Merengues tertinggal 16 angka dari penguasa sementara klasemen, Barcelona yang belum terkalahkan musim ini.

Belum lagi keputusannya mencadangkan kapten Iker Casillas yang berujung kekalahan 3-2 dari Malaga di laga terakhir tahun ini. Kendati demikian, The Special one belum memikirkan rencana mengakhiri petualangan di Santiago Bernabeu lebih cepat.

"Setelah kalah Sabtu lalu di Malaga, saya harus berpikir panjang dan mendalam tentang situasi saya dan Real Madrid. Saya menghabiskan Natal di Portugal dengan keluarga dan sekarang ada di Dubai di mana saya mengucap selamat tinggal dengan banyak teman," jelas Mourinho.

"Dan saya mendapat satu kesimpulan: sepakbola berubah, berubah, berubah, hampir setiap hari, setiap menit, setiap detik. Tapi, ada satu hal yang tidal berubah: tim selalu pelatih."

"Target utama saya adalah memenangi Liga Champions ketiha dengan tiga tim berbeda: dengan Madrid, setelah Porto dan Inter. Tidak ada yang pernah sukses sebelumnya," imbuh pelatij 49 tahun.

"Dan untuk Madrid, ini akan menjadi gelar ke-10 di Liga Champions, satu-satunya tim yang meraih gelar dua digit," pungkas The Special One.


Ikuti perkembangan terkini Liga Champions di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Champions, lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen Liga Champions.

Terkait