thumbnail Halo,

Pelatih Spanyol memilih fokus menghadapi Liga Europa


OLEH   DEFANIE ARIANTI
Kemenangan telak 6-1 atas Nordsjaelland berakhir sia-sia bagi Chelsea. Jawara bertahan Liga Champions harus tersingkir dari babak penyisihan grup dan merelakan tiket babak 16 besar kepada Shakhtar Donetsk yang unggul head to head.

Euforia para punggawa The Blues yang menghancurkan tamunya dengan skor telak berubah menjadi kekecewaan setelah menyadari mereka tergusur ke Liga Europa. Itu setelah Juventus memetik kemenangan 1-0 atas Shakhtar Donetsk dan memastikan kedua tim lolos ke fase gugur.

Hal ini jelas tidak membantu Rafael Benitez mencuri hati fans Chelsea setelah mengambil alih kursi kepelatihan Roberto Di Matteo beberapa pekan lalu. Kendati begitu, Benitez memilih menyikapi situasi ini dengan positif.

"Ketika anda menang, itu sudah menjadi hal positif. Cara kami menang, dengan menciptakan banyak peluang, sangat bagus. Tapi, kabar buruknya adalah kami harus bermain di kompetisi lain," ujar Benitez seperti dikutip ESPN.

"Kami kecewa tidak bisa lolos [ke babak selanjutnya], tapi kami harus memikirkan Sunderland [pada pertandingan Liga Primer Inggris akhir pekan] dan Liga Europa, yang merupakan tantangan bagi kami."

Lebih lanjut, mantan pelatih Liverpool berkeras, dirinya tetap mengharapkan hasil maksimal di Liga Europa nanti. "Kami harus memikirkan Liga Europa. Jika anda menyaksikan laga di babak semi-final atau final, ini adalah kompetisi yang hebat, kami berharap bisa menuju ke sana."

Ikuti perkembangan terkini Liga Champions di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Champions, lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen Liga Champions.