thumbnail Halo,

Menurut Miku, taktik defensif Celtic terbilang wajar karena tim-tim dengan materi pemain lebih baik pun main bertahan untuk menundukkan Barca.

GOAL.com Indonesia   OLEH
DEDE SUGITA

Striker Celtic, Miku, membela pendekatan taktik defensif timnya kala menumbangkan Barcelona 2-1 pada partai keempat fase grup Liga Champions, midweek kemarin.

Pasukan Neil Lennon diserang kritik karena dianggap menerapkan strategi antisepakbola demi mengepak tiga angka atas The Catalans.

Tapi, menurut Miku, yang dilakukan The Hoops sah-sah saja karena sebagian besar tim, termasuk yang punya materi lebih baik ketimbang mereka, juga bermain bertahan guna menundukkan raksasa Spanyol itu.

“Orang-orang boleh berkata sesuka mereka tapi ini adalah satu dari sedikit cara untuk mengalahkan Barcelona. Kami bermain di belakang bola dan efektif di depan,” ucap personel pinjaman dari Getafe ini kepada AS.

“Tim-tim lain dengan skuat lebih baik ketimbang Celtic telah berusaha dan gagal.  Tim mana di dunia yang tidak akan bertahan untuk mengalahkan Barcelona?”

“Setiap tim punya kekuatan tersendiri tapi keberuntungan juga ikut berperan. Lihat apa yang dikatakan semua orang setelah semi-final Liga Champions antara Barca dan Chelsea musim lalu, mereka bilang tim Di Matteo begini dan begitu,” jelas pemain asal Venezuela ini.

“Sekarang tak seorang pun yang mengingatnya dan para pemain seperti Fernando Torres dan Juan Mata akhirnya memenangi kompetisi dengan mengalahkan Bayern Munich.”

 

Ikuti perkembangan terkini Liga Champions di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Champions, lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen Liga Champions.

Terkait