thumbnail Halo,

Cruyff lebih memilih tak mendapat trofi tapi bermain indah.

Legenda hidup sepakbola Belanda, Johan Cruyff, mengkritik keras pendekatan ultradefensif Chelsea dalam memenangi partai puncak Liga Champions 2011/12 kontra Bayern Munich, Sabtu (19/5) lalu.

Dengan dominasi secara nyata dipegang Die Roten, The Blues asuhan Roberto Di Matteo justru sukses keluar sebagai kampiun, trofi UCL pertama mereka, lewat drama adu penalti setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal dan perpanjangan waktu.

Menurut Cruyff, kemenangan yang diraih dengan cara seperti itu tak disukai semua pihak kecuali para True Blue-ers alias suporter Chelsea sendiri.

“Cuma fans Chelsea yang akan senang dengan ini,” ucap mantan pemain Ajax Amsterdam dan Barcelona itu kepada De Telegraaf.

“Sedangkan sisanya, tak seorang pun yang bisa senang dengan hasil akhir final Liga Champions tersebut.”

“Hal yang menganggu saya terutama adalah sebuah tim sepakbola yang dapat melupakan segalanya, tapi tetap menang.”

Terkait pendapat ini, Cruyff lantas diajukan pertanyaan apakah dia akan tetap mengutamakan permainan indah jika itu berujung dengan kegagalan meraih trofi.

Tanpa ragu ia menjawab, “Jika demikian saya lebih memilih mengambil langkah-langkah yang kami ambil di Ajax, menuju sepakbola yang kita semua ingin lihat.”

“Dan jika itu berarti tak ada kemenangan di Liga Champions? Lebih baik tak memiliki trofi tapi bermain dengan cara seperti ini.”

 

Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

 

Terkait