thumbnail Halo,

Didier Drogba mengatakan sudah belajar dari pengalaman final Liga Champions 2008.

Didier Drogba tak ingin mengulangi kesalahan mendapat kartu merah di final Liga Champions.

Chelsea memastikan diri melaju ke laga puncak kejuaraan antarklub paling bergengsi Eropa itu setelah menyingkirkan Barcelona. Di final, Chelsea akan menantang Bayern Munich yang secara kebetulan akan bermain di kandang sendiri, Allianz Arena.

Drogba memiliki pengalaman pahit ketika bertanding di final 2008. Saat itu, striker Pantai Gading ini berkonflik dan menampar bek Manchester United Nemanja Vidic sehingga mendapat kartu merah. Chelsea akhirnya kalah adu penalti.

"Saya rasa semua orang layak memperoleh kesempatan kedua," ujar Drogba dilansir Times of India.

"Saya tidak tahu apakah itu kesalahan saya, tapi saya sudah membayarnya dengan tidak memenangi final serta berbagai kecaman setelahnya."

"Itulah sepakbola dan saya maklum. Kejadian itu membantu saya bertambah lebih baik."

Drogba juga menjelaskan tidak risih dengan kritik yang menimpa Chelsea karena menerapkan taktik defensif saat menghadapi Barcelona.

"Bertahan adalah sebuah budaya. Bisa dibilang budaya Italia, tapi kami bisa melakukannya pula. Juga mencetak gol, saya rasa tidak ada yang bisa meniru apa yang kami lakukan dan kami mencetak beberapa gol," imbuhnya.

"Di laga pertama, kami mencetak gol. Tanpa perlu harus bersikap arogan, saya kira kami layak tampil di final."



Twitter Ikuti Agung Harsya di twitter.

GOAL.com hadir via ponsel melalui m.goal.com,
Unduh juga aplikasi untuk BlackBerry, Nokia, iPhone, iPad, Android, dll.


Terkait