thumbnail Halo,

Arjen Robben yakin Bayern Munich punya cara mengatasi pertahanan ketat Chelsea.

Arjen Robben mengingatkan Bayern Munich tidak akan membiarkan Chelsea 'memarkir bus di depan gawang' ketika kedua tim bertemu di final Liga Champions di Allianz Arena, 19 Mei.

Istileh 'memarkir bus di depan gawang' kali pertama dipopulerkan oleh Sam Allardyce saat melatih Bolton. Saat itu Bolton menjadi klub pertama yang mengalahkan Chelsea, dan Allardyce mengatakan; "Cara mengalahkan Chelsea adalah dengan 'memarkir double-decker di depan gawang', atau menumpuk pemain di sekitar kotak penalti.

Chelsea menggunakan cara yang sama saat mendepak Barcelona di semifinal leg pertama dan kedua. Robben tidak yakin cara itu tidak bisa diterapkan saat melawan Bayern di final Liga Champions.

"Saya menyaksikan Chelsea mengalahkan Barcelona," ujar Robben.

"Mereka bertahan dengan baik, seakan 'memarkir bus di depan gawang. Namun saya harus katakan cara itu tidak berguna di Allianz Arena," ujar pemain yang pernah membantu Chelsea memenangkan gelar Liga Primer.

Bayern, masih menurut Robben, selalu punya cara mengatasi permainan bertahan dan mampu mengantisipasi serangan balik lawan.

Puluhan ribu fans Bayern dikabarkan telah mengajukan permohonan tiket final Liga Champions jauh hari sebelum The Bavarians mengalahkan Real Madrid di semifinal.

Namun fans Bayern dan Chelsea hanya akan mendapat masing-masing 17.500 tiket dari UEFA. Sedangkan Allianz Arena berkapasitas 66 ribu.

Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait