thumbnail Halo,

Investasi lebih dari 200 juta euro sejak dua tahun lalu terbukti bisa membawa Paris St Germain ke tangga kesuksesan.


CATATAN   M YANUAR F     Ikuti @mohammadyanuar di twitter

'Dream Bigger'.

Begitulah slogan klub Paris St Germain. Ya, bermimpilah besar. Musim ini, PSG sukses mewujudkan mimpi mereka.

Tapi, mimpi itu tidaklah mudah diwujudkan dan juga tidak murah. PSG berhasil meraih titel Ligue 1 Prancis pertama mereka sejak 1994 setelah investasi besar-besaran oleh Qatar Sports Investments (QSI).
LIMA PEMAIN PSG TERMAHAL
Thiago Silva: 40,000,000 euro
Javier Pastore: 40,000,000 euro
Lucas Moura: 37,500,000 euro
Ezequiel Lavezzi: 25,000,000 euro
Zlatan Ibrahimovic: 20,000,000 euro

  • Pada musim 2011/12, PSG menghabiskan kurang lebih 100 juta euro untuk belanja pemain. Sementara di musim ini, PSG sudah mengeluarkan 135 juta euro.

Sejak mengambil alih hak kepemilikan klub dari Canal Plus, sudah 200 juta euro lebih dikucurkan QSI untuk menjadikan PSG sebagai skuat juara.

Mendatangkan pemain yang diprediksi bakal menjadi bintang, seperti Javier Pastore dan Lucas Moura, hingga pemain berlabel bintang itu sendiri, seperti Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva hingga David Beckham, berujung pada kesuksesan di musim ini.

Hasilnya bisa dilihat pada skuat PSG di musim ini. Dari kiper hingga penyerang, PSG memiliki pemain jaminan mutu. Belum lagi sosok di belakang layar seperti Carlo Ancelotti dan Leonardo, aktor kawakan di dunia sepakbola Eropa.

Akan tetapi, PSG tahu masih banyak hal yang harus dibenahi. Kualitas yang mereka tunjukkan, meski bisa memenangi Ligue 1, tak menunjukkan kelas sebagai tim terbaik Prancis saat ini.

PSG lebih banyak memainkan strategi serangan balik cepat karena poros serangan yang harusnya dijalankan Pastore tidak berjalan dengan baik. Hal ini juga berimbas dengan kestabilan permainan PSG, di mana tak jarang ketika menghadapi non-unggulan, PSG harus takluk.

Leonardo pun harus keluar dan membela klubnya dengan menyatakan skuat PSG lebih dipersiapkan menghadapi kompetisi di Eropa, bukan domestik.

Memang, di level Eropa, performa PSG pantas diacungi jempol. Mereka tersingkir dari Barcelona di Liga Champions hanya karena aturan mencetak gol di kandang lawan.

Kembali ke kompetisi domestik, PSG juga tak memiliki citra yang bagus. Mereka menjadi tim dengan koleksi kartu merah terbanyak di Ligue 1 musim ini, dengan sembilan kartu merah. Bahkan jika dibandingkan dengan sesama tim juara kompetisi lain di penghujung Eropa, PSG masih menjadi tim paling tak disiplin.

Sikap buruk tidak hanya ditunjukkan pemain, tapi juga direktur klub. Leonardo menunjukkan aksi tidak terpuji terhadap Alexandre Castro di lorong menuju ruang ganti saat timnya ditahan imbang 1-1 Valenciennes.

Terlepas dari semua itu, PSG sudah berhasil mengakhiri dahaga akan gelar juara di musim ini. Dengan target yang lebih besar di musim mendatang, PSG tahu tak hanya kekuatan uang saja yang harus ditingkatkan, tapi juga kesiapan mental pemain dan kematangan dalam bermain.

Ikuti perkembangan terkini sepakbola Prancis di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Ligue 1 Prancis lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Prancis.

Terkait