thumbnail Halo,

"Saya masih menikmati waktu luang bersama keluarga. Mungkin suatu saat nanti," kata Pires.


OLEH AGUNG HARSYA     PENYUSUN MUHAMMAD RUFFY                       
Robert Pires hadir di Jakarta untuk menggelar coaching clinic sebagai rangkaian dari tur Arsenal Juli mendatang, Kamis (28/2) sore.

Coaching clinic diramaikan puluhan anak mulai usia 5 hingga 12 tahun, pria dan wanita. Para peserta ditemani oleh orangtua masing-masing yang tak kalah antusias menyempatkan diri bersua langsung dengan Pires.

Diakui mantan pemain asal Prancis itu, dukungan keluarga sangat penting bagi pesepakbola. "Waktu remaja saya harus memilih antara sekolah atau sepakbola," kisahnya kepada media.

"Saya kewalahan karena di sepakbola saya tidak memiliki tubuh besar seperti anak-anak lain. Akhirnya ibu saya mendorong saya untuk serius menekuni sepakbola secara profesional. Dukungan keluarga itu penting."

Meski tampak menikmati jalannya kegiatan, Pires belum berniat menjadi pelatih. "Saat ini? Belum. Saya masih menikmati waktu luang bersama keluarga. Mungkin suatu saat nanti," pungkasnya.

Tak hanya menularkan ilmu kepelatihan, Pires juga memamerkan trofi "invincible" yang untuk kali pertama dibawa keluar Inggris. Tak heran karena musim takterkalahkan Arsenal, yaitu musim 2003/04, rupanya dianggap menjadi momen terbaik Pires bersama Gunners.

Ikuti perkembangan terkini sepakbola Prancis di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Ligue 1 Prancis lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Prancis.

Terkait