thumbnail Halo,

Sakho masih belum bisa melupakan kekalahan telak dari Marseille pada musim lalu.


OLEH    DONNY AFRONI

Bek Paris Saint-Germain Mamadou Sakho sudah tidak sabar untuk menjalani laga Classique melawan Marseille pada akhir pekan ini demi membalas kekalahan saat menjalani debut.

Walau Marseille tak memenangi dua laga terakhir mereka kala berjumpa PSG, Sakho mengaku masih mengingat kekalahan 3-0 pada musim lalu. Bagi Sakho, duel Classique mempunyai arti penting bagi dirinya.

“Musim lalu, sejujurnya saya sangat marah. Saat tiba di rumah, saya tidak berbicara dengan siapa pun, saya mematikan telepon. Laga itu sangat berarti bagi saya, dan kalah 3-0, itu sangat berat,” ungkap Sakho kepada beIN Sport.

“Mental saya benar-benar runtuh hingga hari berikutnya. Tapi perlahan-lahan saya memulai halaman baru. Namun kekalahan musim lalu sangat menyakitkan.”

Sakho kemudian mengungkapkan kenangannya ketika masih kanak-kanak. Sakho merupakan fans PSG, dan merasa senang ketika mengikat kontrak dengan klub tajir itu saat berusia 17 tahun.

“Itu merupakan momen sangat spesial bagi saya. Saya selalu menjadi fans PSG, saya pernah datang ke Parc des Princes ketika berusia tujuh atau delapan tahun. Karena itu, membela warna tim saya di atas lapangan sangat emosional,” kata Sakho.

“Ketika masih muda, saya sering menonton Classique dengan teman-teman di sekitar tempat tinggal. Akan selalu ada nyanyian, taruhan. Tensinya sungguh hebat.”

Ikuti perkembangan terkini sepakbola Prancis di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Ligue 1 Prancis lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Prancis.

Terkait