thumbnail Halo,

Ancelotti menilai Turpin kerap merugikan dari dua kali kepemimpinannya di laga yang dilakoni PSG.


OLEH   DONNY AFRONI        
Pelatih Paris Saint-Germain Carlo Ancelotti mengecam kepemimpinan wasit Clément Turpin ketika tim besutannya bermain imbang 1-1 melawan Montpellier, dan menuntut agar PSG lebih dihormati.

Di laga tersebut, Turpin mengganjar Mamadou Sakho dengan kartu merah ketika laga berjalan satu menit. Turpin juga mengeluarkan pemain Montpellier Younes Belhanda di menit ke-65 usai menerima kartu kuning kedua. Ancelotti menilai PSG telah menjadi target wasit.

“Kami menjalani laga yang bagus, karena kami bermain dengan sepuluh orang selama hampir satu jam. Tidak mudah bermain dengan jumlah lebih sedikit dibandingkan lawan. Saya tak bisa menyalahkan pemain, karena mereka sudah bekerja keras,” ujar Ancelotti dilansir Canal+.

“Saya yakin itu tidak seharusnya kartu merah. [Gaetan] Charbonnier lebih dulu menarik kaus Sakho, dan dia bukan bek terakhir. Kartu merah merupakan 'hadiah' dari wasit. Wasit ini masih muda, dan dua pekan lalu saya sudah bilang dia wasit yang bagus. Tapi kadangkala dia ingin menjadi aktor di atas lapangan. Dia telah membuat kesalahan.”

“Dengan wasit ini, kami mendapatkan dua kartu merah saat melawan Ajaccio, saya dan [Ezequiel] Lavezzi. Malam ini giliran Sakho. Seharusnya itu hanya kartu kuning.”

“Apa yang saya pikirkan mengenai itu semua? Tim saya tidak ofensif, kami menghormati lawan-lawan kami, dan wasit. Tapi ada masalah. Kami perlu dihormati. Saya ingin tim saya dihormati. Namun kami tidak mendapatkan itu di pertandingan ini.”

Ikuti perkembangan terkini sepakbola Prancis di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Ligue 1 Prancis lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Prancis.

Terkait