thumbnail Halo,

Menjelang laga Indonesia kontra Belanda Juni mendatang, GOAL.com Indonesia menampilkan profil lima pemain legendaris PSV Eindhoven, anggota De Grote Drie Eredivisie.


OLEH    DEDE SUGITA


De Grote Drie alias Si Tiga Besar mustahil diabaikan dari sepakbola Belanda. Sesuai namanya, Ajax Amsterdam, PSV Eindhoven, serta Feyenoord Rotterdam adalah tiga klub terbesar di Negeri Kincir Angin.

Usai membahas tentang para legenda De Godenzonen, kali ini GOAL.com Indonesia mengulas lima figur yang melegenda bersama De Boeren, sebagai bagian dari rangkaian editorial menyambut kedatangan De Oranje ke Tanah Air.

Seperti Ajax, tim yang bermarkas di Philips Stadion ini tenar sebagai tempat melejitnya bintang-bintang dunia seperti Ruud Gullit, Hans van Breukelen, Ronald Koeman, Jaap Stam, Ruud van Nistelrooy, Arjen Robben, Mark van Bommel, sampai dua striker maut Brasil, Romario dan Ronaldo, serta Park Ji-Sung asal Korea Selatan.

Mereka semua pernah merengkuh sukses dengan PSV, tapi siapa yang benar-benar sahih mendapat cap legenda klub? Berikut ini lima nama pilihan kami:

PSV Eindhoven
WILLY VAN DE KERKHOF

Jenderal Lapangan Tengah
Nama Lengkap:


Tempat Lahir:
Tanggal Lahir:
Laga/Gol:
Wilhelmus Antonius van de Kerkhof
Helmond
16 September 1951
418/57
Kalau Ajax terkenal dengan kembar De Boer-nya di era 1990-an, PSV malah lebih dulu punya pesepakbola kembar, yaitu Willy dan Rene van de Kerkhof, di generasi sebelumnya.

Meski keduanya sama-sama layak menyandang status legenda De Rood-witten, untuk daftar ini kami lebih mengedepankan nama pertama lantaran lebih lama memperkuat klub dan mengoleksi lebih banyak penampilan di timnas Belanda.

Seperti Rene yang bermain di sayap kanan, Willy, berposisi gelandang sentral, tumbuh di akademi FC Twente sebelum digaet PSV pada 1973.

Bersama-sama keduanya membantu De Boeren mencaplok tiga titel Eredivisie, dua KNVB Beker, dan satu Piala UEFA. Ketika Rene hengkang ke Apollon Smyrnis di Liga Yunani pada 1983, Willy memutuskan bertahan di Philips Stadion hingga gantung sepatu lima tahun berselang.

Keputusan tepat karena ia kemudian menambah lagi deretan silverware-nya, termasuk rengkuhan treble winners juara liga, KNVB Beker, dan Piala Champions 1987/88 alias musim terakhirnya sebagai pesepakbola profesional.

Hingga saat ini, Willy masih bertengger di urutan ketiga dalam daftar kolektor penampilan liga terbanyak sepanjang sejarah PSV dengan jumlah 418 pertandingan.

PSV Eindhoven
JAN VAN BEVEREN

Kiper Tangkas
Nama Lengkap:
Tempat Lahir:
Tanggal Lahir:
Laga/Gol:
Jan van Beveren
Amsterdam
5 Maret 1948
291/0
“Dia dianggap sebagai kiper terbaik Belanda di era 70-an, seorang ‘penjaga garis’ yang luar biasa tangkas, shot stopper bergaya old school,” demikian deskripsi David Winner, penulis buku “Brilliant Orange: The Neurotic Genius of Dutch Football”, tentang Jan van Beveren.

Meskipun demikian, sayangnya Van Beveren belum pernah sekali pun berpartisipasi di pentas akbar internasional. Ia absen di Piala Dunia 1974 karena cedera, sementara Piala Eropa 1976 juga dilewatkannya akibat perselisihan dengan Johan Cruyff, sedangkan di PD 1978 ia malah sudah mundur dari panggung sepakbola antarnegara.

Fakta tersebut, dan koleksi cap Oranje yang hanya berjumlah 32 dalam kurun sepuluh tahun (1967-77) toh tak menutupi kehebatan Van Beveren.

Ia menjulang terutama kala berdiri di bawah mistar PSV, yang menggaetnya dari Sparta Rotterdam pada 1970. Selama sedekade berseragam Merah-Putih, kecekatan Van Beveren mengawal gawang turut berperan penting atas hadirnya tiga titel Eredivisie, dua KNVB Beker alias Piala Belanda, plus satu Piala UEFA ke dalam lemari trofi Philips Stadion.

Menghadapi Bastia di babak final Piala UEFA 1978 yang masih mentas dengan sistem dua leg, Van Beveren bahkan selalu mengemas clean sheet, membantu PSV memetik hasil imbang tanpa gol di Prancis dan menang 3-0 di kandang sendiri.

Nama Van Beveren juga terus berkibar setelah meninggalkan klub untuk merantau ke Liga Amerika Serikat pada 1980. Negeri Paman Sam tetap menjadi domisilinya usai gantung sarung tangan enam tahun berselang dan akhirnya juga menjadi tempatnya mengembuskan napas terakhir pada Juni 2011 silam.

PSV Eindhoven
COEN DILLEN

Her Kanon
Nama Lengkap:

Tempat Lahir:
Tanggal Lahir:
Laga/Gol:
Coenraad Henrik Dillen
Strijp
5 Oktober 1926
328/287
Inilah pemegang rekor pencetak gol terbanyak dalam semusim Liga Belanda. Coen Dillen, striker berjulukan Her Kanon alias Si Meriam, menyumbang 43 gol buat PSV pada 1956/57, edisi perdana penyelenggaran Eredivisie.

Jika dirunut ke belakang sampai 1953, koleksi sang striker bahkan lebih edan lagi, 152 gol dalam 137 partai liga! Meski punya rekor fantastis, Dilen rupanya bukan pesepakbola dengan kemampuan ciamik.

Menurut sebuah artikel di Soccernet, ia tak cepat dan karenanya tak sesuai dengan gaya sepakbola mengalir. Bahkan seorang rekan setimnya, Roel Wiersma, menuturkan bahwa Dillen adalah tipe pemain malas dan hanya menanti datangnya bola di dalam kotak penalti.

Kurangnya kemampuan olah bola Dillen tersebut diyakini menjadi alasan dirinya hanya dipanggil memperkuat timnas Belanda sebanyak lima kali.

Satu-satunya keunggulannya adalah teknik tendangan geledek yang membuat jiper para bek dan kiper di seantero Belanda kala itu. Satu tembakan Dillen bahkan sempat menembus jala lawan sewaktu PSV bertandang ke Elinkwijk. Di lain kesempatan tendangan superkerasnya pernah membuat patah jari kiper MVV Maastricht, Jan Vrijhof.

Bagaimanapun, di balik segala kekurangannya, catatan Dillen tetap pantas diacungi jempol dan terbukti belum ada pemain yang sanggup melampaui rekornya sampai sekarang. Meski saat dirinya merumput PSV hanya meraih satu gelar liga dan satu Piala Belanda (karena ketajaman lini depan dibarengi bobroknya lini belakang), klub mengapresiasi pencapaiannya dengan membangun sebuah patung Dillen di depan Philips Stadion.

PSV Eindhoven
HANS VAN BREUKELEN

Pengawal Era Emas
Nama Lengkap:


Tempat Lahir:
Tanggal Lahir:
Caps/Gol:
Johannes Franciscus van Breukelen
Utrecht
4 Oktober 1956
308/0
Keandalan penjaga gawang Hans van Breukelen tak pelak menjadi salah satu faktor vital dalam prestasi emas PSV Eindhoven dan timnas Belanda di tahun yang sama: 1988.

Kala itu De Boeren diantarnya memborong gelar di tiga kejuaraan: Eredivisie, Piala Belanda, dan Piala Champions. Di final ajang yang disebut terakhir, dipentaskan di Stuttgart, 25 Mei, skuat Guus Hiddink menang adu penalti atas Benfica dengan Van Breukelen muncul sebagai pahlawan lewat aksinya menghadang penendang terakhir Antonio Veloso.

Tepat sebulan berselang, di partai pamungkas Euro 1988 di Munich, kiper berpostur 188 cm ini kembali menunjukkan kebolehannya mementahkan penalti Igor Belanov untuk membantu Oranje membukukan kemenangan 2-0 atas Uni Soviet sekaligus mencaplok trofi pertama sepanjang sejarah, dan sejauh ini masih satu-satunya.

Menjalani debut profesional bersama FC Utrecht pada 1976, Van Breukelen merumput enam tahun di Stadion Galgenwaard sebelum digaet Nottingham Forest untuk menggantikan tempat Peter Shilton. Dua musim yang dijalaninya di Inggris terbilang sukses meski sempat diwarnai cedera yang memaksanya menepi empat bulan.

Walau sudah dikenal sebagai kiper tangguh, Van Breukelen tak pernah merengkuh gelar mayor dengan dua klub pertamanya dan baru mencapai kesuksesan setelah kembali ke Belanda untuk memperkuat PSV pada 1984.

Termasuk treble 1988, ia memenangi total 11 trofi bareng De Eindhovenaren, yang dibelanya sampai pensiun pada 1994. Periode di PSV juga ditandainya dengan raihan prestasi individual Kiper Terbaik Belanda sebanyak empat kali.

PSV Eindhoven
WILLY VAN DER KUYLEN

Mr. PSV
Nama Lengkap:




Tempat Lahir:
Tanggal Lahir:
Laga/Gol:
Wilhelmus Martinus Leonardus Johannes van der Kuijlen
Helmond
6 Desember 1946
528/308
Di antara semua legenda klub, pemain satu inilah yang paling pas memperoleh julukan Mr. PSV.

Menghabiskan 17 dari 18 tahun karier profesionalnya dengan De Rood-witten, Willy van der Kuylen hingga saat ini masih memegang rekor penampilan dan gol terbanyak untuk tim.

Tumbuh di akademi PSV, sang penyerang pertama muncul ke permukaan pada 1964 dan setia bersama klub sampai 1981. Dalam kurun tersebut, ia mengoleksi lebih dari 500 partai liga dan membobol gawang lawan sebanyak 308 kali, jumlah gol yang membawanya melewati rekor Coen Dillen.

Setelah pindah ke MVV Maastricht di musim terakhirnya sebelum gantung sepatu (1981/82), Van der Kuylen melesakkan tiga gol lagi dan sampai sekarang ia masih bertahan di puncak daftar top scorer abadi Eredivisie.

Untuk urusan silverware, kontribusi pemain yang, seperti Dillen, tenar dengan tembakan geledeknya, ini membuahkan tiga gelar Eredivisie, dua KNVB Beker, plus sebuah trofi Piala UEFA buat De Rood-witten.

Kendati tak mengakhiri karier di Philips Stadion, bukan berarti jasa besar sang legenda dilupakan PSV. Seperti Dillen, sosok Van der Kuylen juga diabadikan melalui sebuah patung di luar stadion markas klub.

Satu noda kecil dalam karier Van der Kuylen adalah ia jarang tampil buat timnas Belanda. Lantaran kalah bersaing dengan talenta brilian Ajax, Johan Cruyff, ia hanya mengemas 22 cap di level internasional dengan sumbangan tujuh gol.




Garuda vs. Oranje

Terkait