thumbnail Halo,

Meski cukup miskin dalam hal prestasi, sepakbola Belanda tetap dipandang sebagai salah satu kekuatan besar di sepakbola dunia.


OLEH TEGAR PARAMARTHA                                                                        Ikuti di twitter

Meski prestasi tidak sementereng Brasil, Argentina, Prancis atau Spanyol, Belanda tidak diragukan lagi adalah salah satu kekuatan besar dalam dunia sepakbola.

Oranje dikenal dengan gaya permainan Total Football telah mereka terapkan sejak tahun 1970-an dan sejak saat itu pula mereka menjadi disegani di seluruh dunia dan selalu menjadi salah satu unggulan ketika Piala Dunia atau Euro digelar, sampai saat ini.

Dengan gaya permainan yang atraktif tersebut, timnas Belanda kerap meraih kemenangan hingga tidak jarang menggapai partai puncak. Namun sayang, dalam turnamen Piala Dunia mereka selalu gagal di final, bahkan sampai saat ini mereka tercatat sebagai tim yang paling banyak menembus final Piala Dunia tanpa meraih kemenangan.

Belanda tiga kali sukses mencapai partai puncak pesta akbar sepakbola tersebut, yaitu pada tahun 1974 (di mana mereka dikalahkan oleh Jerman dengan skor 1-0), 1978 (takluk oleh tuan rumah Argentina) dan terakhir pada 2010 (dibekuk oleh Spanyol). Belanda juga satu kali menduduki peringkat ke-empat pada tahun 1998.

Prestrasi terbaik yang didapat oleh timnas senior Belanda adalah trofi Euro 1988, di mana saat itu Oranje diisi pemain-pemain legendaris seperti Ruud Gullit, Marco van Basten, Ronald Koeman dan Frank Rijkaard. Berbeda dengan Piala Dunia, Belanda hanya satu kali itu saja menembus final, tetapi mereka berhasil merengkuh gelar juara.



Belanda juga menjadi tim kedua, setelah Spanyol, yang berhasil menempati posisi pertama dalam ranking FIFA [pada Agustus 2011] tanpa memenangkan Piala Dunia terlebih dahulu.

Meski minim prestasi dalam level timnas, tidak demikian dengan para pemainnya di level klub. Belanda juga dikenal sebagai salah satu sumber pemain berkualitas.

Banyak pemain-pemain legendaris yang lahir di salah satu daratan di Eropa tersebut, diantaranya adalah seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, yaitu Gullit, Rijkaard, Van Basten dan Ronald Koeman, kemudian ada Johan Cruyff, Dennis Bergkamp, Marc Overmars, Edgar Davids, Frank dan Ronald de Boer, Patrick Kluivert, Edwin van Der Sar dan masih banyak lagi.

Garuda vs. OranjeKontribusi mereka di klub masing-masing juga tidak main-main. Lihat saja trio Gullit-Rijkaard-Van Basten yang membawa AC Milan digdaya dengan menggondol trofi Liga Champions dua tahun berturut-turut dan  Piala Interkontinental (Piala Dunia Antarklub) dua kali beruntun.

Masih ada banyak pemain lain seperti Dennis Bergkamp mengantar Arsenal menjadi tak tertandingi sehingga mendapat julukan Invincible, kemudian ada Jaap Stam yang mencicipi era keemasan di Manchester United di mana mereka meraih treble winner pada tahun 1999,  atau Edgar Davids yang menjadi salah satu pemain krusial Juventus ketika mendominasi Italia, yang kemudian dilanjutkan oleh Wesley Sneijder di FC Internazionale.

Di kompetisi lokal, persaingan finansial tampak berjalan tidak adil bagi Belanda. Bagaimana tidak, pada sebelum milenium baru, klub Eredivisie terutama Ajax Amsterdam menjadi salah satu kekuatan besar di Eropa. Bahkan, mereka berhasil memenangi Liga Champions dan Piala Interkontinental (Piala Dunia Antarklub) pada tahun 1995, setelah sebelumnya memenangi Piala UEFA pada 1992.



Sebelum tahun 1990-an, atau diantara 1970 hingga 1980-an, Belanda lebih kompetitif lagi di Eropa. Feyenoord sukses menggondol gelar juara Liga Champions pada 1970 dan Piala UEFA pada 1974, PSV Eindhoven jadi juara Piala UEFA pada 1978 dan merengkuh trofi Liga Champions sepuluh tahun kemudian (1988), dan yang paling sukses tentu saja Ajax yang memenangi Liga Champions tiga tahun beruntun pada 1971, 1972 dan 1973, ditambah dengan trofi Piala Interkontinental (Piala Dunia Antarklub) pada 1972.

Setelah era keemasan Ajax pada 1995, praktis tim-tim Belanda mulai memudar karena pemain-pemain bintang mereka mulai dibajak oleh klub-klub luar negeri. Trofi Eropa terakhir yang diboyong ke Belanda adalah Piala UEFA tahun 2002 yang dimenangkan oleh Feyenoord.

Seiring meredupnya prestasi internasional klub-klub lokal, pamor Eredivisie pun juga semakin tertinggal dari kompetisi negara lain seperti Liga Primer Inggris, Primera Liga Spanyol atau Bundesliga Jerman. Namun, meski demikian, sepakbola Belanda akan tetap dipandang sebagai salah satu yang terbesar dan bukan tidak mungkin mereka akan kembali meraih kejayaan, baik di level internasional ataupun di level klub, yang dulu pernah mereka rasakan.

Belanda akan datang menyambangi Indonesia untuk melakoni laga uji coba dengan tim nasional senior pada 7 Juni mendatang di stadion Gelora Bung Karno. Kesempatan emas menghadapi raksasa dari Eropa ini tentu tidak boleh dilewatkan untuk menimba pengalaman dan tentu saja untuk mencuri kemenangan, karena ini KANDANG KITA!


Garuda vs. Oranje

Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait