thumbnail Halo,

Sistem pembinaan pemain yang dilakukan Feyenoord Rotterdam adalah satu-satunya cara yang tepat, tukas Johan Cruyff.


OLEH   AGUNG HARSYA     Ikuti @agungharsya di twitter
Johan Cruyff melontarkan pujian terhadap sistem pembinaan pemain muda yang diterapkan Feyenoord Rotterdam.

Untuk kali ketiga secara beruntun akademi Feyenoord terpilih sebagai yang terbaik di Belanda. Selain menghasilkan pemain yang dijadikan komoditas ke klub-klub lain, Feyenoord seakan tidak pernah berhenti mencetak pemain muda yang sekarang mendominasi skuat asuhan pelatih Ronald Koeman. Nama-nama pemain belia macam Terence Kongolo, Tonny Trindade de Vilhena, Anass Achahbar, dan Jean-Paul Boetius adalah dua nama terakhir yang diorbitkan Koeman musim ini.

"Itulah satu-satunya cara untuk melakukannya dengan benar," tulis Cruyff dalam kolom mingguan di De Telegraaf.

"Semua hal lain yang dilakukan di Belanda tampak tidak masuk akal. Terkadang saya berpikir 'gila menghabiskan banyak uang untuk membeli pemain muda'. Hal ini sungguh mengganggu karena kontrak gemuk menghancurkan pemain muda berbakat. Saya rasa mereka masih muda, jadi beri mereka banyak waktu untuk berkembang."

"Berdasarkan pengalaman panjang saya dengan pemain, saya selalu bilang 'semua uang yang kalian hasilkan saat berusia 28 tahun akan tetap ada setelah karier kalian berakhir'."

Baru-baru ini Cruyff menyatakan pensiun dari dunia kepelatihan usai membawa tim seleksi Catalonia bermain 1-1 melawan Nigeria dalam sebuah laga eksebisi.

Ikuti perkembangan terkini sepakbola Belanda di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Eredivisie Belanda lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Belanda.

Terkait