thumbnail Halo,

Wilfried Bony lega tidak ada pemain Pantai Gading yang celaka saat penonton Senegal mengamuk.

GOAL.com Indonesia   OLEH
AGUNG HARSYA

Striker Vitesse Arnhem Wilfried Bony mengalami kejadian tidak menyenangkan ketika memperkuat Pantai Gading pada kualifikasi Piala Afrika 2013, pekan lalu.

Pantai Gading datang ke markas Senegal dengan keunggulan agregat 4-2 pada laga pertama. Ketika Si Gajah mampu memimpin 2-0, fans tuan rumah mengamuk dan melempari pemain lawan dengan benda-benda keras. Akibatnya, pertandingan dihentikan 15 menit sebelum waktu normal. Kejadian ini masih membekas bagi Bony hingga saat ini.

"Senang saya bisa kembali ke Vitesse. Saya sudah banyak melihat kejadian di sini, tapi yang paling mengerikan hanya lah dentuman kembang api saat pertandingan melawan NEC Nijmegen," ujar pemain berjuluk "Daddy Cool" ini dilansir NUsport.

"Berbeda di Afrika, saya mengalami hal mengerikan ketika Pantai Gading menghadapi Senegal. Semua orang di tribun gila! Ada polisi yang mengawal lapangan, tapi kami dilempari batu, benda-benda lain. Beruntung tidak ada yang cedera."

Bony sudah melupakan kejadian di Dakar dan berkonsentrasi untuk lanjutan Eredivisie Belanda akhir pekan ini.

"Sekarang saya fokus untuk Vitesse dan menghadapi NAC Breda, Sabtu (20/10) ini. Pertandingan yang sulit sekaligus sangat penting karena kemenangan akan mempertahankan posisi kami dan memberikan prospek untuk laga berikutnya menghadapi AZ Alkmaar, Ajax Amsterdam, dan FC Twente," pungkasnya.

Senegal akhirnya didiskualifikasi sehingga Pantai Gading, yang memang sudah mengantungi keunggulan agregat, lolos ke putaran final di Afrika Selatan.

Ikuti perkembangan terkini sepakbola Belanda di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Eredivisie Belanda lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Belanda.

Terkait