thumbnail Halo,

Edwin van der Sar menjawab beberapa pertanyaan GOAL.com Indonesia tentang Ajax Amsterdam dan perbandingan sejumlah figur yang pernah bekerja bersamanya.

Dalam rangka kunjungan Edwin van der Sar ke Indonesia akhir pekan lalu, GOAL.com berkesempatan mewawancarai mantan pemain Ajax Amsterdam, Juventus, Fulham, dan Manchester United itu.

Mendapat kesempatan berharga itu, GOAL.com mengajukan sebagian pertanyaan tentang karier, pandangan soal perkembangan terakhir klub-klub , termasuk lima pertanyaan terpilih pembaca melalui kuis Twitter, #GOALAskVDS.

Sebagian hasil wawancara sudah diterbitkan. Kini, dalam bagian terakhir, kepada Bima Said (@bimasaid) dan Agung Harsya (@agungharsya), Van der Sar memaparkan pendapat tentang kiprah menjadi pelatih, pandangan tentang Ajax, serta perbandingan beberapa figur yang dikenalnya.

GOAL.com: Anda pernah bilang takkan mengikuti jejak Paul Scholes yang kembali bermain setelah memutuskan pensiun. Tapi apakah Anda berminat menjadi pelatih suatu saat nanti?

Van der Sar: Suatu saat, ya, tapi tidak saat ini. Saya ingin bersantai dulu dan melakukan hal-hal di luar lapangan. Menjadi pelatih berarti membutuhkan enam hari kerja selama sepekan. Jelas sekarang saya bisa melakukan banyak hal menyenangkan, seperti datang berkunjung ke sini, berlibur untuk melakukan hal-hal yang saya belum sempat lakukan.

GOAL.com: Jika ditawari oleh salah satu dari mantan klub Anda untuk menjadi pelatih, mana yang akan Anda pilih?

Van der Sar: Entahlah. Tergantung tawarannya. Saya rasa saya melalui pengalaman positif bersama mereka semua. Saya sekarang kembali ke Belanda. Ajax mungkin pilihan yang bagus, tapi saat ini saya belum hendak jadi pelatih.

GOAL.com: Bagaimana pendapat Anda tentang Ajax di bawah kepelatihan Frank de Boer?

Van der Sar: De Boer teman baik saya, dia tampil sangat baik dan setelah memenangi dua gelar liga secara beruntun, saya rasa timnya tampil sangat baik. Mudah-mudahan tahun ini mereka bisa tampil baik di Liga Champions. Itu yang terutama, jadi saya harap mereka sudah siap menyongsongnya.

GOAL.com: Anda rasa De Boer bisa menjadi penerus Bert van Marwijk untuk melatih timnas Belanda?

Van der Sar: Tidak saat ini, tapi saya rasa enam tujuh tahun dari sekarang merupakan waktu yang tepat. Saya rasa dia bisa melatih klub besar di luar Belanda kemudian barulah ke timnas.

GOAL.com & Edwin van der Sar
Edwin van der Sar saat diwawancarai Bima Said (@bimasaid) dan Agung Harsya (@agungharsya)
dari GOAL.com Indonesia dan juga George Rizki, pemenang kontes #GOALAskEdwin.


GOAL.com: Anda bilang momen terbaik Anda adalah saat memenangi Liga Champions 2008 melalui adu penalti, tapi Belanda kalah adu penalti dalam beberapa pertandingan sebelum Euro 2004. Apa yang menjadi resep Anda membendung tendangan penalti?

Van der Sar: Sulit menjawabnya. Memang kami menang di final Liga Champions itu melalui penalti, tapi Belanda pernah kalah di semi-final Piala Dunia 1998 dan begitu juga semi-final Euro 2000 melalui adu penalti. Saat itu lima eksekusi penalti kami gagal, jadi sulit memenangi pertandingan itu. Penalti bagian dari sepakbola, tapi kami tak selalu beruntung.
George Rizki - pemenang kontes #GOALAskVDS
Edwin van der Sar bersama George Rizki, pemenang kontes #GOALAskVDS.

GOAL.com: Pernah disebutkan Anda mendapat nasihat dari Hans van Breukelen tentang bagaimana menahan adu penalti. Benarkah?

Van der Sar: Ya. Saya pernah bicara dengan Van Breukelen soal itu, tentang cara menghadapi situasi tertentu, jadi itu sangat membantu.

GOAL.com: Mana yang lebih Anda sukai, Liga Primer Inggris atau Serie A Italia?

Van der Sar: Liga Primer. Lebih menarik.

GOAL.com: Pernahkah Anda mempertimbangkan bermain di Primera Liga Spanyol?

Van der Sar: Ya, pernah. Kadang-kadang hal seperti itu tak pernah terwujud. Pernah ada tawaran, pelatih menginginkan saya, tapi ada perbedaan pendapat dari direksi, dan situasi tidak menentu. Tapi saya senang dengan semua klub yang pernah saya bela.

GOAL.com: Mana yang lebih baik, Peter Schmeichel atau Hans van Breukelen?

Van der Sar: Saya rasa Schmeichel. Kenapa? Entahlah. Pertanyaan bagus. Saya rasa mungkin karena Denmark mengalahkan Belanda di Euro 1992. Anda bisa menemukan banyak hal positif tentang Schmeichel, tentang penampilannya untuk United dan Denmark. Lalu semua orang senang saya datang dan mencoba meneruskan kehebatannya.

GOAL.com: Bagaimana dengan Patrick Kluivert atau Dennis Bergkamp?

Van der Sar: Bergkamp. Tapi saya kira mereka berbeda tipe. Kluivert lebih seorang penyerang tengah, sedangkan Bergkamp juga bisa cocok bermain sebagai gelandang serang. Dia banyak naik menyerang, jadi saya rasa sulit membandingkan mereka.

GOAL.com: Wayne Rooney atau Ruud van Nistelrooy?

Van der Sar: [Berpikir sejenak] Ehm… Van Nistelrooy.

GOAL.com: Johan Cruyff atau Louis van Gaal?

Van der Sar: Sebagai pelatih? Harus saya bilang Van Gaal. Sederhana saja, saya tidak pernah dilatih Cruyff, tapi saya bekerja dengan Van Gaal.

GOAL.com: Terakhir, Ryan Giggs atau Arjen Robben?

Van der Sar: Ryan Giggs!


Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!


Ikuti perkembangan terkini Euro 2012 di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Piala Eropa, lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen Euro 2012.

Terkait