thumbnail Halo,

Inilah lima momen yang membuktikan status Edwin van der Sar sebagai salah satu kiper legendaris dunia.

Agak aneh mengetahui Edwin van der Sar sebagai salah satu kiper terbaik dunia yang justru tak pernah diekspos habis-habisan sebagai kiper terbaik dunia.

Sosok Van der Sar seolah tenggelam dikalahkan popularitas kiper-kiper lain yang akrab dengan pemberitaan media, seperti Petr Cech, Gianluigi Buffon, atau bahkan Iker Casillas. Padahal, Van der Sar memiliki kelas tersendiri sebagai seorang penjaga gawang andalan di tim-tim yang pernah diperkuatnya. Figur pemain pendiam dan penyayang ini memiliki rentang karier yang panjang.

Memulai karier di Ajax Amsterdam pada 1990, Van der Sar kemudian beraksi bersama Juventus, Fulham, dan terakhir Manchester United hingga gantung sarung tangan pada 2011. Di timnas Belanda, Van der Sar mengukir rekor caps sebanyak 130 pertandingan dan tampil tak tergantikan di beberapa turnamen besar, mulai dari Euro 1996 hingga terakhir 2008.

Sulit menyusun momen terbaik Van der Sar sepanjang 21 tahun itu. Namun, redaksi GOAL.com Indonesia menyusun lima di antara momen terbaik yang pernah dialami Van der Sar guna membuktikan peraih gelar kiper terbaik Eropa dua kali ini layak menyandang status sebagai legenda.


Final Liga Champions 1995, vs AC Milan

Pada pertandingan ini Van der Sar naik kelas dari pemain tak terkenal dari liga Belanda menjadi seorang kiper top Eropa. Tampil prima sepanjang musim, Ajax berjuang merebut gelar Liga Champions keempat sepanjang sejarah dengan menghadapi AC Milan, yang mereka kalahkan dua kali di babak penyisihan grup. Anak-anak muda asuhan Louis van Gaal tampil gugup, tapi mereka beruntung memiliki Van der Sar di bawah gawang.

Beberapa kali serangan balik Milan dapat diantisipasi Van der Sar. Puncaknya terjadi pada pertengahan babak kedua. Peluang emas Marco Simone berhasil dipatahkan Van der Sar dari jarak dekat. Kiper yang kala itu akrab disapa "Flappie" ini mampu mengamankan gawangnya tetap tidak kebobolan hingga akhir laga. Ajax sukses menggondol gelar juara melalui gol tunggal Patrick Kluivert lima menit sebelum pertandingan berakhir.


Community Shield 2007, vs Chelsea

Pada partai ini, Van der Sar menunjukkan kapasitas sebagai kiper yang matang dan salah satu eksekutor yang tangguh. Kemampuan membaca penalti Van der Sar diperoleh berkat saran mantan kiper timnas Belanda, Hans van Breukelen. Seorang kiper, demikian Van Breukelen, tidak boleh hanya menunggu pemain mengeksekusi penalti. Dia sedapat mungkin harus mengganggu konsentrasi si eksekutor dan menunggu selama mungkin sampai eksekusi dilakukan.

Saran itu diterapkan dengan baik pada laga ini. Pertandingan berakhir 1-1 sepanjang 90 menit waktu normal. Di babak adu penalti, Van der Sar secara beruntun menghentikan tiga penalti Chelsea, yang diambil oleh Claudio Pizzarro, Frank Lampard, dan Shaun Wright-Phillips. United pun berhasil meraih gelar kehormatan di awal musim kompetisi Inggris itu.


Pekan ke-36 Liga Primer Inggris 2006/07, vs Manchester City

United harus menghitung kontribusi Van der Sar saat menjuarai Liga Primer musim ini setelah penyelamatan penting yang dilakukannya saat melawan Manchester City pada pekan ke-36. United unggul sejak menit ke-34 melalui Cristiano Ronaldo. Sebelas menit sebelum bubaran, City berpeluang menyamakan kedudukan setelah memperoleh hadiah penalti. Pada pekan yang sama, saingan terdekat United, Chelsea, bertandang ke markas Arsenal. Selisih kedua tim saat itu lima poin.

Darius Vassell maju menjadi eksekutor penalti yang dapat menentukan arah perburuan gelar juara liga. Sepakannya mengarah ke tengah dan Van der Sar bergerak ke arah kanan tapi kakinya masih mampu menjangkau bola. Penalti itu gagal dan kemenangan United diamankan. Usai laga, Chelsea ternyata gagal mengalahkan Arsenal. Dengan dua laga tersisa, keunggulan tujuh poin United pun tak terkejar lagi.


Euro 2008, vs Italia

Performa Van der Sar saat menjuarai Liga Champions sebulan sebelum turnamen rupanya masih terbawa saat memperkuat timnas Belanda. Dapat dibilang penampilan Van der Sar menjadi salah satu faktor utama yang meloloskan Belanda dari babak kualifikasi menuju putaran final Euro. Di Austria dan Swiss, Belanda tergabung di grup berat dan menghadapi Italia pada laga pertama.

Pertahanan Belanda digempur Italia yang dimotori Andrea Pirlo. Namun, Ruud van Nistelrooy berhasil mencuri keunggulan. Beberapa menit kemudian, Italia memperoleh peluang menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas di depan kotak penalti. Secara gemilang eksekusi Pirlo dipatahkan Van der Sar. Dari serangan balik yang dilakukan, terhitung hanya 17 detik, Belanda menggandakan keunggulan melalui Wesley Sneijder. Belanda akhirnya menang meyakinkan, 3-0.

Bersama Oranje, Van der Sar mengukir rekor 72 partai tak kebobolan di level internasional sebelum dipertajam kiper Spanyol, Iker Casillas.


Final Liga Champions 2008, vs Chelsea

Van der Sar sendiri mengakui pertandingan ini sebagai momen yang paling dikenangnya sepanjang karier. "Saya berada di sana selama empat detik dengan disaksikan dunia dan kemudian teman-teman menyerbu," ujarnya. Benar. Momen dramatis itu menjadi milik Van der Sar setelah berhasil mematahkan eksekusi penalti Nicolas Anelka.

United menghadapi Chelsea di laga final Liga Champions di Moskwa dengan lapangan berumput artifisial dan hujan yang turun. Skor 1-1 bertahan hingga 120 menit pertandingan plus perpanjangan waktu selesai. Sundulan Cristiano Ronaldo membawa United unggul, tapi Frank Lampard menyamakan kedudukan setelah menyambar bola muntah. Didier Drogba menerima kartu merah saat perpanjangan waktu setelah bertengkar dengan Nemanja Vidic.

Saat adu penalti, nasib baik menaungi United. Eksekusi Ronaldo dipatahkan Petr Cech, tapi John Terry gagal melakukan eksekusi penentuan gelar juara karena terpeleset. Pada eksekusi ketujuh, Van der Sar berhasil mematahkan tendangan Anelka. Dan, sisanya adalah sejarah.


Bagaimana dengan Anda, mana momen favorit Anda tentang Edwin van der Sar? Sampaikan melalui kolom komentar!

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kedatangan Edwin van der Sar di Jakarta, klik pada gambar di bawah ini:


MSG Up Close & Personal with Edwin van der Sar


Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait