thumbnail Halo,

Kendati harus kembali mengakui keunggulan Bayern Munich dalam perebutan juara, Borussia Dortmund mendominasi line-up terbaik musim ini dengan lima pemain.


GOALOLEH    DEDE SUGITA     Ikuti di twitter

Bundesliga Jerman
Bundesliga Jerman 2013/14

Klasemen

Pentas Bundesliga 2013/14 usai dengan Bayern Munich kembali keluar sebagai kampiun. Berbekal amunisi berkualitas serta polesan bos anyar Pep Guardiola, raksasa Bavaria unjuk superioritas dengan menyemen posisi teratas sejak putaran ke-27, sepekan lebih dini dari rekor musim lalu bersama Jupp Heynckes.

Namun, mesin Bayern yang terlampau cepat panas rupanya juga berimbas negatif. Penurunan motivasi kentara di lapangan dengan torehan hasil inkonsisten di sisa musim. Tanpa bermaksud mengabaikan hegemoni mereka selama 2/3 kompetisi, Goal Indonesia "hanya" menyediakan tempat untuk empat personel Die Roten dalam susunan terbaik musim ini.

Selain kemerosotan performa mendekati garis finis, ini juga dikarenakan rotasi reguler dari Guardiola sehingga hanya beberapa pemain saja yang tampil sangat menonjol di Allianz Arena. Di sisi lain, Borussia Dortmund yang finis di urutan kedua menjadi kubu paling dominan dalam line-up pilihan kami. Kendati sempat dilanda momen krisis -- cedera maupun hasil -- Die Schwarzgelben mampu berlari kencang di ujung liga dengan setidaknya lima penggawa mereka memberikan kontribusi signifikan. Bayern toh tak perlu minder karena mereka juga punya tiga utusan dalam skuat cadangan.

Nah, dengan sembilan spot dalam starting XI terbaik sudah terisi, siapa mengisi dua posisi tersisa? Simak ulasan lengkapnya! !




  Kiper - Manuel Neuer
Bayern Munich

Selain paling produktif dalam menjebol gawang lawan, Bayern juga memiliki rekor pertahanan terbaik sepanjang musim berkat keberadaan kiper nomor satu Jerman (dan kiper terbaik 2013 versi IFFHS) ini. Gaya ofensif Die Roten dengan garis pertahanan sangat tinggi membuat mereka kerap terekspos serangan balik lawan, namun Neuer selalu menjaga konsentrasi penuh untuk memastikan ancaman tak berakibat fatal. 14 clean sheet dibukukannya dari 31 penampilan, dengan persentase penyelamatan mencapai 81 persen dari total tembakan yang dihadapinya.


  Bek kanan - Kevin Grosskreutz
Borussia Dortmund

Abensi panjang yang menimpa Lukasz Piszczek menjadi berkah terselubung buat pemain multifungsi satu ini. Grosskreutz menyajikan performa prima di sisi kanan pertahanan Dortmund. Ketangguhan di aspek defensif, dengan total 84 tekel serta 45 kali memotong aliran bola lawan, diimbanginya dengan catatan ofensif cukup baik, satu gol plus kiriman tiga assist.


  Bek tengah - Mats Hummels
Borussia Dortmund

Masalah cedera memang membatasi penampilan Hummels jadi hanya 23 laga musim ini, tapi arti penting kehadirannya untuk Si Hitam-Kuning justru kian terasa. Saat Hummels mengawal jantung pertahanan, BVB memanen 56 dari kemungkinan 69 angka. Selain kekokohannya di belakang yang tak perlu disangsikan, jebolan akademi Bayern ini juga terlibat dalam penciptaan empat gol tim (dua gol dan dua assist).


  Bek tengah - Naldo
VfL Wolfsburg

Wolfsburg memang harus melupakan impian lolos ke Liga Champions setelah finis satu poin di bawah Bayer Leverkusen, tapi mereka konsisten bersaing di papan atas. Konsisten juga menjadi kata yang tepat untuk mendeskripsikan penampilan Naldo untuk Die Wolfe. Rataan 2,2 tekel dan 2,9 intersepsi per laga dari total 33 aksinya musim ini menjadi bukti tak terbantahkan. Ia pun terbilang subur untuk ukuran bek dengan sumbangan tiga gol -- salah satunya ke gawang Bayern.


  Bek kiri - David Alaba
Bayern Munich

Rasanya tak ada yang tak sepakat bahwa Alaba adalah bek kiri terbaik di Bundesliga saat ini, dan salah satu yang terhebat di dunia. Musim ini bintang belia Austria ini kembali menunjukkan ketenangan tingkat tinggi bak veteran saat bertahan -- sepanjang musim ia cuma membuat 19 pelanggaran tanpa pernah memperoleh kartu -- plus lesatan enerjik khasnya kala naik ke depan. Selain dua kali membukukan nama di papan skor, Alaba juga melepas enam umpan matang yang sukses dikonversi rekan-rekannya.


  Gelandang bertahan - Philipp Lahm
Bayern Munich

Dikenal sebagai seorang full-back kelas wahid, siapa pernah mengira Lahm juga bisa menjadi gelandang bertahan nan paten? Peralihan tugas oleh Guardiola dijalankan sang kapten Bayern tanpa kendala. Peran jangkar, yaitu memutus serangan lawan sekaligus membagi bola kepada rekan-rekan, dilakoninya nyaris tanpa cela. Rataan akurasi umpan Lahm menyentuh angka 91,7 persen per  laga. Bahkan saat Bayern mengalahkan tuan rumah Hertha Berlin untuk mengunci gelar liga, tak satu pun dari 134 operannya yang meleset!


  Gelandang - Nuri Sahin
Borussia Dortmund

Sinar terang Nuri Sahin di lapangan tengah seolah menutupi fakta bahwa Dortmund nyaris tak pernah diperkuat Ilkay Gundogan sepanjang musim -- nama terakhir hanya bermain sekali di pekan pembuka sebelum dibekap cedera serius. Menjadi satu-satunya personel BVB yang selalu turun di 34 partai liga musim ini, Sahin menunjukkan performa eksepsional sebagai dinamo tim, mengemas 42 umpan kunci plus dua assist, selain dua kali menjebol langsung gawang lawan.


  Sayap kanan - Arjen Robben
Bayern Munich

Sempat digadang-gadang bakal tergusur seiring kedatangan Guardiola, Robben justru sukses mempertahankan status sebagai salah satu penggawa terpenting Bayern. Liukan khasnya meneror pertahanan lawan dari sisi kanan lapangan berujung pada lesakan 11 gol dan enam assist dari 28 laga. Label egois juga sudah bisa dilepas dari winger lincah Belanda ini karena ia konsisten menunjukkan kerja keras buat tim dengan turun jauh ke belakang saat menerima serangan.


  Gelandang serang - Roberto Firmino
Hoffenheim

Kegemilangan gelandang serang muda Brasil ini menjadi salah satu alasan utama mengapa Hoffenheim hanya kalah dari Bayern dan Dortmund dalam produktivitas gol meski "cuma" menduduki urutan kesembilan di klasemen akhir. Dengan lesakan 16 gol (menjadikannya topskor tim) ditambah 11 assist, Firmino ini terlibat dalam 37,5 persen dari total gol Hoffe! Kita hanya dapat berandai-andai bagaimana pencapaian skuat Markus Gisdol bila mereka memiliki pertahanan tangguh -- bersama Nurnberg, Hoffe memiliki rekor defensif terburuk kedua musim ini.

  Sayap kiri - Marco Reus
Borussia Dortmund

Inilah pemain yang memaksa Franck Ribery "mengalah" di posisi sayap kiri terbaik musim ini. Ribery tetap tampil mengilap untuk Bayern kendati performanya kendur mendekati akhir musim, tapi performa Reus dengan Dortmund lebih memikat lagi. Melakoni kampanye debut impresif di Westfalen tahun lalu, permainannya di edisi ini menanjak ke level lebih tinggi. Di samping menjadi pengoleksi assist terbanyak (14), Reus juga paten dalam penyelesaian akhir dengan menyumbangkan 16 gol buat BVB.


  Penyerang - Robert Lewandowski
Borussia Dortmund


Keputusan bergabung ke Bayern musim depan tak mengurangi sedikit pun komitmen Lewandowski untuk Dortmund dalam musim terakhirnya bersama klub. Ia memberikan kado perpisahan manis di liga lewat eksekusi tendangan bebas manis ke gawang Hertha akhir pekan lalu untuk memastikan gelar Torjagerkanone alias topskor, pertama untuk bintang Polandia ini dalam kariernya di Bundesliga.


  Pelatih – Thomas Tuchel
Mainz

Biasa turun-naik kasta, Mainz memperoleh kestabilan di bawah kepemimpinan pelatih muda berbakat ini. Musim ini Die Nullfunfer besutannya menghentak publik Jerman dengan finis ketujuh dan menyabet tiket ke babak kualifikasi Liga Europa 2014/15. Prestasi istimewa untuk klub dengan sumber daya terbatas ini sekaligus menandai akhir kiprahnya di Coface Arena. Tuchel mengambil keputusan mundur setelah musim berakhir. Meski belum diketahui ke mana ia akan berlabuh, dipastikan banyak klub yang mengantre servisnya. Bahkan, kalau memutuskan cuti sementara, muncul wacana bahwa ia bakal menjadi suksesor Joachim Low membesut Die Mannschaft.


PEMAIN TERBAIK BUNDESLIGA
PEKAN KE PEKAN
 Spieltag 1: Pierre-Emerick Aubameyang (Borussia Dortmund)
Spieltag 2: Roberto Firmino (1899 Hoffenheim)
Spieltag 3: Sidney Sam (Bayer Leverkusen)
Spieltag 4: Vedad Ibisevic (VfB Stuttgart)
Spieltag 5: Robert Lewandowski (Borussia Dortmund)
Spieltag 6: Robbie Kruse (Bayer Leverkusen)
Spieltag 7: Robert Lewandowski (Borussia Dortmund)
Spieltag 8: Pierre-Michel Lasogga (Hamburg SV)
Spieltag 9: Mario Gotze (Bayern Munich)
Spieltag 10: Henrikh Mkhitaryan (Borussia Dortmund)
Spieltag 11: Robert Lewandowski (Borussia Dortmund)
Spieltag 12: Son Heung-Min (Bayer Leverkusen)
Spieltag 13: Mario Gotze (Bayern Munich)
Spieltag 14: Arjen Robben (Bayern Munich)
Spieltag 15: Franck Ribery (Bayern Munich)
Spieltag 16: Sebastian Jung (Eintracht Frankfurt)
Spieltag 17: Sami Allagui (Hertha Berlin)
Spieltag 18: Jefferson Farfan (Schalke 04)
Spieltag 19; Josip Drmic (FC Nurnberg)
Spieltag 20: Robert Lewandowski (Borussia Dortmund)
Spieltag 21: Domi Kumbela (Eintracht Braunschweig)
Spieltag 22: Andre Hahn (FC Augsburg)
Spieltag 23: Arjen Robben (Bayern Munich)
Spieltag 24: Thomas Muller (Bayern Munich)
Spieltag 25: Klaas-Jan Huntelaar (Schalke 04)
Spieltag 26: Bastian Schweinsteiger (Bayern Munich)
Spieltag 27: Ralf Fahrmann (Schalke 04)
Spieltag 28: Marco Reus (Borussia Dortmund)
Spieltag 29: Marco Reus (Borussia Dortmund)
Spieltag 30: Marco Reus (Borussia Dortmund)
Spieltag 31: Emir Spahic (Bayer Leverkusen)
Spieltag 32: Claudio Pizarro (Bayern Munich)
Spieltag 33: Mario Gotze (Bayern Munich)
Spieltag 34: Robert Lewandowski (Borussia Dortmund)


Bundesliga Jerman >> Halaman Khusus Sepakbola Jerman
>> Berita Sepakbola Jerman Lainnya
>> Semua Klub Bundesliga & Panduan 2013/14
>> Klasemen Bundesliga Jerman
>> Jadwal & Hasil Bundesliga Jerman
>> Daftar Transfer Bundesliga Jerman
>> Rapor Pemain Bundesliga Jerman


Terkait