thumbnail Halo,

Mario Gotze membuat kecewa Borussia Dortmund, klub yang membinanya, dengan memutuskan menyeberang ke Allianz Arena.


GOALOLEH    DEDE SUGITA     Ikuti di twitter

Pada 23 Oktober tahun lalu, publik sepakbola Jerman gempar dengan munculnya pengumuman dari Bayern Munich bahwa Mario Gotze telah sepakat bergabung dari Borussia Dortmund.

Transfer baru diresmikan pada 1 Juli, tapi kesepakatan tercapai usai sang pemain menyampaikan kepada kubu Dortmund soal keinginannya menyeberang ke tim rival dan Bayern rela berpisah dengan dana €37 juta guna mengaktifkan klausul pelepasannya.

Keputusan Gotze, produk akademi Die Schwarzgelben, tentu sangat mengecewakan kubu Westfalen, namun mereka tak bisa berbuat banyak untuk menahan kepergiannya.

Seperti diutarakan ketua eksekutif BVB, Gotze dan agennya "bertindak sesuai aturan kontrak".

Nominal yang disebut di atas sekaligus menjadikan sang bintang muda sebagai pemain Jerman termahal, melewati rekor sebelumnya yang dipegang Mario Gomez sewaktu dipinang Bayern dari VfB Stuttgart seharga €30 juta pada 2009.

Banyak yang mengecam Bayern atas perekrutan ini dan menuding mereka sekadar menggembosi musuh, namun sebetulnya tidak perlu heran kalau raksasa Bavaria sangat ngebet mendaratkan Gotze ke Allianz Arena.

Salah satu talenta terpaten Jerman di era modern itu merupakan tipe pemain kesukaan, dan dibutuhkan, Pep Guardiola, yang sebelumnya sudah diumumkan bakal datang menggantikan Jupp Heynckes. Julukan Messi dari Jerman kian menjustifikasi hal ini mengingat Lionel Messi yang asli menjadi andalan Guardiola dalam periode suksesnya bersama Barcelona.


Tipe pemain kesukaan Pep Guardiola.

Dan tentu, Gotze sendiri juga sulit menampik kesempatan bekerja di bawah arahan pria Catalan yang dikenal sebagai pelatih jempolan pembesut sepakbola indah itu.

"Gotze adalah pemain yang ingin didatangkan Guardiola," ungkap Jurgen Klopp, arsitek Dortmund, menyusul pengumuman transfer.

"Jadi kalau ada yang salah, itu adalah saya. Saya tak bisa menjadikan tubuh saya 15 cm lebih pendek dan belajar bahasa Spanyol. Gotze ingin bekerja dengan pelatih luar biasa seperti Guardiola."

"Saya tidak bisa menancapkan sepakbola dengan transisi cepat lalu belajar memainkan Tiki Taka."

Masa-masa terakhir Gotze bersama Dortmund, sayangnya, tidak ditandai dengan memori manis. Hanya berselang seminggu seusai konfirmasi transfer, ia mengalami cedera paha saat berhadapan dengan Real Madrid di semi-final leg kedua Liga Champions yang memastikan musimnya berakhir prematur.

Gotze hanya bisa menjadi penonton saat klub terkini dan klub masa depannya bertanding pada laga pamungkas di Wembley, dengan Bayern keluar sebagai pemenang lewat keunggulan 2-1.






Bundesliga Jerman >> Halaman Khusus Sepakbola Jerman
>> Berita Sepakbola Jerman Lainnya
>> Semua Klub Bundesliga & Panduan 2013/14
>> Klasemen Bundesliga Jerman
>> Jadwal & Hasil Bundesliga Jerman
>> Daftar Transfer Bundesliga Jerman
>> Rapor Pemain Bundesliga Jerman


Terkait